Rabu, 31 Oktober 2018

Anggota Dewan Apresiasi Adanya Formasi Khusus dalam Rekrutmen CPNS 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) yang telah melaksanakan proses penerimaan CPNS tahun 2018. Apresiasi tersebut termasuk diikutsertakannya Formasi Khusus pengadaan CPNS 2018 yang salah satunya merekrut Atlet berprestasi dan Tenaga Honorer eks Kategori II. Hal tersebut disampaikan anggota Dewan dalam Rapat Dengar Pendapat terkait Evaluasi Pengadaan CPNS 2018 di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Selasa (30/10/2018).

Pada Rapat tersebut Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana menyampaikan mekanisme kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar yang saat ini sedang dilaksanakan dalam seleksi CPNS 2018. Bima menjelaskan bahwa para peserta harus memenuhi Nilai Ambang Batas masing-masing formasi umum atau khusus dan tes SKD yaitu Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) . Kemudian akan dirangking sebanyak tiga kali formasi yang nantinya dapat mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sesuai Peraturan Menteri PANRB No. 37 Tahun 2018. “Apabila dalam 10 formasi hanya ada satu orang yang memenuhi Nilai Ambang Batas, maka hanya satu orang tersebut yang dapat mengikuti SKB, walaupun seharusnya ada 30 orang yang dapat mengikuti SKB,”jelasnya.

Selain itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Syafruddin menyampaikan bahwa peserta tidak perlu khawatir dengan indikasi kecurangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena BKN dan KemenPANRB telah menandatangani MoU dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk pengamanan baik fisik maupun sistem. Selain itu Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga berkerja sama dalam mengenkripsi soal dan mengantisipasi cyber crime pada pada pelaksanaan seleksi CPNS 2018. “Peserta tidak perlu khawatir dengan kecurangan, karena kami serius dalam menyikapi dan mengantisipasi kecurangan yang bisa terjadi. Sebagai contoh, tertangkapnya joki ujian pada pelaksanaan SKD di Makassar yang sudah dalam pengamanan Kepolisian,”jelas Syafruddin.

Rapat tersebut dihadiri juga oleh Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Sofian Effendi, beserta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Berita ini bersumber dari BKN.

Sabtu, 27 Oktober 2018

Peserta Tes CPNS Percaya, Sistem CAT Tutup Celah Kecurangan

Sahabat pembaca Info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), di Kantor Walikota Jakarta Selatan. Lokasi itu merupakan salah satu dari lima titik lokasi SKD CPNS Kementerian PANRB dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) hari pertama yang diikuti tercatat 432 peserta. Selain di Jakarta, lokasi lainnya adalah Padang, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Utara. Pelaksanaan SKD CPNS Kementerian PANRB digelar di 24 titik.

Dalam kesempatan itu, Dwi Wahyu Atmaji berpesan agar para peserta benar-benar cermat dalam menegerjakan soal. “Sebelum mengerjakan soal supaya berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Jangan tergiur janji oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, yang mengaku bisa meluluskan menjadi CPNS,” ujarnya.

Apa yang dikatakan Atmaji, diamini oleh sejumlah peserta seleksi CPNS yang berhasil ditemui di kantor Walikota Jakarta Selatan. Para peserta menyambut baik penggunaan sistem berbasis komputer ini.  

Salah satunya Irfan Lukum (24), peserta seleksi CPNS Kementerian PANRB. Ia menilai sistem CAT sangat baik serta transparan  jika dibandingkan dengan tes CPNS terdahulu yang masih manual menggunakan kertas. “Pengunaan komputer dalam pelaksanaan tes CPNS menutup celah kebocoran soal serta menghilangkan anggapan bisa menitip orang dalam. Dengan penggunaan komputer apa yang dikerjakan maka itulah yang didapatkan, tidak bisa diubah karena hasil langsung muncul saat tes berakhir,” ujarnya usai mengikuti tes di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (26/10).

Lulusan Universitas Brawijaya ini mengaku baru kali pertama mengikuti  seleksi CPNS, sehingga rasa panik dan grogi kerap dialami. Ia tertarik untuk mendaftar CPNS di Kementerian PANRB, selain karena ia lulusan Administrasi Publik, dirinya memiliki minat tinggi terhadap hal-hal yang berbungan dengan sumber daya manusia dan kepegawaian.

Peserta lain, Deviana Dwi Puspasari (25) menyebutkan sistem CAT yang diselenggarakan sangatlah ketat, tetapi sangat transparan, dan nilai yang dihasilkan langsung dapat dilihat ketika peserta selesai ujian. Menurutnya nilai yang didapat seorang peserta ditentukan oleh kemampuan orang itu sendiri, tidak ada seorang pun yang dapat membantu kecuali kemampuan diri sendiri.

Wanita ini mengaku kondisinya yang tengah mengandung 9 bulan ini bukan halangan bukan menjadi halangan untuk mengikuti tes CPNS yang baru kali pertama dia ikuti ini. Padahal, untuk menuju lokasi tes, ia harus menggunakan moda tansportasi TransJakarta dari tempat tinggal yang berada di Tangerang pada pukul 5 pagi. Persiapan yang dilakukan untuk menjalani tes adalah bangun pagi hari untuk kemudian membaca soal-soal yang diperkirakan keluar saat SKD.

Deviana mengatakan ingin mengembangkan karir sebagai abdi negara. “Daftar CPNS karena ingin kembangkan karir, karena saat ini masih kerja biasa, coba-coba daftar, CPNS semoga rezeki baby,” tuturnya.

Akan halnya dengan Ruth Natalia (23) mengakui sistem seleksi CPNS saat ini sangat baik, sebab penggunaan sistem komputer yang dapat menampilkan nilai para peserta sangatlah transparan. Dengan demikian tidak ada kecurangan dalam proses seleksi, semua yang lolos tes SKD murni sesuai kemampuan masing masing peserta. Ia pun mengatakan ketertarikan mendaftar CPNS karena PNS dirasa dapat menjamin kehidupan, serta untuk menjadi abdi negara. “Kalau tes CPNS dulu kan masih manual menggunakan kertas dan pensil 2B dan itu banyak celah kecurangan. Kalau sistem CAT ini akurat dan trasnparan juga,” pungkasnya.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Kamis, 25 Oktober 2018

Oknum Janjikan Lulus Tes CPNS, Menteri Syafruddin : Omong Kosong !!

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin (PANRB) berpesan agar para peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mempersiapkan diri dengan belajar serta berdoa menjelang Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan mulai dilaksanakan pada Jumat (26/10) esok.

Ia mengingatkan bahwa seleksi CPNS dilaksanakan secara obyektif, transparan, dan adil. Untuk itu,  jika ada oknum yang menjanjikan seseorang dapat lulus menjadi CPNS tanpa menjalani serangkaian tes, dipastikan hal itu omong kosong. “Semua sudah menggunakan komputer yang hasilnya realtime, bisa dilihat saat tes tersebut berlangsung. Omong kosong jika ada oknum yang menjanjikan peserta dapat menjdi CPNS tanpa tes,” tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/10).

Dikatakan, sejak tahun 2013, seleksi CPNS sudah menggunakan sistem, dipastikan tidak akan ada celah untuk transaksi dan calo, karena nilai akan langsung keluar sesaat setelah peserta menekan tombol ‘selesai’. Hasil dari tes tersebut hanya berdasarkan kemampuan sendiri. Sesaat setelah peserta menyelesaikan semua soal dan menekan tombol ‘selesai’, nilai akan muncul. Bukan hanya peserta tes yang bisa melihat haislnya, para pengantar juga bisa memantau nilai dari monitor yang ditayangkan secara langsung.

Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB nomor 36 tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018, SKD memiliki bobot 40 persen, sedangkan bobot  SKB  60 persen. Soal SKD terbagi dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal,  dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal. TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan. Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka. Sedangkan TKP,  mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi.

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing  grade). Passing grade bagi peserta SKD dari kelompok pelamar formasi umum sama seperti tahun lalu, yakni  143 untuk TKP, 80 untuk TIU dan 75 untuk TWK.

Untuk pelamar dari formasi sarjana cumlaude dan diaspora, akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85. Sedangkan bagi penyandang disabilitas, nilai kumulatifnya 260, dengan TIU minimal 70. Putra-putri Papua/Papua Barat, nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60. Untuk eks tenaga honorer K-II, nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.

Tiga peserta SKD dengan nilai tertinggi berhak mengikuti SKB, yang disesuaikan kebutuhan masing-masing instansi, misalnya  tes kesehatan, fisik, dan lain-lain. SKB juga dengan CAT yang merupakan nilai utama dengan bobot serendah-rendahnya 50 persen dari bobot nilai SKB. 

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Seleksi CPNS Berbasis Komputer Dilaksanakan Serentak Mulai Pekan keempat Oktober 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Tahap seleksi CPNS 2018 berbasis komputer rencananya akan digelar serentak mulai pekan keempat Oktober 2018. Sedangkan range waktu pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) antara 26 Oktober – 17 November 2018. Sementara kepastian jadwal seleksi masing-masing instansi dapat dilihat pelamar dalam website instansi dan/atau SSCN mulai 25 Oktober 2018. Demikian disampaikan Kepala Biro humas BKN Mohammad Ridwan di Kantor Pusat BKN Jakarta, Selasa (23/10/2018) selepas acara Rapat Koordinasi Persiapan dan Pelaksanaan Seleksi Komputer Dasar CPNS 2018, di Swiss-Belresidences, Kalibata.

Dalam acara yang terbagi dalam 2 sesi kepesertaan itu (sesio pertama dihadiri oleh perwakilan Kantor Regional BKN, sesi ke-dua dihadiri sejumlah Kepala Biro Kepegawaian Kementerian/Lembaga Pemerintah), Mohammad Ridwan menjabarkan bahwa pelaksanaan seleksi CPNS 2018 terdiri dari dua jenis seleksi, yaitu Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Mohammad Ridwan menjelaskan bahwa peserta seleksi CPNS yang telah lulus pada seleksi administrasi dari instansi, selanjutnya akan mengikuti SKD yang meliputi: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). “Soal seleksi CPNS dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) berasal dari konsorsium Perguruan Tinggi dan dienkripsi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” ujar Mohammad Ridwan.

Setelah lulus ambang batas kelulusan ( passing grade), menurut Mohammad Ridwan kelulusan SKD sebanyak 3x formasi pada setiap jabatan yang mendapat alokasi formasi akan mengikuti SKB. Mohammad Ridwan juga memerinci proses SKB. Rincian tersebut, menurut Mohammad Ridwan, terdiri dari: materi SKB ditetapkan oleh instansi pembina Jabatan Fungsional, dalam hal instansi pembina jabatan fungsional atau instansi yang membidangi urusan jabatan belum siap menyusun materi SKB, maka soal SKB merujuk pada rumpun jabatan, dan materi sebagaimana SKB selanjutnya dikoordinasikan dan diintegrasikan ke dalam sistem CAT BKN dan CAT UNBK.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 637 Tahun 2018 tentang penetapan instansi yang menggunakan sistem CAT BKN dan CAT UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), pelaksanaan seleksi CPNS dengan CAT akan berlangsung di 269 titik, dengan rincian CAT BKN digunakan di 237 titik. 269 titik dengan CAT BKN tersebut meliputi: 26 titik di Kanreg BKN, UPT BKN dan Kantor Pusat BKN; 193 titik di provinsi/kab/kota, dan 18 titik di Instansi Pusat. Sementara CAT UNBK Kemendikbud akan digunakan di 32 titik lokasi.

Berita ini bersumber dari BKN.

Sabtu, 20 Oktober 2018

HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) TINGKAT SARJANA (GOLONGAN III) SEKRETARIAT JENDERAL KOMISI YUDISIAL TAHUN ANGGARAN 2018 YANG BERHAK MENGIKUTI SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD)


Sumber gambar: Twitter Komisi Yudisial RI


Berdasarkan Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tingkat Sarjana (Golongan III) Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Tahun Anggaran 2018, maka dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
Download Hasil Seleksi Administrasi









Jumat, 19 Oktober 2018

Jelang Pengumuman Seleksi Administrasi dan Pelaksanaan SKD Rekrutmen CPNS, Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan


Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018, kini akan memasuki tahap pengumuman hasil seleksi administrasi dan persiapan menjelang pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Hal itu disampaikan Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui akun twitter resmi @BKNgoid, Kamis (18/10/2018).

Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentas, Biro Humas BKN, Sigit Pramuhardjo, Kamis pagi (18/10/2018) mengatakan, “Silakan para pelamar pantau terus medsos resmi BKN agar selalu update tentang hal-hal yang perlu dilakukan sejalan dengan tahapan seleksi yang sedang berlangsung”.

Berikut beberapa cuitan Admin twitter official BKN “#SobatBKN pejuang #CPNS2018, pengumuman Seleksi Administrasi maksimal 21 Oktober. Cek berkala dengan login di SSCN, atau kanal informasi instansi yang dilamar. Selamat bagi yang sudah dinyatakan lulus. No matter happens, mimin loves you all, tulis cuitannya.

Cuitan lain yang juga direspons ribuan netizen tersebut berisi informasikan tahapan pascapendaftaran, yakni tahapan yang harus dilalui pelamar yang lolos verifikasi administrasi dan tahapan selanjutnya, serta materi yang akan diujikan pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada CPNS 2018. Berikut cuplikan cuitan @BKNgoid yang dirangkum oleh Humas BKN.


Dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) terdapat 3 aspek yang diuji, yaitu: 1. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 2. Tes Intelegensia Umum (TIU) 3. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) masing-masing dari ketiga aspek tersebut akan mimin bahas secara mendalam #SobatBKN.


Untuk Tes Wawasan Kebangsaan dalam SKD, Sigit mengingatkan #SobatBKN pejuang #CPNS2018 bahwa mereka akan diuji tenntangg hal tersebut. “Mengapa ini perlu? Karena kalian adalah calon perekat NKRI, penjamin kesatuan & persatuan bangsa,” tanya Sigit. (gambar)

“Selanjutnya Tes Intelegensia Umum dalam SKD dibuat untuk mengukur seberapa cakap #SobatBKN dlm logika, verbal, figural & analisis, memecahkan masalah dengan inovasi baru. Ingat, kalian adalah calon smart ASNers.

Karakteristik Pribadi dalam SKD bertujuan melihat kemampuan #SobatBKN beradaptasi, bekerja secara tim, IT, pelayanan, karakter, integritas, kemampuan menahan sebaran hoax & SARA dll.

Sementara itu untuk rincian soal pada SKD terdiri dari 35 soal TWK, 30 TIU, & 35 TKP. Nilai 5 jika benar & 0 jika salah dalam TWK & TIU; TKP jawaban bernilai 1~5. Untuk penuhi passing grade Formasi Umum, cukup jawab benar 15 TWK, 16 TIU, & 29 TKP bernilai 5

Berita ini bersumber dari BKN.

Kamis, 18 Oktober 2018

Fasilitasi Seleksi CPNS 2018, CAT BKN Pastikan Proses Rekrutmen Konsisten dan Kredibel

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa bersiap memfasilitasi rekrutmen CPNS 2018, Tim CAT BKN berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi dan kredibilitas sistem dalam memberikan pelayanan terbaik. Komitmen tersebut di antaranya berupa pembentukan metode seleksi yang bersih dan terpercaya. Demikian tegas Kepala BKN Bima Haria Wibisana di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Sistem Informasi ASN dan Persiapan Seleksi CPNS 2018 di BW Suite Hotel Belitung, Rabu (17/10/2018).

“Komitmen tersebut harus senantiasa dijaga dan ditingkatkan. Hal itu mengingat apresiasi dan kepercayaan publik terhadap CAT BKN yang kini juga terus meningkat,” ujar Kepala BKN. Selanjutnya Kepala BKN meyakini bahwa kesuksesan penerimaan CPNS 2018 ini merupakan bentuk kontribusi BKN untuk negara. “Dari proses penerimaan CPNS ini menghasilkan Calon PNS yang 20 tahun mendatang akan menggerakkan roda Pemerintahan Indonesia. Ada andil BKN dalam hal ini. Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab kita untuk menghasilkan abdi negara yang tepat dan cepat untuk membangun negara ini,” tukas Kepala BKN.

Kepala BKN menegaskan kembali bahwa rekrutmen CPNS 2018 merupakan pekerjaan besar. Sehingga menurutnya perlu dipersiapkan secara matang dalam memilih SDM pejuang CAT terbaik. “Ini tantangan berat. Selain permasalahan IT, perlu juga diperhatikan permasalahan non IT. Kepada para pejuang CAT BKN, siapkan fisik, mental dan spiritual. Tulis pengalaman selama mengawas CAT BKN untuk didokumentasikan dan menjadi lesson learn,” pinta Kepala.
Sebagai tindakan prefentif, Kepala juga meminta Tim CAT BKN membentuk call center solution dan disaster management. “Harus ada call center solution sebagai pusat penanganan masalah selama proses rekrutmen berlangsung dan juga perlu dibentuk disaster manajement yang bagus,” ujar Kepala.

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, bahwa dibanding dengan pelamar CPNS tahun-tahun sebelumnya, jumlah pelamar pada seleksi CPNS tahun 2018 terbanyak dalam sejarah. Pusat Data SSCN BKN mencatat bahwa akun pelamar CPNS 2018 ini mencapai 4.436.694 pelamar. Dari jumlah tersebut, terdata pelamar yang sudah memilih instansi sebanyak 3.782.685 orang dan sebanyak 3.627.981 orang sudah melakukan submit.

Berita ini bersumber dari BKN.

Rabu, 17 Oktober 2018

Ini 9 (sembilan) Fakta Menarik Tentang Pendaftaran Online CPNS 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pendaftaran online rekrutmen CPNS 2018 via SSCN BKN telah ditutup pada Senin, 15 Oktober 2018. Sedikitnya terdapat 9 (sembilan) fakta menarik versi Humas BKN yang dirangkum sepanjang proses pendaftaran online yang dibuka sejak 26 September 2018 hingga 15 Oktober 2018 yang masyarakat harus tahu. Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan, Selasa (16/10/2019), dalam konferensi pers yang di gelar di Food Corner BeKeN, Kantor Pusat BKN Jakarta memaparkan secara rinci kesembilan fakta menarik tersebut, meliputi:
  1. Pengaduan pelamar ke helpdesk SSCN BKN kembali didominasi oleh permasalahan kependudukan. Permasalahan kependudukan ini juga sempat terjadi pada masa pendaftaran tahun 2017 lalu. Ketidaksesuaian nama dan tanggal lahir pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan database kependudukan nasional menjadi salah satu yang dikeluhkan pelamar,   padahal Humas BKN sudah mengimbau dan mengedukasi masyarakat yang berminat mendaftar CPNS 2018 untuk mengantisipasi permasalahan itu jauh-jauh hari sebelumnya dengan melakukan konfirmasi ke dinas Dukcapil setempat.
  2. Dari 13.345 Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer K-II yang berhak mendaftar melalui formasi jalur khusus CPNS 2018 berdasarkan ketentuan PermenPANRB Nomor: 36 Tahun 2018, dalam kenyataan di lapangan tidak semua mendaftar. Saat registrasi SSCN BKN ditutup tercatat hanya 8.802 akun pelamar dari Eks Tenaga Honorer K-II tersebut. Dari jumlah tersebut tercatat hanya 8.773 yang sudah memilih instansi dan hanya  8.765 pelamar yang sudah submit.
  3. Sesuai dengan ketentuan dalam Permenpora Nomor 6 tahun 2018 di mana disebutkan bahwa Atlet Berprestasi yang dapat mengikuti seleksi CPNS 2018 adalah minimal meraih medali perunggu pada Olimpic dan atau Paralympic Games tahun 2016 dan atau Kejuaraan Dunia tahun 2016 yang diakui oleh federasinya; Minimal medali perak pada Asian Games dan atau Asian Para Games tahun 2014 dan atau Kejuaran Asia tahun 2014 yang diakui oleh federasinya; Minimal medali emas pada Sea Games dan atau Asian Para Games tahun 2015 dan atau tahun 2017 dan atau Asia Tenggara tahun 2017. Olahragawan/olahragawati berprestasi internasional pada tahun 2018 tidak dapat diangkat menjadi CPNS pada tahun 2018 ini melalui jalur Formasi khusus Olahragawan/Olahragawati Berprestasi Internasional.
  4. Dibanding dengan pelamar CPNS tahun-tahun sebelumnya, pelamar CPNS tahun 2018 terbanyak dalam sejarah. Pusat Data SSCN BKN mencatat bahwa akun pelamar CPNS 2018 ini mencapai 4.436.694 pelamar. Dari jumlah tersebut, terdata sudah memilih instansi sebanyak 3.782.685 pelamar, dan sebanyak 3.627.981 sudah menyatakan submit. Sementara pelamar CPNS tahun 2014 tercatat mencapai 2,6 juta. Sedangkan tahun 2017 hanya mencapai 2,4 juta.
  5. Masa pendaftaran CPNS via portal SSCN yang semula direncanakan akan ditutup pada 10 Oktober 2018, akhirnya diperpanjangan hingga 15 Oktober 2018. Hal tersebut diputuskan dalam rapat Panselnas yang berlangsung Selasa, 2 Oktober 2018 di Kantor KemenPANRB, Jakarta. Sebagai bahan pertimbangan atas perpanjangan masa pendaftaran tersebut adalah terjadinya bencana di beberapa daerah di Indonesia seperti gempa  di NTB, serta gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah serta masalah ketidaksesuaian data kependudukan, sulitnya akses ke web SSCN pada awal masa pendaftaran.
  6. Penundaan pelaksanaan rekrutmen CPNS tahun 2018 khusus untuk wilayah yang terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Panselnas CPNS memutuskan pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018 untuk formasi daerah di Pemprov Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong kemungkinan akan ditunda hingga tahun 2019. Selain itu, untuk formasi CPNS daerah di wilayah Papua dan Papua Barat, pelaksanaan seleksi CPNS akan dilakukan secara terpisah.
  7. Permintaan Penundaan seleksi CPNS tahun 2018 oleh Pemkot Bengkulu atas permintaan sendiri saat proses pendaftaran online CPNS 2018. Penundaan tersebut di antaranya didasari oleh: rasio pegawai di lingkungan Pemkot Bengkulu masih cukup dan banyaknya PNS yang mutasi ke Pemkot Bengkulu. Alasan berikutnya adalah beban APBD Pemkot Bengkulu untuk belanja pegawai mencapai 55% dari total APBD di mana dinilai memberatkan bagi Pemkot Bengkulu. Dan alasan lainnya adalah daya dukung dana untuk pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS tahun anggaran 2018 di lingkungan Pemkot Bengkulu tidak mencukupi.
  8. Top 5 universitas  asal pelamar terbanyak dalam masa pendaftaran CPNS 2018, yakni sebagai berikut: 1) Universitas Terbuka: 102,229 pelamar; 2) Universitas Pendidikan Indonesia: 33,647 pelamar; 3) Universitas Negeri Padang: 31,330 pelamar; 4) Universitas Negeri Semarang: 31,155 pelamar; 5) Universitas Brawijaya: 29,488 pelamar.
  9. Top 5 program studi asal pelamar terbanyak dalam masa pendaftaran CPNS 2018, meliputi:1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar: 190,804 pelamar; 2) Kebidanan: 166,117 pelamar; 3) Pendidikan Agama Islam: 162,340 pelamar; 4) Manajemen: 160,007 pelamar; 5) Akuntansi: 155,174 pelamar.
Berita ini bersumber dari BKN

Selasa, 16 Oktober 2018

Seleksi Administrasi CPNS Diumumkan Paling Lambat 21 Oktober

Sahabat pembaca Info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyampaikan hasil seleksi administrasi peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 diumumkan paling lambat 21 Oktober 2018. Pada tanggal tersebut seluruh peserta CPNS sudah mengetahui status kelulusan administrasi mereka.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan mengatakan proses verifikasi dokumen administrasi sudah mulai dilakukan.

"Dari hari ini sampai tanggal 21 Oktober mungkin ada beberapa K/L atau instansi ya yang sudah mengumumkan siapa yang lulus atau tidak dan itu lanjut sampai tanggal 21 (Oktober)," katanya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BKN, Jakarta Timur, Selasa (16/10/2018).

Setelah seluruh hasil kelulusan peserta seleksi administrasi selesai, nantinya akan segera diumumkan kapan dan di mana peserta yang lulus bisa mengikuti tahap selanjutnya, yakni tes seleksi kompetensi dasar (SKD).

"Nanti setelah tanggal 21 semua sudah diumumkan ada waktu untuk mengumumkan siapa mendapat lokasi tes SKD, di mana dan kapan," tambahnya.

Peserta CPNS yang dinyatakan lulus seleksi administrasi atau tidak akan diumumkan melalui laman BKN dan instansi yang dipilih. Selain itu, pelamar akan mendapat notifikasi pada email yang didaftarkan saat seleksi administrasi.

Diberitakan sebelumnya, BKN sudah menyatakan sebanyak 1.751.661 pelamar CPNS dipastikan bisa ikut tes SKD. Angka tersebut diperkirakan masih bisa bertambah seiring masih dilakukannya proses verifikasi dokumen pelamar CPNS.

Sementara itu, dari dokumen yang sudah diverifikasi sampai hari ini, ada 355.733 yang tidak lolos dalam tahap tersebut. Namun angka di atas belum final karena masih ada 1.233.409 pelamar yang akan dan sedang masuk tahap verifikasi.

Berita ini bersumber dari Detik.

Terbesar dalam Sejarah, Pelamar CPNS 3,7 Juta Lebih

Sahabat pembaca Info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pelamar CPNS tahun 2018 mencapai 3,7 juta lebih, tetapi yang telah menyelesaikan pendaftaran hingga penutupan pada Senin, 15 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB mencapai 3.627.797. Angka ini merupakan yang terbanyak dibanding dengan pelamar CPNS tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2014 mencapai 2,6 juta, sedangkan tahun 2017 mencapai 2,4 juta.

Tahapan selanjutnya dari proses seleksi ini adalah verifikasi administrasi terhadap berkas-berkas yang telah diajukan oleh pelamar. Bagi pelamar yang lulus seleksi administrasi yang akan diumumkan sekitar tanggal 21 Oktober 2018, untuk selanjutnya berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang akan dimulai tanggal 26 Oktober 2018 s.d. 17 November 2018. Tahapan selanjutnya adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang akan dilaksanakan sekitar 22-28 November 2018. Sementara pengumuman akhir direncanakan pada sekitar minggu pertama bulan Desember 2018.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafrudin mengatakan, Panselnas akan mengupayakan agar lokasi pelaksanaan SKD dan SKB dekat dengan domisili pelamar. “Panselnas menyediakan lebih dari 219 lokasi tes yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dirut TVRI di Jakarta, Selasa (16/10).

Menteri mengimbau agar para pelamar mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti rangkaian seleksi tersebut. Materi untuk tahapan SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda-beda menurut jenis formasinya.

Mantan Wakapolri ini juga mengajak agar semua pihak untuk bersama mengawal dan menjaga agar proses seleksi CPNS Tahun 2018 ini dapat berlangsung aman, kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan tidak dipungut biaya. “Saya tegaskan agar masyarakat khususnya calon pelamar tidak mempercayai apabila ada pihak-pihak tertentu yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam penerimaan CPNS dimaksud dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau imbalan lainnya,” ujar Syafruddin.

Ditambahkan, khusus untuk wilayah yang terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, Panselnas CPNS memutuskan pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018 untuk formasi daerah di Pemprov Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong kemungkinan akan ditunda tahun 2019.

Sedangkan untuk Kementerian/Lembaga yang semula merencanakan seleksi di wilayah bencana tersebut, data-data pelamar untuk formasi tersebut sedang di analisis baik oleh Pansel Instansi maupun Panselnas. Dikatakan juga, untuk formasi CPNS daerah di wilayah Papua dan Papua Barat, pelaksanaan seleksi CPNS akan dilakukan secara terpisah.

Berdasarkan data Panselnas CPNS 2018, sebenarnya ada 3,782 juta pelamar yang sudah melakukan registrasi. Tetapi dari jumlah itu hanya dari 3.627.797 yang berhasil menyelesaikan pendaftarannya. Jumlah itu terdiri dari 3.587.967 pelamar formasi umum, 1.640 pelamar formasi penyandang disabilitas, 3.440 pelamar formasi putra-putri Papua/Papua Barat, 25.966 pelamar untuk formasi lulusan terbaik (cumlaude), 19 pelamar formasi diaspora, serta 8.765 pelamar pada formasi eks tenaga honorer K2. (HUMAS MENPANRB)



Kementerian/Lembaga dengan jumlah pelamar tertinggi

Kementerian Hukum dan HAM: 487.071 pelamar
Kementerian Agama: 265.264 pelamar
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: 62.593 pelamar
Kejaksaan Agung: 50.823 pelamar
Kementerian Perhubungan: 37.717 pelamar
Kementerian/Lembaga dengan jumlah pelamar terendah

Badan Koordinasi Penanaman Modal: 843 pelamar
Sekretariat Jenderal MPR: 771 pelamar
Sekretariar Jenderal Komisi Yudisial: 697 pelamar
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan: 667 pelamar
Badan Pengawas Tenaga Nuklir: 657 pelamar
Pemerintah Provinsi dengan jumlah pelamar tertinggi

Provinsi Jawa Timur: 63.186 pelamar
Provinsi Jawa Tengah: 56.213 pelamar
Provinsi DKI Jakarta: 33.773 pelamar
Provinsi jawa Barat: 29.709 pelamar
Provinsi DI Yogyakarta: 20.759 pelamar
Pemerintah Provinsi dengan jumlah pelamar terendah

Provinsi Sulawesi Tenggara: 3.127 pelamar
Provinsi Sulawesi Utara: 2.916 pelamar
Provinsi Kep. Bangka Belitung: 2.805 pelamar
Provinsi Maluku: 2.644 pelamar
Provinsi Sulawesi Tengah: 1.712 pelamar
Pemerintah Kabupaten/Kota dengan jumlah pelamar tertinggi

Kota Bandung: 19.169 pelamar
Kab. Deli Serdang: 13.941 pelamar
Kota Palembang: 13.370 pelamar
Kab. Bandung: 12.853 pelamar
Kab. Cirebon: 12.519 pelamar
Pemerintah Kabupaten/Kota dengan jumlah pelamar terendah

Kota Bukittinggi: 759 pelamar
Kota Padang Panjang: 701 pelamar
Kota Lubuk Linggau: 571 pelamar
Kab. Sigi: 482 pelamar
Kota Gunung Sitoli: 154 pelamar

Sumber berita : KEMENPANRB.

Senin, 15 Oktober 2018

Panselnas CPNS Sinkronkan Sistem CAT BKN dan UNBK

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menetapkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 637 Tahun 2018 tentang Penetapan Instansi yang Menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN dan  CAT UNKB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2018. Melalui keputusan tesrebut, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS akan menyinkronkan sistem CAT BKN dan CAT UNBK yang akan dijadikan lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018.

Dari 873 titik lokasi SKD dengan CAT, 237 titik diantaranya milik atau yang diusahakan oleh BKN dan 636 titik merupakan fasilitas UNBK Kemendikbud. “Sistem UNBK akan kita sinkronkan dengan BKN. Kita sampaikan demikian supaya kita satu pemikiran,” ujar Menteri Syafruddin saat membuka Rapat Koordinasi Koordinasi Fasilitasi Sistem CAT dalam Seleksi CPNS Tahun 2018, di Jakarta, Senin (15/10).

Dalam keputusan tersebut ditetapkan instansi pusat dan daerah yang menggunakan sistem CAT, baik CAT yang di fasilitasi BKN, maupun CAT yang di fasilitasi UNBK Kemdikbud. Instansi yang ditetapkan menggunakan sistem CAT BKN terdiri dari 76 Kementerian/Lembaga dan 293 instansi daerah. Sedangkan, instansi yang menggunakan fasilitas CAT UNBK Kemendikbud terdiri dari 233 instansi.

Meski sudah ada ketetapan, Menteri Syafruddin mengatakan tetap terbuka terhadap masukan dan saran dari instansi daerah maupun pusat. Menurutnya, Panselnas akan menampung semua aspirasi dan memberikan pemecahan masalah yang terbaik. “Selama hal itu masuk akal, kita carikan pemecahan masalah,” imbuhnya.

Mantan Wakapolri ini pun mengingatkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayan masyarakat. Masyarakat harus merasa dimudahkan dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah, termasuk dalam masa rekrutmen CPNS. “Semua yang kita lakukan adalah kepentingan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Rapat tersebut dihadiri oleh 81 Sekretaris Daerah yang semula daerahnya ditetapkan di fasilitasi CAT UNBK menjadi di fasilitasi CAT BKN. Turut hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja, dan Deputi Sistem Informasi BKN Iwan Hermanto. 

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Kamis, 11 Oktober 2018

Permudah Akses Pelamar CPNS 2018, Panselnas Siapkan 873 Lokasi Tes

Sahabat pembaca Info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 menyiapkan 873 titik lokasi tes yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Selain fasilitas Computer Assissted Test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Panselnas juga akan menggunakan fasilitas CAT Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, dari jumlah itu, 237 titik diantaranya milik atau yang diusahakan oleh BKN dan 636 titik merupakan fasilitas UNBK Kemendikbud. “Dengan jumlah itu, diharapkan pelamar semakin dekat dengan lokasi tes CPNS Tahun 2018,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/10).

Lokasi tes CPNS yang dikoordinir BKN antara lain Kantor BKN Pusat, sejumlah Kantor Regional BKN, UPT BKN, lokasi milik Kementerian/Lembaga yang tersebar di berbagai daerah.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan pembukaan bagi CPNS Tahun 2018 untuk 238.015 formasi, yang terdiri atas 51.271 formasi di instansi Pemerintah Pusat  (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda). Prioritas pengadaan CPNS 2018 meliputi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita.

Jabatan Inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi. Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah terdiri dari Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi, Guru Agama sebanyak 8.000 formasi, Tenaga Kesehatan sebanyak 60.315 formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dan Tenaga Medis/Paramedis), serta Tenaga Teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS Tahun 2018 terdiri dari Putra/Putri Lulusan Terbaik (cumlaude), Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, Olahragawan Berprestasi Internasional, serta Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Pendaftaran CPNS sudah berlangsung sejak 26 September dan berakhir pada 15 Oktober mendatang. Pada 21 Oktober, akan diumumkan hasil seleksi administrasi. Kemudian dilanjutkan pencetakkan nomor ujian secara online pada 21-25 Oktober 2018. 

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Selasa, 09 Oktober 2018

Ditutup 15 Oktober, Daftar CPNS Jangan Nunggu Last Minute!

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan masyarakat yang mau ikut rekrutmen CPNS tidak mendaftar jelang penutupan. Pendaftaran sendiri hanya dibuka sampai 15 Oktober 2018.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan menyampaikan, jumlah pendaftar CPNS 3 hari jelang penutupan diprediksi bakal membludak. Sistem pendaftaran yang dibuka secara online itu bisa terganggu jika pelamar menumpuk di hari yang bersamaan itu.

"Saya sampaikan kepada teman teman jangan nunggu last minute karena siapa tahu nanti tanggal 13, 14, 15 itu justru akan banyak yang masuk, nanti sistemnya akan lebih terhambat lagi dan sebagainya," kata dia kepada detikFinance, Selasa (9/10/2018).

Dia mengimbau calon pelamar yang sudah menentukan instansi yang dituju agar segera melakukan proses pendaftaran dan menyerahkan seluruh dokumen persyaratan.

Ridwan menegaskan pendaftaran online tidak akan ada perpanjangan waktu. Pukul 23.59 WIB di 15 Oktober 2018, pendaftaran online resmi ditutup. Artinya calon pelamar tidak punya kesempatan lagi untuk mendaftar di hari berikutnya.

"Oh nggak ada perpanjangan. Jadi tidak ada lagi perpanjangan. (Hanya sampai tanggal 15 Oktober) iya," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, BKN memperpanjang waktu pendaftaran CPNS 2018 hingga 15 Oktober. Demikian dikutip pengumuman dari akun Twitter resmi BKN, Rabu (3/10/2018). Itu artinya, ada perpanjangan waktu lima hari dari jadwal sebelumnya yang ditetapkan ditutup pada 10 Oktober 2018.

Berita ini bersumber dari Detik.

Senin, 08 Oktober 2018

Sistem UNBK Akan Digunakan untuk Ujian Seleksi CPNS

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Sistem ujian pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 dilakukan dengan berbasis komputer atau computer assisted test (CAT). Pada seleksi CAT ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memanfaatkan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sekolah-sekolah penyelenggara UNBK akan menjadi tempat uji seleksi CPNS sehingga memudahkan dan meringankan beban peserta, khususnya pembiayaan terkait transportasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini hampir tidak ada kabupaten/kota di Indonesia yang tidak terjangkau jaringan Kemendikbud. Selain jaringan, Kemendikbud juga berperan dalam penyediaan soal-soal yang digunakan untuk seleksi.

"Tinggal nanti ada modifikasi saja. Selama ini kan dipakai untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer, kemudian nanti dipakai untuk tes CPNS," ujarnya usai penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan, Pengamanan, serta Penegakan Hukum dalam rangka Seleksi CPNS Tahun 2018, di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB), Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, meski memanfaatkan sistem UNBK, koordinasi semua sistem seleksi CPNS tetap berada di bawah BKN. “Jadi satu sistem terdiri dari sub-sub sistem. Ada yang menggunakan aplikasi BKN, ada yang UNBK. Jadi dengan UNBK, tempat ujinya bisa di sekolah-sekolah penyelenggara UNBK,” katanya.

Totok menambahkan, penentuan daerah dan sekolah yang akan menjadi lokasi ujian tergantung pada pemetaan yang dilakukan BKN. Pemetaan lokasi ujian oleh BKN bisa dilakukan setelah semua data peserta masuk.

“Sekarang belum ditentukan daerah mana saja. Nanti BKN akan memetakan dari peserta yang masuk, tinggalnya di mana saja, lalu dipetakan mana yang (ujian) di tempat UNBK , mana yang pakai (aplikasi) BKN. Nanti dipetakan bersama dengan BKN, tidak bisa dipetakan sekarang,” ujar Totok.

Pemanfaatan sistem UNBK dalam seleksi CPNS diharapkan dapat memudahkan pelaksanaan seleksi computer assisted test (CAT) yang dipersyaratkan dalam seleksi sesuai standar BKN. "Kami berkolaborasi untuk membangun sistem itu. Sehingga sekarang ini tes bisa dilakukan di semua kabupaten/kota," kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana. 

Berita ini bersumber dari Kemdikbud.

Kamis, 04 Oktober 2018

Senin, 01 Oktober 2018

Ini Dia Enam Jalur Formasi Khusus Pendaftaran CPNS 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa untuk mengisi lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018, selain melalui pelamar umum, Pemerintah juga menyiapkan jalur formasi khusus bagi pelamar. Terdapat enam jalur formasi khusus dalam rekrutmen CPNS 2018 ini. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bagian Hubungan Media dan Pengaduan Masyarakat BKN Yudhantoro Bayu Wiratmoko di Kantor Pusat BKN Jakarta pada Selasa (18/9/2018).

Mengutip dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018, Bayu menjabarkan keenam jalur formasi khusus tersebut, terdiri dari: 1) Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude); 2) Penyandang Disabilitas; 3) Putra/Putri Papua dan Papua Barat; 4) Diaspora; 5) Olahragawan Berprestasi Internasional; dan 6) Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II yang memenuhi persyaratan.

Maka sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, menurut Bayu bahwa selain memiliki ketentuan memenuhi sembilan syarat dasar untuk melamar CPNS, pelamar yang berminat melalui jalur formasi khusus itu harus memnuhi beberapa syarat tertentu. Selanjutnya Bayu merinci seperti apa persyaratan tertentu bagi peminat formasi jalur khusus, sebagai berikut: Pertama, Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude) dari Perguruan Tinggi Dalam atau Luar Negeri, dengan ketentuan sebagai berikut: Formasi Lulusan Terbaik Berpredikat Dengan Pujian (Cumlaude) dikhususkan bagi putra/putri lulusan minimal jenjang pendidikan Strata 1 (S1); Calon pelamar merupakan lulusan dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan predikat dengan pujian (cumlaude) dan berasal dari Perguruan Tinggi terakreditasi A/Unggul dan Program Studi terakreditasi A/Unggul pada saat kelulusan; dan Calon pelamar dari lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri dapat mendaftar setelah memperoleh penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan angka 4) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Pada Instansi Pusat, kebutuhan formasi jalur khusus ini akan dialokasikan paling sedikit sepuluh persen dari total alokasi formasi yang ditetapkan. Sedangkan pada instansi daerah akan dialokasikan paling banyak lima persen dari total alokasi formasi yang ditetapkan.

Kemudian untuk jalur formasi khusus kedua, bagi Penyandang Disabilitas, menurut Bayu diperuntukkan bagi pelamar yang memiliki ketentuan sebagai berikut: Calon pelamar dari penyandang disabilitas wajib melampirkan surat keterangan dokter yang menerangkan jenis/tingkat disabilitasnya. Jumlah jabatan yang disediakan untuk para pelamar melalui jalur formasi khusus penyandang disabilitas ini, pada instansi Pusat paling sedikit dua persen dari total formasi dengan jabatan disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing instansi. Sedangkan pada instansi Daerah, jumlah jabatan bagi para penyandang disabilitas ini paling sedikit 1 (satu) persen dari total formasi disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing instansi.

Selanjutnya untuk jalur khusus ketiga, Putra/Putri Papua dan Papua Barat. Untuk jalur ini, menurut Bayu memiliki ketentuan sebagai berikut: Calon pelamar harus merupakan keturunan Papua/Papua Barat berdasarkan garis keturunan orang tua (bapak atau ibu) asli Papua, dibuktikan dengan akta kelahiran dan/atau surat keterangan lahir yang bersangkutan dan diperkuat dengan surat keterangan dari Kepala Desa/Kepala Suku. Untuk jalur khusus keempat, Diaspora, dengan ketentuan sebagai berikut: Diperuntukkan bagi WNI yang menetap di luar Indonesia dan memiliki Paspor Indonesia yang masih berlaku serta bekerja sebagai tenaga profesional di bidangnya yang dibuktikan dengan surat rekomendasi dari tempat yang bersangkutan bekerja minimal selama 2 (dua) tahun; Memiliki surat keterangan bebas dari permasalahan hokum yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri; Kebutuhan (formasi) jabatan Peneliti, Dosen, dan Perekayasa dengan pendidikan sekurangkurangnya Strata 2 (S2) dan khusus untuk Perekayasa dapat dilamar dari lulusan Strata 1 (S1); Pelamar memenuhi persyaratan usia setinggi-tingginya 35 (tiga puluh lima) tahun saat pelamaran dan setinggi-tingginya 40 (empat puluh) tahun bagi pelamar yang memiliki kualifikasi Pendidikan S3 saat pelamaran; Pelamar tidak sedang menempuh post doctoral yang dibiayai oleh Pemerintah; dan Tidak terafiliasi pada ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Jalur formasi khusus kelima, Olahragawan/Olahragawati Berprestasi Internasional. Pelamar dengan jalur ini harus memiliki prestasi nyata dengan medali, di tingkat internasional, untuk penyelenggaraan pekan olahraga yang meliputi: Minimal medali perunggu pada Olimpic dan atau Paralympic Games tahun 2016 dan atau Kejuaraan Dunia tahun 2016 yang diakui oleh federasinya; Minimal medali perak pada Asian Games dan atau Asian Para Games tahun 2014 dan atau Kejuaran Asia tahun 2014 yang diakui oleh federasinya; Minimal medali emas pada Sea Games dan atau Asean Para Games tahun 2015 dan atau tahun 2017 dan atau Asia Tenggara tahun 2017 yang diakui setingkat oleh federasinya yang dibuktikan dengan piagam/sertifikat dan surat keterangan atas prestasinya yang dikeluarkan oleh lembaga/induk organisasi cabang olahraga yang berwenang dan mendapat pengesahan Menteri Pemuda dan Olahraga; serta memiliki pendidikan formal minimal Sekolah Lanjutan Tingkat Atas atau yang sederajat, yang dibuktikan dengan fotocopy sah ijazah/surat tanda tamat belajar.

Dan terakhir, jalur khusus keenam, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II, dengan ketentuan sebagai berikut: Bayu 0menjelaskan bahwa jalur ini diperuntukkan bagi Eks Tenaga Honorer Kategori-II yang terdaftar dalam database BKN dan memenuhi persyaratan perundang-undangan sebagai Tenaga Pendidik atau Tenaga Kesehatan; Persyaratan sebagaimana merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 sebagaimana terakhir diubah dengan PP Nomor 56 Tahun 2012 dan UU Nomor 14 tahun 2005 bagi Tenaga Pendidik, serta UU Nomor 36 Tahun 2014 bagi Tenaga Kesehatan.

Selain persyaratan tersebut, pelamar dengan jalur formasi khusus Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II harus memenuhi persyaratan, antara lain: 1) Usia paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018, masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai sekarang; 2) Bagi Tenaga Pendidik minimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi Tenaga Honorer Kategori II pada tanggal 3 November 2013; 3) Bagi Tenaga Kesehatan minimal berijazah Diploma III yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi Tenaga Honorer Kategori II pada tanggal 3 November 2013; 4) Memiliki tanda bukti nomor ujian Tenaga Honorer Kategori II Tahun 2013, dan 5) Memiliki Kartu Tanda Penduduk. “Pelamar dengan jalur formasi khusus Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori-II yang telah diverifikasi dokumennya akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar,” pungkas Bayu. 

Berita ini bersumber dari BKN.

Pengamanan Berlapis, Tak Ada Celah bagi Calo CPNS

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah memastikan pelaksanaan seleksi CPNS 2018 akan berjalan tertib, dan tidak ada celah bagi pihak-pihak yang bermain curang, termasuk oknum calo pun tidak akan bisa bermain. Untuk itu, peserta seleksi harus mempersiapkan diri dengan belajar sebaik-baiknya, dan membuang jauh-jauh anggapan bahwa bisa lolos menjadi CPNS karena sudah dititipkan.

Hal itu ditegaskan oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmadja. “Pengamanan dilakukan berlapis. Seleksi ini sangat transparan, dan lepas dari intrik-intrik,” ujarnya di Jakarta, Senin (01/10).

Dijelaskan, kerahasiaan soal CPNS 2018 terjamin dengan pengamanan yang ketat dan berlapis. Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2018 telah memiliki puluhan ribu bank soal yang dienkripsi dan dikunci oleh tiga lembaga negara. Untuk membuka, harus dilakukan oleh tiga lembaga tersebut, tidak bisa hanya oleh satu instansi. Misalnya, Kementerian PANRB sebagai salah satu pemegang kunci, tidak bisa membuka soal itu sendiri, tetapi  harus bersama dengan instansi pemegang kunci lainnya. “Kami menjaga kerahasiaan soal dengan sistem ini sudah teruji,” jelas Setiawan.

Ditambahkan, saat akan melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), soal akan diacak. Dipastikan, peserta satu dengan lainnya yang bersebelahan, depan, dan belakangnya akan mengerjakan soal yang berbeda.

Begitu peserta selesai mengerjakan soal, dan menekan tombol ‘selesai’, jawaban juga akan dikunci dan nilai langsung muncul saat itu juga. Sistem digital seperti ini, tidak memungkinkan adanya calo. “Jelas tidak ada celah untuk transaksi di sana,” tegas Setiawan.

Pengamanan tidak berhenti pada penguncian bank soal. Di lokasi tes, ada pengamanan berlapis yang disiapkan panitia untuk mencegah berbagi bentuk kecurangan. Lapis pertama, adalah tempat para peserta menunggu ujian yang akan diawasi oleh panitia.

Pada lapis kedua, adalah ruangan untuk penjelasan CAT. Saat masuk ke ruangan lapis kedua ini, panitia atau pengawas melakukan penggeledahan terhadap peserta. Kalau ada peserta yang membawa alat-alat pasti ketahuan. Sebagai contoh, tahun lalu ada yang ketahuan membawa jimat dan lain-lain. Mereka langsung di-black list. Pada lapis ketiga, sebelum masuk ruang ujian, peserta kembali diperiksa identitasnya untuk memastikan tidak ada kecurangan. “Dengan sistem ini, tes ini sangat transparan, dan lepas dari intrik-intrik,” imbuh Setiawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tahun 2018 ini pemerintah membuka 238.015 formasi CPNS. Sebanyak 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat  (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda). Untuk memastikan seleksi ini berjalan dengan tertib, aman, lancar, adil, obyektif, dan bebas dari KKN, pekan lalu dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian PANRB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). MoU itu terkait Persiapan, Pelaksanaan, Pengamanan, dan Penegakan Hukum dalam rangka Seleksi CPNS 2018.

MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB yang diwakili Deputi SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi yang diwakili Kepala Biro SDM Diah Ismayanti, Sekretaris Utama BKN Supranawa Yusuf, dan Asisten Polri Bidang Operasi Irjen Pol. Deden Juhara. Acara tersebut disaksikan oleh Menteri PANRB Syafruddin, Mendikbud Muhadjir Effendy, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dengan MoU ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kualitas sistem seleksi CPNS saja, tetapi juga dapat menjamin adanya penegakan hukum, termasuk bilamana terjadi cyber crime. Selain itu, juga dalam penyiapan infrastruktur dan peralatan pendukung Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), persiapan dan pelaksanaan SKD dan SKB, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan SKD dan SKB.

Berita ini bersudari KEMENPANRB.