Minggu, 26 Januari 2020

Strategi Jitu Hadapi SKD CPNS 2019

Sahabat pembaca blog Info CPNS dan PPPK 2020, sudah tahukah anda bahwa dalam waktu dekat, peserta rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos tahap seleksi administrasi, akan menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Seperti tahun sebelumnya, SKD menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang terbukti tidak ada celah kecurangan. Beberapa peserta yang lolos tes SKD tahun 2018, berbagi strategi mereka dalam mengerjakan tes tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, materi SKD yang akan diujikan meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Tentu diperlukan persiapan yang matang, baik pemahaman materi tes, persiapan fisik, bahkan mental.

Lian Ifandri, seorang Analis Kebijakan yang bekerja di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), mengatakan banyak mempelajari soal-soal tes CPNS dari tahun-tahun sebelumnya. Baginya, itu adalah salah satu persiapan penting menjelang tes. “Seringkali soal-soal CPNS memiliki pola yang sama dari tahun ke tahun. Soal-soal tersebut dapat dipelajari sehingga ketika mendapati soal sejenis saat ujian maka peserta akan lebih mudah menyelesaikannya,” ujarnya saat ditemui Tim Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Kepada peserta yang akan mengikuti tahap SKD, Lian menyarankan ketelitian, ketenangan, dan manajemen waktu dalam mengerjakan soal. Kegugupan peserta akan mengganggu fokus dan konsentrasi dalam menyelesaikan soal-soal SKD.

Saat mengerjakan soal SKD peserta tidak hanya dituntut untuk tepat dalam menjawab soal, tetapi juga harus menyelesaikannya dengan cepat. Ia menyarankan untuk mengerjakan soal dari yang dianggap paling mudah dan dikuasai. Sementara itu, peserta dapat melewati soal-soal yang dirasa lebih sulit. “Apabila masih terdapat sisa waktu ujian maka gunakanlah untuk mengerjakan soal yang belum terjawab di setiap jenis soal untuk meningkatkan nilai. Strategi ini bisa dipakai untuk TWK, TIU, dan TKP,” tambahnya.

Hal yang tidak kalah penting juga dilontarkan oleh Yeski Kelsederi, Analis Perlindungan Perempuan dalam Situasi Bencana di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Menurutnya, persiapan fisik dan mental perlu diperhatikan dalam menghadapi SKD. Dengan kondisi fisik yang sehat dan bugar dapat menjaga fokus dan konsentrasi pelamar dalam mengerjakan tes SKD. “Selain itu, persiapan mental yang mantap dan percaya akan kemampuan diri dapat mengantarkan keberhasilan pelamar dalam tes SKD,” ungkap Yeski.

Tips lain dibagikan oleh Maersk Ramadani Gumay, yang kini menjabat Analis Hukum di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Selain melatih diri dengan soal-soal CPNS, peserta juga harus aktif untuk mencari informasi di website atau media sosial resmi instansi yang dilamar dan bergabung WhatsApp Group untuk mencari informasi-informasi penting terkait tes SKD CPNS. “Kita juga harus aktif dalam mencari informasi mengenai SKD seperti jadwal tes, passing grade, keperluan yang dibutuhkan pada saat tes, dan lain sebagainya,” ujar Maersk.

Tak lupa ia mengingatkan untuk selalu berdoa pada Tuhan agar diberikan jalan yang terbaik ketika akan mengikuti seleksi CPNS. “Saya sudah pernah gagal tes CPNS sebelumnya. Jadi untuk teman-teman pelamar CPNS jangan pernah menyerah dalam berbagai persoalan dan tetap tunjukkan usaha maksimal ketika mengikuti tes nantinya,” pungkasnya.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB

Sabtu, 25 Januari 2020

SKD CPNS 2019 Perdana di Tilok BKN Digelar Serentak Mulai Senin 27 Januari 2020

Sahabat pembaca Info CPNS dan PPPK 2020, sudah tahukah anda bahwa Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran (TA) 2019 digelar serentak mulai Senin, 27 Januari 2020. Kepala BKN dijadwalkan akan membuka secara resmi pelaksanaan SKD di Kantor BKN Pusat pada pukul 08.00 WIB. Di hari perdana pelaksanaan SKD, Tilok BKN Pusat memfasilitasi pelaksanaan SKD bagi peserta yang melamar formasi BKN dan BIN.

“Berkaitan dengan kesiapan sarana dan prasarana, Tilok BKN Pusat memiliki 450 personal computer (PC) yang ditempatkan pada tiga ruangan yang berbeda untuk memfasilitasi 2250 peserta,” ungkap Plt. Kepala Biro Humas Paryono pada Jumat (24/01/2020) di BKN Pusat. “Pelaksanaan SKD di BKN Pusat setiap harinya terbagi maksimal 5 sesi, dan setiap sesi berlangsung 90 menit,” tambahnya.

Selanjutnya pelaksanaan SKD juga akan berlangsung di sejumlah titik lokasi (Tilok) BKN yang tersebar di seluruh Indonesia, antara lain13 Kantor Regional (Kanreg), 20 Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan sejumlah Tilok mandiri. Berikut instansi yang melaksanakan SKD di tanggal 27 Januari 2020 antara lain instansi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Arsip Nasional, Mahkamah Agung, Kementerian Agama, LHK, BPOM, Bawaslu, Setjen KPU, BPK, Pemkot Ternate, KKP, Kemensos, Pertanian, BKKBN, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, BNN, KemenPAN RB, Ombudsman RI, Kemenristekdikti, Kota Batam, dan sejumlah Pemda.

Pelamar yang dinyatakan lulus administrasi atau memenuhi syarat (MS) untuk mengikuti SKD sebanyak 3.364.868 peserta, dari jumlah pendaftar sebanyak 4.433.029 orang. Terkait ratusan petugas CAT yang sudah disiapkan BKN, telah menjalanlan sejumlah pelatihan dan menandatangani Pakta Integritas dalam rangka menjaga kepercayaan publik dan mengawal pelaksanaan seleksi CPNS yang transparan.

Berita ini bersumber dari BKN

Jumat, 24 Januari 2020

Cek Jadwal dan Lokasi SKD CPNS Kementerian PANRB




Sahabat pembaca Info CPNS dan PPPK 2020, sudah tahukah anda bahwa Jadwal dan lokasi tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tahun Anggaran 2019 telah diumumkan. SKD akan dilaksanakan mulai 27 Januari 2020 hingga 25 Februari 2020.

Hal itu sesuai dengan pengumuman Nomor B/47/S.KP.01.00/2020 tentang Jadwal Pelaksanaan SKD CPNS Kementerian PANRB Tahun Anggaran 2019. “SKD akan dilaksanakan pada 33 titik lokasi di Kantor Regional atau Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara,” tulis pengumuman tersebut.

Adapun 33 titik lokasi tersebut terletak di sejumlah provinsi, antara lain DKI Jakarta, Aceh, Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Riau, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, D.I Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua, Maluku, Papua Barat, dan Maluku Utara. Peserta SKD paling banyak berada pada wilayah DKI Jakarta, yakni sebanyak 845 dan akan dilaksanakan selama dua hari pada 28-29 Januari 2020.

Pelaksanaan SKD dibagi menjadi lima sesi pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu, sedangkan hari Jumat dibagi menjadi empat sesi. Sesi 1 akan dilaksanakan pada pukul 08.00-09.30 dan sesi 2 pada pukul 10.00-11.30. Sementara untuk sesi 3, 4, dan 5 pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu, akan dilaksanakan berturut-turut pada 12.30-14.00, 14.30-16.00, dan 16.30-18.00. Sedangkan pada hari Jumat, sesi 3 pada 14.00-15.30, dan untuk sesi 4 pada 16.00-17.30.

Bagi peserta P1/TL CPNS Tahun Anggaran 2018 yang memenuhi syarat dan mengikuti ujian SKD 2019, dapat melihat nilai SKD Tahun 2018 pada kolom keterangan dalam setiap lampiran pengumuman. Diingatkan pula bagi para peserta tes agar memperhatikan tabel dalam setiap lampiran pengumuman, sesuai dengan unit kerja penempatan instansi, yaitu Kementerian PANRB atau Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Peserta wajib hadir 90 menit sebelum pelaksanaan SKD sesuai dengan sesi ujian yang telah ditetapkan. Dijelaskan pula, para peserta diwajibkan untuk membawa Kartu Peserta Ujian CPNS 2019 yang dicetak melalui laman https://sccn.bkn.go.id/ dan telah menandatangani kolom tanda tangan dan menulis nama peserta pada bagian Lembar Panitia Ujian CPNS. Selain itu, peserta juga diwajibkan untuk membawa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) asli atau Surat Keterangan asli telah melakukan rekaman kependudukan yang telah dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bagi yang belum memiliki eKTP.

Dalam mengikuti SKD, peserta diwajibkan untuk memakai pakaian yang telah ditentukan. “Baju kemeja putih polos tanpa corak, celana panjang/rok berwarna hitam polos tanpa corak bukan jeans, jilbab berwarna hitam bagi yang menggunakan jilbab, dan sepatu pantofel tertutup berwarna gelap,” sebagaimana tertulis dalam pengumuman tersebut.

Selain itu, peserta akan dibatalkan keikutsertaannya dalam SKD dan dinyatakan gugur bagi yang telambat hadir, tidak hadir, tidak dapat menunjukkan Kartu Peserta Ujian CPNS 2019, dan KTP-el asli atau Surat Keterangan asli, atau tidak memakai pakaian sesuai dengan ketentuan.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB

Selasa, 21 Januari 2020

Jelang Tes CPNS, Mulai 21 Januari 2020 Instansi Wajib Umumkan Jadwal dan Lokasi SKD

Sahabat pembaca Info CPNS dan PPPK 2020, sudah tahukah anda bahwa Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019 akan berlangsung pada 27 Januari – 28 Februari 2020, untuk itu seluruh instansi wajib mengumumkan jadwal dan lokasi SKD mulai 21 Januari 2020 melalui masing-masing website/portal instansi. 

“Imbauan ini sudah disampaikan melalui Surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor E 26-30/V 12-18/99 Tanggal 17 Januari 2020 perihal Pengumuman Resmi Jadwal Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019,” ujar Plt. Kepala Biro Humas BKN, Paryono.

Instansi, jelas Paryono, juga diminta untuk mengumumkan daftar nama peserta CPNS kategori P1/TL, baik secara online melalui website instansi dan ditempel pada papan pengumuman di setiap titik lokasi ujian sebelum jadwal SKD dimulai. 

“Ketentuan wajib mengumumkan daftar nama pelamar P1/TL ini sudah disampaikan kepada seluruh instansi melalui Surat BKN Nomor E 26-30/V 12-6/99 perihal Tindak Lanjut Peserta Seleksi CPNS P1/TL pada tanggal 17 Januari 2020,” tambah Paryono.

Perlu disampaikan kembali bahwa pelamar Kategori P1/TL adalah peserta seleksi penerimaan CPNS tahun 2018 dan memenuhi nilai ambang batas/passing grade berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, serta masuk dalam 3 (tiga) kali formasi jabatan yang dilamar untuk dapat mengikuti SKB tahun 2018, namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir sesuai Permenpan Nomor 23 Tahun 2019. 

Selain itu pelamar P1/TL yang memilih menggunakan nilai SKD Tahun 2018 maka kualifikasi pendidikan dan formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 dengan kualifikasi pendidikan pada saat melamar sebagai CPNS Tahun 2018 wajib sama.

Di akhir rilis, Paryono menyampaikan bahwa total pelamar CPNS TA 2019 mencapai 4.197.218 dan pelamar yang dinyatakan lulus syarat administrasi atau Memenuhi Syarat (MS) sejumlah 3.364.867. “Peserta dengan status MS selanjutnya akan berkompetensi pada tahap berikutnya untuk mengisi 150.315 formasi CPNS TA 2019,” pungkas Plt. Karo Humas BKN di akhir rilis.

Berita ini bersumber dari SETKAB RI

Senin, 13 Januari 2020

Menteri PANRB Terima Naskah Soal SKD Dari Mendikbud

Sahabat pembaca Info CPNS dan PPPK 2020, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menerima naskah soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Dalam sambutannya, Menteri Tjahjo menyampaikan dengan diserahkannya soal SKD tersebut, selanjutnya Tim Panselnas akan melakukan proses pemasukan (input) ke dalam sistem CAT BKN yang akan digunakan untuk seleksi.

“Atas nama Panselnas CPNS saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya yang telah bekerja keras dalam penyusunan naskah soal SKD dari awal tahun 2019,” ujarnya dalam acara serah terima soal SKD CPNS 2019, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (13/01).

Pada proses penginputan soal diperlukan kehati-hatian dan jaminan kerahasiaan serta keamanan data. Oleh karenanya, ia berpesan kepada seluruh Tim Panselnas yang terdiri dari Kementerian PANRB, Kemendikbud, BKN, BSSN, BPPT, BPKP agar mengawal kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian proses seleksi tersebut.

Tahapan SKD dijadwalkan akan dimulai pada akhir Januari hingga Februari 2020 dengan ujian berbasis komputer (Computer Assisted Test). Materi SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Berdasarkan data dari SSCASN BKN tercatat sejumlah 4.197.218 calon peserta telah melakukan pendaftaran, dan sebanyak 3.364.897 telah lolos verifikasi administrasi. Berdasarkan angka tersebut menunjukkan besarnya antusiasme dan perhatian masyarakat terhadap rekrutmen CPNS.

Proses pengadaan CPNS tahun 2019 terdapat 154.029 formasi, yang terdiri dari instansi pusat sebanyak 37.584 formasi dan instansi daerah sebanyak 116.445 formasi. Diharapkan agar proses seleksi CPNS Tahun Anggaran 2019 ini dapat berlangsung aman, kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan pada akhirnya dapat menghasilkan CPNS yang berdaya saing, kompeten, dan berintegritas guna mewujudkan kondisi Indonesia yang lebih maju.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaring calon ASN, penyusunan soal SKD 2019 dilakukan melalui beberapa tahapan dan dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain penyusunan soal kisi-kisi SKD tahun 2019 yang diawali dengan proses evaluasi soal dan kisi-kisi soal tahun 2018.

“Proses evaluasi tersebut melibatkan unsur dari Kementerian PANRB, BKN, BPPT, serta dosen-dosen yang berkompeten dari perguruan tinggi, didampingi oleh ahli konstruksi soal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud,” ujarnya.

 Disampaikan, soal yang telah disusun juga dipastikan telah sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang dilakukan oleh para ahli bahasa dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Untuk itu, Kemendikbud berkomitmen untuk selalu membantu proses pengadaan secara akuntabel dan transparan agar dapat diperoleh calon ASN yang berintegritas, nasionalis, profesional, berwawasan global, dan menguasai teknologi informasi.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kemendikbud Ainun Na’im menerangkan bahwa soal SKD yang diserahkan kepada Menteri PANRB telah disiapkan oleh tim dari berbagai perguruan tinggi, dan dikordinasikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, untuk seterusnya diserahkan ke panselnas untuk digunakan pada seleksi CPNS.

“Kita harapkan soal-soal ini, nantinya dapat menyeleksi calon-calon ASN yang sesuai dan memenuhi visi dan misi bapak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” pungkasnya.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Jumat, 03 Januari 2020

Pemerintah Siapkan 394 Titik Lokasi Pelaksanaan SKD

Sahabat pembaca Info CPNS dan PPPK 2020, sudah tahukah anda bahwa jelang berakhirnya masa sanggah bagi pelamar seluruh instansi, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mematangkan persiapan titik lokasi (tilok) yang akan menjadi lokasi pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Tahun Anggaran 2019. Data per 31 Desember 2019, Pemerintah telah menyiapkan 361 titik lokasi mandiri. “Titik lokasi sampai sekarang masih bergerak terus. BKN menyiapkan Tilok di 13 Kantor Regional, 20 kantor Unit. Sedangkan untuk tilok yang pengadaannya mandiri, per hari Selasa ini telah tersedia 394 tilok. Jumlah tilok masih terus bergerak”, tegas Heri Susilowati Kepala PPSR ASN (Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara) pada Selasa, (31/12/2019) di BKN Pusat.

Sampai saat ini, masing-masing Kantor Regional terus melakukan koordinasi dengan Instansi mandiri. Selain itu BKN juga terus memantau kelayakan dan kelengkapan sarana dan prasarana yang disiapkan instansi terkait. BKN juga sedang mematangkan terkait perubahan Peraturan BKN Nomor 8 Tahun 2018 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test (CAT) BKN. Targetnya peraturan tersebut selesai dimatangkan di Januari, untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan sesuai standar. Berkaitan dengan kesiapan soal SKD, penyedia soal yang terdiri dari konsorsium Universitas Negeri terbaik di Indonesia yang ditunjuk oleh Panselnas (Panitia Seleksi Nasional).

“Selain melibatkan seluruh Unit BKN, Pelaksanaan SKD CPNS Tahun Anggaran 2019 melibatkan Instansi terkait dalam hal infrastruktur. BKN sendiri ada pada kesiapan server dan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan titik lokasi”, ungkap Heri. Tim Pelaksana CAT yang disiapkan terdiri dari : Koordinator, Super Admin, Petugas Aplikasi, dan Pengawas. Sementara itu untuk persiapan pelaksanaan, BKN telah  melaksanakan Training of Trainers (ToT) kepada tim pelaksana pada November lalu.

Pada pemetaannya, masing-masing tilok memiliki tim pelaksana CAT yang sudah disiapkan BKN sesuai dengan kebutuhan. Kementerian Pusat difasilitasi oleh BKN Pusat dan Instansi Daerah (Provinsi, Kabupaten, dan Kota) difasilitasi oleh Kantor Regional BKN wilayah kerja masing-masing. Hal ini pun sesuai dengan arahan Sekretaris Utama (Sesma) BKN, koordinasi menjadi kunci penting pada persiapan dan pelaksanaannya nanti.

Terkait persiapan yang harus diperhatikan oleh peserta tes, Heri berpesan untuk terus mengikuti informasi terkini dari website Instansi yang dilamar. Karenanya peserta dituntut untuk sesuai jadwal dan lokasi di hari pelaksanaan tes. Selain itu kesiapan menghadapi tes perlu diperhatikan. “Percaya pada diri sendiri bahwa kita mampu menjaga integritas dan memiliki karakteristik pribadi yang unggul dalam melaksanakan tes SKD”, ungkap Heri.

Berita ini bersumber dari BKN.