Kamis, 26 Oktober 2017

Tanggapan Peserta SKD CPNS 2017 dari Berbagai Daerah, Bukan Keluarga PNS pun Punya Harapan Sama

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa saat ini beberapa instansi pemerintah sedang melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada berbagai kisah dan apresiasi dari para peserta SKD tahun ini yang menekankan nilai transparansi.

Kevin Fernando, peserta SKD di Jambi yang ditemui Tim Monitoring SKD Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Jambi, merasa perekrutan tahun ini cukup adil karena yang lolos adalah hasil dari kemampuan diri sendiri meski persiapannya cukup panjang. “Selama saya ikuti dari awal memang cukup panjang. Saya merasa fair dan adil, karena sesuai dengan kemampuan diri sendiri,” katanya usai mengikuti tes kesamaptaan di Jambi, Kamis (26/10).

Kevin sendiri mengikuti tes untuk lowongan di Kementerian Hukum dan HAM. Saat fitemui, dia tengah mengikuti tes kesamaptaan di Gelanggang Olah Seni (GOS) Kota Baru, Jambi. Ia merasa bersyukur bisa sampai tahap kesamaptaan ini. Kedepannya, ia berharap sistem rekrutmen ini semakin meningkat. Terutama pada website yang sempat tidak dapat diakses.

Masih di Jambi, seorang peserta SKD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut sistem ini sangat baik karena bisa mengurangi KKN. Sistem CAT ini adalah harapan bagi peserta yang tidak memiliki sanak saudara dari kalangan PNS. “Dengan adanya tes menggunakan sistem CAT ini sangat bagus, bahkan kami yang tidak mempunyai saudara PNS bisa mempunyai harapan karena CAT ini menurut saya transparan, bersih dan akuntabel,” jelas peserta yang enggan menyebut namanya itu.

Bukan hanya belajar, ia membeberkan persiapannya menjelang tes ini adalah mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. “Belajar dengan sungguh-sungguh dan mengetahui kelemahan dan kelebihan saya,” imbuhnya.

Seperti Kevin, seorang peserta SKD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kalimantan Barat bernama Cindy Claudia, juga menyebut sistem CAT ini bisa mereduksi kecurangan. “Pelaksanaannya fair ya. Sulit ada kecurangan, seperti gosip yangvsempat muncul pada tahun sebelumnya. Kalau seperti ini kan lebih adil kan,” jelas Cindy.

Meski ia mengatakan kesempatan lolos SKD cukup kecil, ia mampu lolos dengan nilai yang cukup memuaskan. Pada soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Cindy mendapat nilai 85. Untuk Tes Intelijensi Umum (TIU) ia memperoleh nilai 100, dan untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ia berhasil mendapat nilai 164. Total, Cindy memperoleh nilai 344.

Wanita yang mengambil jurusan pendidikan Bahasa Inggris saat kuliah ini merasa adanya perekrutan CPNS ini merupakan peluang besar saat ia baru saja menyelesaikan kuliahnya. Soal persiapan, ia hanya menyebut cukup belajar dengan baik menjelang tes.

“Menurut saya ini peluang besar, setelah saya selesai kuliah ada kesempatan ini. Walaupun kesempatannya kecil, karena yang dicari sedikit pastinya saya persiapkan belajar dengan baik,” ujarnya.

Selain mengapresiasi sistem SKD, Cindy juga merasa nyaman saat dilayani oleh panitia SKD. Pelayanan yang baik itu menjadikan Cindy dapat mengerjakan soal-soal dengan tenang. “Pelayanan baik, jadi saya bisa mengerjakan tes dengan tenang,” pungkasnya.

Sementara itu, di D.I. Yogyakarta, seorang peserta asal Kebumen bernama Akhmad Faiq Nashrullah juga sangat mengapresiasi sistem yang real time ini. Pria lulusan Fakultas Teknik ini menjalani SKD untuk formasi Auditor ahli pertama inspektorat Kementerian Perindustrian.

Kepada tim monitoring Kementerian PANRB, ia menilai perekrutan tahun ini bebas dari KKN. “Saya melihat sudah akuntabel, tansparan. Dan yang pasti penting bebas dari KKN,” katanya. 

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Rabu, 25 Oktober 2017

Irianto: Sistem CAT Sangat Tepat untuk Dapatkan PNS Berkualitas

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara saat ini sedang melaksanakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berlangsung hingga 28 Oktober 2017 nanti.

Pada tes SKD, ada 12.132 peserta yang dinyatakan lolos berkas. Namun, selama pelaksanaan tes CAT SKD ini ribuan pelamar juga dinyatakan tidak lolos untuk mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kendati demikian, menurut Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, secara umum pelaksanaan ujian seleksi CPNS di daerahnya relatif aman dan lancar.

"Pada intinya, pelaksanaan tes CPNS di Kaltara ini tetap aman dan lancar," ujar dia di Tanjung Selor, Rabu (25/10/2017).

Namun, dia berjanji akan terus memantau dan memonitor pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang sedang berlangsung itu.

Kemudian. Irianto membandingkan pelaksanaan tes CPNS 2014 di daerahnya dengan Pelaksanaan tes CPNS 2017. Ia menilai, saat ini tes lebih ketat dan teratur serta terkoordinir utamanya dalam penggunaan sistem Computer Assisted Tes (CAT).

"Penerimaan CPNS yang memberlakukan sistem CAT ini sangat tepat untuk mendapatkan PNS yang benar-benar berkualitas karena kelulusannya ditentukan oleh hasil tes yang sangat ketat," ujarnya.

Pelaksanaan tes CPNS 2017 ini, lanjutnya, sangat sulit akibat ketatnya persaingan karena dibuka secara umum yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sehingga harus dilalui oleh peserta dengan beberapa tahapan dan kemampuan yang dimiliki.

Gubernur Kaltara sangat yakin, tidak akan terjadi kecurangan-kecurangan selama pelaksanaan tes CAT ini. Oleh karena itu, kelulusan ditentukan sendiri oleh kompetensi yang dimiliki para peserta.

Tak lupa pula mengapresiasi kinerja panitia seleksi nasional dan lokal yang telah berjuang keras demi kelancaran dan keamanan selama ini mulai dari pendaftaran hingga sekarang.

Berita ini bersumber dari KORPRI ONLINE.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Atmosfir Persaingan Ketat, Peserta SKD Optimalkan Persiapan

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa atmosfir persaingan yang ketat dalam proses seleksi CPNS 2017 mendorong peserta mempersiapkan diri sematang mungkin saat akan menghadapi ujian. Salah satu peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari Kementerian ESDM Ryan Edi Cahyanto menuturkan “Seleksi di Kementerian ESDM itu sangat ketat. Pelamarnya banyak padahal yang diambil nantinya hanya sedikit. Untuk itu saya berusaha semaksimal mungkin menghadapi SKD ini. Beberapa persiapan yang saya lakukan antara lain membeli buku, membaca dari internet dan mencari info gambaran pelaksanaan SKD dari temen-teman yang sudah menjalani lebih dulu,” tuturnya saat ditemui Tim Humas BKN, Jumat (20/10/2017), selepas menjalani SKD di Kantor Pusat BKN.

Di bagian lain, salah satu peserta SKD dari Kementrian BPOM Yulianti mengapresiasi digunakannya CAT dalam SKD gelombang dua ini. “Menurut saya sistem CAT ini dapat menghindari kecurangan. Selain itu, sistem tidak tertulis ini sangat memudahkan peserta karena jawaban tidak harus dibulatkan seperti menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK),” tuturnya.

 Sementara itu Ritia peserta SKD dari Kementerian BMKG menuturkan “Menurut saya dengan adanya sistem CAT BKN pelaksanaan tes jadi lebih terstruktur dan dapat menghindari kecurangan. Selain itu sistem ini sangat transparan, habis tes langsung bisa lihat nilai,” ujarnya.

 Senada dengan para peserta, Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian BPOM Ida Farida menyampaikan bahwa pelaksanaan rekrutmen CPNS kali ini sangat transparan, siapa yang lulus passing grade dan siapa yang tidak, jelas terpampang nilainya pada monitor sehingga tak ada satu pihak pun yang bisa memanipulasi. “Kami juga berterima kasih kepada BKN karena sudah memberi fasilitas yang memadai untuk penyelenggaraan ujian CPNS tahun ini,” tuturnya.

Berita ini bersumber dari BKN.

Rabu, 18 Oktober 2017

Ketika Menteri Asman Membaca Garis Tangan Peserta SKB CPNS KemenkumHAM

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengunjungi peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM, di Kantor Wilayah KemenkumHAM, di Jakarta, Rabu (18/10). Ada perbincangan unik saat Menteri Asman mengunjungi salah seorang peserta, yaitu saat sang Menteri membaca garis tangan satu orang peserta yang sedang registrasi.

Kejadian itu bermula saat Menteri Asman mendatangi seorang peserta yang sedang melakukan registrasi sebelum wawancara SKB. “Kenapa kamu minat kerja menjadi petugas imigrasi?” tanya Menteri Asman.

“Mau melayani pembuatan paspor, pembuatan visa. Karena saya minat pak,” jawab peserta yang tidak menyebutkan namanya itu.

Dia mengatakan dirinya merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dari jurusan  Teknologi Informatika. Pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebelumnya, ia mendapat nilai 360.

“Cukup tinggi ya. Jadi ahli IT imigrasi kamu nanti,” kata Menteri Asman.

Setelah perbincangan itu, kemudiah Menteri Asman memegang tangan peserta tersebut dan melihat garis tangannya. “Coba lihat tangannya. Lulus kamu,” ucap Menteri Asman sambil tersenyum kepada peserta.

Mendengar ucapan tersebut dari seorang Menteri, peserta tersebut tersenyum secara spontan. Tidak lama, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menghampiri Menteri Asman dan peserta itu. Menkumham Yasonna menyebut instansinya memang membutuhkan tenaga IT.

“Kamu IT, ya? Kita butuh itu, asal kamu lulus,” ujar Menteri Yasonna.

Kemudian Menteri Asman pun menunujukkan garis tangan si peserta kepada Menteri Yasonna. Menanggapi Menteri Asman yang seakan ‘membaca’ garis tangan si peserta, sambil tersenyum Menteri Yasonna menganggap itu sudah tanda zaman. Namun ia tetap memberi nasihat kepada peserta tersebut agar tetap berusaha saat SKB nanti.

“Sudah ada tanda-tanda zaman itu. Tinggal kamu betul-betul bagus, karena semua transparan. Kamu lihat saja nanti,” kata Menteri Yasonna.

Setelah perbincangan mengenai garis tangan, Menteri Asman kemudian bertanya bagaimana pandangan peserta mengenai sistem perekrutan CPNS tahun ini yang berbasis pada teknologi. Peserta itu mengaku sangat puas dan menganggap sistem tahun ini luar biasa. Dia juga berharap ada peningkatan sistem si tahun-tahun berikutnya.

“Bagus pak, tidak molor. Jadi saya sangat puas dengan itu. Perbaikannya luar biasa. Pertahankan, pak. Kalau bisa tahun depan tingkatkan,” ujarnya kepada Menteri Asman.

Mendengar jawaban itu, sontak Menteri Asman dan Yasonna tertawa puas. “Berarti mantap ya,” imbuh Menteri Asman sambil tersenyum, dan kemudian meninggalkan ruang registrasi.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Tes SKB Kemenkumham Jamin Objektif dan Transparansi

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa saat ini Kementerian Hukum dan HAM sedang melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan sistem yang berbasis teknologi digital atau IT. Sistem ini bahkan tidak memungkinkan pewawancara mengetahui pertanyaan apa saja yang akan diajukan pada peserta. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, mengatakan sistem ini akan dijadikan model bagi 61 kementerian atau lembaga yang sedang membuka lowongan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Khusus hari ini, saya melihat yang dilaksanakan oleh Kemenkumham soal tes wawancara. Tadi sudah dijelaskan secara transparan, tidak mungkin lagi ini ada sesuatu yang dimainkan. Maka dari itu saya sudah ambil kesimpulan, di 61 kementerian atau lembaga akan kita replikasi,” ujar Menteri Asman saat meninjau SKB CPNS KemenkumHAM di Kantor Wilayah KemenkumHAM, Jakarta, Rabu (18/10).

Menteri Asman pun telah meminta izin kepada MenkumHAM Yasonna Laoly untuk menggunakan sistem ini secara nasional. Harapannya, dengan sistem modern seperti ini penerimaan PNS akan lebih obyektif dan transparan. Sistem yang digunakan ini tidak kalah oleh sistem rekurtmen yang dilakukan korporasi swasta.

Menteri Asman menjelaskan, CPNS yang lolos nantinya adalah orang-orang pilihan yang memang memiliki kompetensi, bukan hasil dari ‘titipan’. “Jadi kita berharap orang-orang pilihan lah yang masuk PNS. Bukan orang titipan. Yang sesuai dengan kemampuan tesnya, bukan kemampuan bekingnya,” tegasnya.

Sebelumnya, dijelaskan Menteri Yasonna, sistem ini akan sangat transparan dan mereduksi penilaian subyektif. Hal itu disebabkan karena penguji sendiri tidak tahu pertanyaan dan siapa yang akan diwawancara. “Jadi mereka daftar, lalu masuk di tempat wawancara diketik nomor registrasi dan muncul namanya, riwayat hidupnya, di komputer itu. Dan pewawancara tidak tahu siapa yang diwawancara, karena random, pertanyaannya juga,” jelas Menteri Yasonna.

Untuk sistem penilaian, ia menjelaskan komputer sudah diprogram sedemikian rupa sehingga nilai dapat muncul secara otomatis sesuai bobot jawaban peserta SKB. Nilai itu tergantung dari clue jawaban yang juga sudah diprogram. “Langsung komputer memberikan pertanyaan dan clue jawaban. Dan kalau begini jawabannya nilainya tinggi, kalau begini sedang, kalau begini rendah,” sambungnya menjelaskan.

Meski pertanyaan sudah ditentukan, penguji tetap bisa memberikan pertanyaan tambahan jika dibutuhkan. Dia juga menjelaskan, pertanyaan-pertanyaan ini dibuat oleh tim yang terdiri dari psikolog, ahli dalam bidang tertentu, dan tim khusus dari AURI.

Setelah nilai dari jawaban peserta muncul, maka sudah bisa diganti lagi. Karena menjunjung tinggi transparansi, peserta pun bisa menghitung sendiri nilai gabungan selama ia mengikuti seleksi CPNS.

“Setiap pertanyaan masuk angka. Setelah selesai masuk nilai, tidak bisa diubah lagi, by system. Nanti digabung dengan CAT dan tes bidang yang lalu. Dia bisa hitung sendiri nanti,” imbuhnya.

Ditegaskan, pada rekrutmen PNS tahun ini, tidak ada ruang untuk calo. Menteri Yasonna kembali mengimbau kepada semua peserta untuk tidak percaya pada seseorang yang menjanjikan kelulusan. Bahkan seorang menteri pun tidak bisa mengintervensi proses rekrutmen ini. Kelulusan ditentukan oleh kemampuan dan prestasi peserta.

“Bahkan saya sebagai menteri untuk mengintervensi. Sekarang seluruh indonesia berlangsung seperti itu. Dengan sistem ini kita sampaikan kepada mereka tidak memungkinkan ada calo. Kemampuan anda, prestasi anda, itu yang menentukan lulus atau tidak,” pungkasnya.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Selasa, 17 Oktober 2017

Seleksi Ketat CPNS Kemenpora, Yang Diterima Adalah The Best Among The Best

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraraga Gatot S Dewa Broto bersama Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan Adiati Noerdin, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Samsudin, Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad dan Deputi Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aris Windiyanto membuka Tes Kompetensi Dasar (TKD) Seleksi Penerimaan CPNS Kemenpora 2017 di Gedung Pusat Olahraga Persahabatan Korea Indonesia (POPKI) Cibubur Jakarta Timur, Senin (18/10).

Saat membuka kegiatan seleksi CPNS, Gatot S Dewa Broto menyampaikan bahwa proses rekrutmen dan seleksi CPNS yang berdasarkan sistem meritokrasi merupakan langkah yang strategis. Memilih orang yang terbaik diantara yang terbaik (the best among the best) sebagai CPNS diharapkan mampu menunjang kinerja birokrasi pemerintah.

Sesmenpora juga menyatakan bahwa kompetensi untuk menjadi CPNS di Kemenpora sangatlah tinggi. Dari sekitar 2636 peserta yang mendaftaryang akan diterima hanya berjumlah 27 orang. Untuk itu, Sesmenpora meminta kepada semua peserta untuk benar-benar memanfaatkan tes seleksi dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut lagi, Gatot S Dewa Broto mengartikulasikan bahwa birokrasi pemerintah bergantung pada kualitas dan kuantitas PNS. “Birokrasi yang baik membutuhkan pegawai yang profesional, disiplin, akuntabel, dan menyadari tanggung jawabnya dengan baik sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Sesmenpora menuturkan agar para pelamar yang lulus pada setiap tahapan dan diangkat menjadi CPNS hendaknya memiliki semangat guna mewujudkan good governance dan responsif terhadap tantangan yang ada. “PNS perlu juga berwawasan jauh ke depan dan melakukan terobosan positif untuk kepentingan organisasi,”pungkasnya.

"Saya juga menegaskan beberapa poin penting bahwa para peserta harus menjauhkan pikiran bahwa tes ini tidak murni. Saya tekankan sekali lagi bahwa tes ini adalah murni, tidak ada titipan-titipan beberapa pejabat yang ada di Kemenpora, dan saya jamin itu. Sebab zaman sekarang sudah tidak musim titipan-titipan, semua murni berdasarkan kualitas dan kemampuan kalian semua," ujar Gatot S Dewa Broto.

"Pesan saya, Kemenpora dalam waktu dekat ini akan menghadapi beberapa even besar seperti Asian Games dan Asian Para Games 2018 serta banyak even internasional lainnya. Jika kalian semua nanti bisa masuk di Kemenpora, maka kalian semua harus siap dengan kondisi yang kalian harus hadapi. Jadi selamat melakukan tes, tetap tersenyum dan nikmati apa yang kalian hadapi sekarang," tutup Sesmenpora.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Alamat Lokasi Mandiri Pelaksanaan SKD CPNS Periode II Tahun 2017

Sesuai jadwal pengumuman yang disampaikan sebelumnya di http://www.bkn.go.id/berita/jadwal-dan-lokasi-skd-cpns-periode-ii-2017, berikut dipublikasikan alamat lokasi mandiri pelaksanaan SKD CPNS Periode II Tahun 2017 di Ibu Kota Provinsi. File alamat lokasi dapat juga diakses di sini
No.
Wilayah
Venue
 JAWA
1.Bandung
AULA BUMI KITRI PRAMUKA HOTEL Jl. CIKUTRA NO. 276 A BANDUNG – JAWA BARAT, (RALAT)
2.Semarang
GOR PATRIOT
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN, PUDAK PAYUNG, BANYUMANIK KOTA SEMARANG
JAWA TENGAH 50265
3.Yogyakarta
PRIMA SR HOTEL & CONVENTION
JL. MAGELANG KM 11 YOGYAKARTA
4.Surabaya
GOR BRAWIJAYA
JALAN HAYAM WURUK, NO.17-42 SAWUNGGALING
WONOKROMO, KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR 60242
5.Jakarta
MARIA CONVENTION HALL
JL. PERINTIS KEMERDEKAAN, RT.5/RW.4, KAYU PUTIH,
PULO GADUNG, KOTA JAKARTA TIMUR
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA 13210
KALIMANTAN
6.Pontianak
AULA ZIDAM
MAZIDAM XII/TPR
JL. ADIS SUCIPTO KM 5
PONTIANAK-KALIMANTAN BARAT
KODE POS 78124
7.Samarinda
AULA KODIM 0901
JL GAJAHMADA NO 13 SAMARINDA
KALIMANTAN TIMUR
8.Palangkaraya
AULA KOREM 102/PJG
JL.IMAM BONJOL , PALANGKA, JEKAN,
KOTA PALANGKARAYA KALIMANTAN TENGAH – 74874
SULAWESI
9.Mamuju
AULA KOREM MAMUJU
MAKOREM, JL.ABDUL MALIK PATTANA ENDENG
RANGAS, KEC.SIMBORO DAN KEPULAUAN, KAB.MAMUJU, SULAWESI BARAT – 91512
10.Makassar
AULA MAKODAM X1V/ HASANUDDIN
JL.URIP SUMOHARJO, PANAIKANG, PANAKKUKANG
KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – 90233
SUMATERA
11.AcehWISMA ISKANDAR MUDA
JL NYAK ADAM KAMIL IV NO. 01 PEUNITI
BAITURRAHMAN, KOTA BANDA ACEH 23116
12.MedanAULA KODAM BUKIT BARISAN
JL GATOT SUBROTO KM 7,5, CINTA DAMAI, MEDAN
HELVETIA, KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA 20122
13.PalembangGEDUNG BALAI PRAJURIT JL. SEKANAK BELAKANG KANTOR WALIKOTA PALEMBANG (Ralat)
14.BengkuluAULA KOREM 041/GARUDA MAS.
JLN. PEMBANGUNAN PADANG HARAPAN, KOTA BENGKULU, BENGKULU 38225
15.PekanbaruAULA KODIM 0301/PEKANBARU.
JLN. AHMAD YANI NO. 138 PEKANBARU (RIAU)
16.Pangkal PinangAULA KODIM 04/13
JL SOLIHIN GP PANGKAL PINANG BANGKA, ASAM, RANGKUI
PANGKAL PINANG CITY, BANGKA BELITUNG
17.BatamAULA MAKODIM 0316/BATAM
JL SERAYA ATAS, KEC BATU AMPAR
KOTA BATAM, KEPULAUAN RIAU 29444
18.LampungAULA MAKOREM 043/GATAM
JL TEUKU UMAR NO. 85, PENENGAHAN, TJ KARANG PUSAT
KOTA BANDAR LAMPUNG 35112
19.PadangAULA KOREM 032/WIRA BRAJA
JL SUDIRMANNO.26 KEC. PADANG PASIR, PADANG BARAT
KOTA PADANG SUMATERA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
20.KupangKANTOR PELATIHAN UPT DEPARTEMEN SOSIAL
JLN. RAMBUTAN NO. 10 OEPURA KOTA KUPANG NTT
PAPUA / PAPUA BARAT
21.ManokwariAULA KODAM XVIII/KASUARI
JL TRIKORA KAMPUNG ARFAI I KELURAHAN ANDAY, DISTRIK MANOKWARI SELATAN
KABUPATEN MANOKWARI – PAPUA BARAT
PAPUA / PAPUA BARAT
22.TernateAULA KOREM 152 BABULLAH
JL SALAHUDDIN, TERNATE TENGAH
KOTA TERNATE, MALUKU UTARA
Peserta SKD diharapkan melihat dengan cermat pengumuman ini dan mengecek secara berkala web, media sosial K/L yang bersangkutan, dan web SSCN untuk menghindari kesalahan jadwal. Peserta SKD diharapkan datang 60 menit sebelum sesi pelaksanaan SKD. Mereka yang tidak hadir pada waktu yang telah ditentukan, dinyatakan gugur.
Peserta diwajibkan membawa KTP, kartu tanda peserta ujian SKD, dan/atau persyaratan lain yang ditentukan dalam pengumuman K/L.
Berita ini bersumber dari BKN.

Kamis, 12 Oktober 2017

DKI Kekurangan PNS, MenPAN-RB: Nanti Dibuka Pendaftaran Nasional

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pemprov DKI kekurangan ribuan PNS, termasuk untuk mengisi kekosongan di posisi penting. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengatakan akan segera membuka kembali pendaftaran CPNS secara nasional.

"Ini nanti akan secara nasional ya, tidak hanya parsial," kata Asman di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Asman enggan mengungkapkan kapan pendaftaran CPNS kembali dibuka. Ia mengatakan saat ini sedang melakukan finalisasi terkait hal tersebut.

"(Dibuka) secepatnya, kita finalisasi nanti kita umumkan," tuturnya.

Disinggung mengenai permintaan diskresi bagi DKI Jakarta, Asman mengatakan hal tersebut belum dapat dilakukan. "Belum (bisa)," sebutnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI akan merestrukturisasi organisasi untuk mengatasi kekurangan PNS. Saat ini Pemprov DKI masih kekurangan di beberapa posisi penting, seperti staf untuk kepala seksi di satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"(SKPD) itu kita juga masih kekurangan. Idealnya kepala seksi itu punya 3 atau 4 staf. Ini kepala seksi kita ada yang nggak punya staf," kata Sekda DKI Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Saefullah menyebut Jakarta kekurangan tenaga guru dan kesehatan. Saefullah mengatakan banyak PNS Jakarta yang akan pensiun pada tahun ini.

"Tahun ini ada ledakan pensiun. Ledakan itu maksud saya lihat, menyentuh 4.000, 3.000, 2.000. Dulu sekali terima 5.000, pensiunnya pasti dekat-dekat itu, terutama guru dan tenaga kesehatan," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/9).

Saefullah mengatakan belum dapat merekrut pegawai negeri sipil (PNS) untuk kuota guru dan tenaga kesehatan. Ia mengaku Pemprov DKI telah mengajukan hal tersebut kepada KemenPAN-RB.

"DKI dalam menerima pegawai itu harus dapat kuota dulu dari kementerian aparatur sipil negara. Dan kuota itu juga didapat di BKN (Badan Kepegawaian Negara)," ungkapnya. 

Berita ini bersumber dari Detik.

Rabu, 11 Oktober 2017

Lulusan Cumlaude Serbu Lowongan CPNS Kementerian ATR/BPN

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa sebanyak 17.720 Sarjana Hukum dan Kenotariatan S1 maupun S2 mendominasi pelamar CPNS Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional  (ATR/BPN) dari 22.006 pelamar yang lolos seleksi administrasi tahun 2017 ini. Fakta lain yang menarik, dari jumlah tersebut terdapat 906 sarjana S1 maupun S2 lulusan terbaik (cumlaude). Jumlah sarjana cumlaude tersebut jauh di atas formasi yang dibuka untuk lulusan terbaik sebanyak 161 orang.

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian ATR/BPN Gunawan Muhammad mengatakan, pihaknya bersyukur karena banyak sarjana yang lulus cumlaude yang melamar dan lolos seleksi administrasi. “Kami berharap bisa merekrut putera-puteri terbaik, dan ke depan mereka mampu bekerja dengan baik di sini,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/10).

Dikatakan, pihaknya telah mengumumkan nama-nama pelamar CPNS yang lolos seleksi administrasi. Dari formasi sebanyak 1.610, pelamar yang lolos seleksi administrasi mencapai 22.006 orang. Artinya, setiap kursi CPNS di Kemenetrian ATR/BPN diperebutkan lebih dari 13 orang.

Rasio ini tidak merata di seluruh empat jabatan yang dibuka. Jabatan Analis Permohonan Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah, persaingannya paling ketat. Sebanyak 17.198 pelamar dari kualifikasi S1 maupun S2 Hukum harus bersaing untuk memperebutkan 533 formasi yang dibuka, atau satu kursi diperebutkan oleh 31 orang.

Untuk jabatan Analis Penetapan Hak atas Tanah yang dibuka untuk S2 Hukum/Kenotariatan, sebanyak 522 pelamar dinyatakan lolos seleksi administarsi untuk memperebutkan 37 kursi, atau 14 pelamar memeprebutkan satu kursi. Sementara pada jabatan Surveyor Pemetaan, rasionya 1 banding 31. Posisi ini diperuntukkan bagi sarjan S1 Geodesi/Geografi (Non Pendidikan Planologi). Dari formasi yang dibuka sebanyak 220, pelamar yang lulus seleksi administrasi mencapai 2.593  orang.

Jabatan yang persaingannya cukup longgar adalah Petugas Ukur yang formasinya sebanyak 790 orang. Posisi ini mensyaratkan pelamar dengan kualifikasi lulusan D1 Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, dan jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi hanya 1.693. Dengan demikian, dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dua orang memeperebutkan satu kursi. Padahal, pasca SKD, masih akan dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang memungkinkan bagi tiga orang terbaik yang lolos terbaik untuk mengikutinya.

Diakui oleh Gunawan bahwa tidak banyak perguruan tinggi yang memiliki jurusan atau program studi (Prodi) Pengukuran dan Pemetaan Kadastral. “Dulu ada di UGM dan ITB. Tapi apakah sekarang masih ada atau tidak, saya tidak tahu,” ujarnya menjelaskan.

Gunawan menambahkan, pelaksanaan SKD akan dimulai Kamis tanggal 12 Oktober 2017. Untuk lokasi ujian yang belum tercantum tempat pelaksanaan seleksi, diminta kepada pelamar untuk selalu memantau pengumuman yang berkaitan dengan Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional pada website https://www.atrbpn.go.id.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Senin, 09 Oktober 2017

Ingat !! Jadwal dan Lokasi SKD CPNS BKN 2017

Sahabat pembaca Info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa sesuai dengan Surat Pengumuman  Panitia Rekrutmen CPNS di lingkungan BKN Tahun Anggaran 2017 Nomor : 03/PENG.1/PANPEL.BKN/X/2017 tentang jadwal pelaksanaan SKD dan Lokasi.
Peserta SKD diharapkan melihat dengan cermat pengumuman ini. Pada saat Seleksi Kemampuan Dasar, peserta diwajibkan menunjukkan data identitas, sebagai berikut :
a. Menunjukkan KTP asli atau Surat Keterangan telah melakukan perekaman E-KTP; 
b. Kartu / Tanda Bukti Pendaftaran CPNS 2017; 
c. Kartu Peserta Ujian CPNS 2017.
Bagi peserta ujian yang tidak menyerahkan data sebagaimana dimaksud  atau memberikan data yang tidak sesuai dengan data yang dimasukkan dalam website https:// sscn.bkn.go.id maka panitia berhak membatalkan keikutsertaan sebagai Peserta Ujian CPNS BKN Tahun 2017.

Untuk selengkapnya silakan baca tautan berikut :

Berita ini bersumber dari BKN.

Cek Lokasi dan Jadwal SKD CPNS Periode II

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Panitia Seleksi Nasional CPNS 2017 melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengumumkan jadwal dan lokasi tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos dalam seleksi administrasi. Jadwal serta lokasi tes yang diumumkan diperuntukkan bagi pelamar CPNS Periode II Tahun 2017 pada 60 Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Mengutip halaman resmi BKN, Instansi yang menggelar tes SKD pertama kali yaitu pada 9 dan 10 Oktober 2017 adalah Kementerian Koordinator Bidang Polhukam. Sesuai dengan pengumuman, lokasi tes di Jakarta akan dibagi kedalam 3 tempat yaitu Kantor Pusat BKN, Zona A dan Zona B. Untuk kedua zona tersebut, lokasi dan alamatnya akan diinfokan lebih lanjut.
Tes SKD sendiri dibagi kedalam 6 sesi, untuk sesi I akan diadakan pada pukul 08.00, Sesi II pada pukul 10.00 – 11.30, kemudian Sesi III pada 12.00 – 13.30, selanjutnya Sesi IV pada 14.00 – 15.30, kemudian Sesi V pada 16.00 – 17.30, dan Sesi VI pada 18.30 – 20.00.
Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian PANRB Suwardi mengimbau agar para peserta tes SKD lebih cermat dan teliti melihat informasi pengumuman jadwal serta lokasi tes pada website Kementerian PANRB, sscn.bkn, dan K/L yang bersangkutan. “Bagi para peserta yang akan mengikuti tes SKD diharapkan datang 60 menit sebelum ujian untuk melakukan registrasi,” ujarnya di Jakarta, Senin (09/10).
Selain itu peserta tes diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Peserta Ujian SKD, serta persyaratan lain yang ditentukan oleh masing masing K/L. Untuk peserta yang tidak hadir pada jadwal yang telah ditentukan, dinyatakan gugur. 
Jadwal di Kantor Pusat BKN dan kantor Regional (Kanreg) BKN :
Jadwal di UPT BKN :
Jadwal di Lokasi Mandiri Provinsi:
Sesi SKD:

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Jumat, 06 Oktober 2017

Sesma BKN: SKB MA Berlangsung Lancar Tanpa Intervensi Pihak Manapun

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Sekretaris Utama BKN Usman Gumanti melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Mahkamah Agung (MA) yang dilaksanakan di Kantor Regional VII BKN Palembang. Di lokasi tersebut SKB diikuti oleh 251 peserta, dan dilaksanakan selama 3 hari, Rabu hingga Jumat (4- 6/10/2017).

Dalam kesempatan itu kepada tim humas BKN Usman mengatakan “Pelaksanaan SKB CAT ini berlangsung sangat baik karena tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun dan penilaian dilakukan dengan sistem elektronik,” ujarnya. Usman melanjutkan dengan seleksi menggunakan CAT, diharapkan instansi MA mendapat calon hakim yang memiliki kompetensi dan integritas yang diharapkan.

Pelaksanaan SKB MA terdiri dari 3 tahapan tes, yakni tes kompetensi bidang dengan CAT, psikotes, serta wawancara. Untuk menentukan kelulusan total seorang peserta rekrutmen CPNS kali ini ditentukan oleh akumulasi nilai SKD dan SKB. Nilai SKD memiliki bobot 40% dan SKB memiliki bobot 60%.

Berita ini bersumber dari BKN.

Kebutuhan Penjaga Lapas dan Keimigrasian Mendesak, Panselnas Berlakukan Passing Grade dan Ranking

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) formasi SMA/D3 untuk jabatan Penjaga Lapas dan Pemeriksa Keimigrasian Terampil pada Kementerian Hukum dan HAM pada sebagian wilayah tidak memenuhi kuota.

Bahkan secara kelulusan angka kelulusan SKD terbilang rendah yakni hanya 7,16 % dari total peserta. Secara nasional hasil SKD yang memenuhi kuota hanya wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Yogyakarta (DIY). Hal ini berdampak pada tidak terpenuhinya kuota 3x formasi berdasarkan PermenpanRB nomor 22 tahun 2017 tentang Passing Grade.

Sementara pihak Kemenkumham menyampaikan bahwa kebutuhan Penjaga Lapas dan Pemeriksa Keimigrasian untuk daerah perbatasan sangat mendesak tahun ini. Lebih lanjut pihak Kemenkumham menjelaskan kondisi perbatasan Indonesia yang kekurangan petugas. Selain itu rasio jumlah Penjaga Lapas dan tahanan/napi masih timpang.

Berdasarkan permasalahan yang ada Panselnas CPNS mengambil kebijakan untuk memenuhi kuota peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan menggabungkan dua sistem yaitu passing grade dan ranking.

Kebijakan ini tidak berlaku bagi daerah yang sudah memenuhi kuota di antaranya Jateng dan DIY sehingga pelamar yang lulus passing grade SKD tetap memiliki prioritas untuk ikut SKB. Sisa kekurangan kuota diambil berdasarkan ranking. Kebijakan ini diatur dalam PermenpanRB Nomor 24 Tahun 2017.

Mengapa tidak diambil dari peserta yang lulus passing grade dari Jateng dan DIY? Hal ini disebabkan karena Kemenkumham membutuhkan SDM yang mengenal daerah penempatan kedua jabatan tersebut.

Kepala BKN Bima Haria Wibisa selaku Ketua Panselnas CPNS 2017 menjamin bahwa tidak ada unsur kepentingan dan nama peserta tidak bisa dimodifikasi.

Berita ini bersumber dari Siaran Pers BKN.