Senin, 25 Desember 2017

BKN: Lowongan CPNS 2018 Tak Ada Jabatan Administratif

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS Tahun 2018, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah memastikan tak akan membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk jabatan atau posisi administratif pada 250 ribu kursi yang disediakan untuk tahun depan. Seluruh posisi yang dibuka untuk mendukung Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Formasi CPNS akan diarahkan untuk bidang-bidang yang mendukung Nawa Cita. Jadi jangan harap akan ada formasi administratif," tegas Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (25/12/2017).

Menurutnya, jabatan yang tersedia pada rekrutmen CPNS 2018, di antaranya guru, dokter, bidang, penyuluh pertanian, dan formasi jabatan lain yang mendukung program besar pemerintah dalam Nawa Cita.

"Pengumuman resmi penerimaan CPNS daerah akan dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) melalui website menpan.go.id dan bkn.go.id," Ridwan menjelaskan.

Asal tahu, Kementerian PAN RB akan membuka lowongan 250 ribu CPNS pada tahun depan. Sebanyak 38 ribu akan dibuka untuk pemerintah pusat dan 212 ribu CPNS untuk jatah pemerintah daerah.

Menurut Ridwan, jumlah lowongan CPNS yang dibutuhkan dihitung dari berbagai variabel, termasuk kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membayar gaji mereka.

"Bagi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang komponen belanja pegawai (gaji) PNS melebihi 50 persen dari total APBD, tentu akan sulit mendapat tambahan pegawai baru," paparnya

Cegah Kecurangan, BKN Siap Perbaiki Sistem Penerimaan CPNS 2018

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 sempat diwarnai berbagai persoalan. Salah satu yang ramai adalah tudingan kecurangan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Kementerian Keuangan maupun kontroversi nilai ambang batas (passing grade).


Tak mau terulang, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan mengaku, BKN telah melakukan evaluasi atas pengadaan CPNS tahun ini. BKN, di mana Kepala BKN sebagai Ex Officio Ketua Pelaksana Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) akan berperan dalam SKD dengan Computer Assisted Test (CAT) dan berfungsi koordinatif di lapangan.

"Berdasarkan evaluasi atas pengadaan CPNS 2017, BKN telah melakukan beberapa langkah persiapan," ujar Ridwan saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (25/12/2017).

Pertama, tambah Ridwan, perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan SKD dengan CAT BKN. Kedua, perbaikan perangkat lunak sistem CAT BKN. Ketiga, ekstensifikasi lokasi SKD CAT BKN dengan penambahan 5 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN di Ambon, Pontianak, Bengkulu, Sorong, dan Palu.

Keempat, memperbaiki atau meningkatkan kapasitas website Sistem Seleksi CPNS Nasional (sscn.bkn.go id). Kelima  menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Polda, Kodam dan Pemerintah Daerah jika jumlah peserta SKD melebihi kapasitas terpasang di BKN Pusat, Kantor Regional (Kanreg), dan UPT BKN.

Terakhir, menyebarluaskan informasi dan interaksi publik melalui berbagai kanal, web, media sosial, email, Help Desk, dan lainnya. Pengumuman resmi penerimaan CPNS daerah akan dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) melalui website menpan.go.id dan bkn.go.id.

"Kami imbau agar masyarakat tidak percaya jika ada pihak atau oknum mana pun yang menyatakan dapat membantu kelulusan CPNS," tutup Ridwan.

Berita ini bersumber dari Liputan6.

Kamis, 21 Desember 2017

Tahun Depan Seleksi CPNS Akan Kembali Dibuka

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Seleksi CPNS secara besar-besaran sudah dilakukan pada tahun 2017. Banyak kementerian dan lembaga lainnya yang melakukan rekrutmen CPNS.

Menteri PAN RB Asman Abnur mengatakan bahwa jumlah PNS yang diterima pada tahun 2017 masih butuh penambahan.

"Presiden sudah memberi sinyal untuk Insya Allah tahun ini kita akan merekrut lagi PNS," ujar Asman dalam acara Refleksi Akhir Tahun Kemenkumham di Gedung Pengayoman, Jaksel Pada Rabu (20/12).

Asman mengatakan, untuk rekrutmen PNS pada tahun depan tidak hanya berfokus pada kementerian saja, namun di pemerintah daerah Kabupaten/Kota dan juga Provinsi.
"Tidak hanya kementerian, tapi Pemkab/Pemkot dan juga Pemprov," ujar Asman.

Asman mengatakan bahwa kebutuhan PNS yang besar sejalan dengan jumlah PNS yang pensiun tiap tahunnya yang juga besar.

"Tiap tahun yang pensiun itu sekitar 120 ribu orang, bahkan untuk tahun ini yang pensiun sekitar 220 ribu orang," tambah Asman.

Asman mengatakan untuk rekrutmen pada tahun depan jumlahnya tidak akan melebihi jumlah PNS yang pensiun.

"Presiden bilang jumlahnya tidak boleh melebihi jumlah yang pensiun," ungkap Asman.
Dalam rekrutmen PNS Asman mengatakan bahwa yang terpenting adalah prosesnya yang benar.

Berita ini bersumber dari Kumparan.

Sabtu, 16 Desember 2017

Usulan Formasi CPNS Paling Lambat Akhir Desember

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) meminta Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) baik pusat maupun daerah untuk menetapkan hasil analisis beban kerja, rincian peta jabatan, dan kebutuhan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya Calon Pegawai  Negeri Sipil (CPNS) di instansi masing-masing. Dokumen penetapan itu harus disampaikan kepada Menteri PANRB melalui aplikasi formasi elektronik (e-formasi) paling lambat akhir Desember 2017.

Melalui surat pemberitahuan dengan nomor B/750/M.SM.01.00/2017 yang ditandatangani Menteri PANRB Asman Abnur, Menteri minta PPK Pusat dan PPK Daerah melakukan validasi ulang terhadap usul kebutuhan pegawai yang telah diinput ke dalam aplikasi e-formasi.

“Perlu kami sampaikan bahwa usulan kebutuhan PNS diprioritaskan untuk jabatan fungsional (tertentu) dan jabatan teknis lain yang mendukung tugas inti (core business) instansi. Khusus untuk pemerintah daerah diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, serta jabatan-jabatan yang mendukung pembangunan infrastruktur,” tulis surat tersebut.

Ditambahkan, khusus untuk pemerintah daerah, yang perlu diperhatikan adalah kemampuan APBD yang rasio belanja pegawainya di bawah 50 persen. Usulan harus dilengkapi dengan surat keterangan ketersediaan anggaran untuk gaji, diklat prajabatan, dan diklat pembentukan jabatan fungsional. Selain itu, formasi yang diusulkan harus sesuai dengan data pada menu usulan formasi.

PPK pusat dan daerah juga diminta melampirkan peta jabatan yang ditandatangani oleh PPK dalam bentuk Keputusan Menteri/Kepala Lembaga Pemerintah  Non Kementerian (LPNK), Gubernur, Bupati, atau Walikota, serta dokumen mengenai pelaksanaan redistribusi PNS, baik secara internal maupun eksternal dari instansi lain.

Jika ada kekeliruan dalam pengisian data jabatan, kualifikasi pendidikan, unit kerja, dan jumlah atau alokasi pada menu usulan formasi, agar segera dilakukan perbaikan pada menu struktur organisasi, analis jabatan dan usul formasi. “Panduan untuk perbaikan tersebut dapat dilihat pada sistem aplikasi e-formasi,” tulis Menteri Asman pada surat tersebut.

Ditegaskan, kebutuhan formasi CPNS untuk jabatan pelaksana harus sesuai dengan Peranturan Menteri PANRB No. 25 Tahun 2016 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah juncto Peraturan Menteri PANRB Nomor 18 Tahun 2017. Sedangkan  usulan untuk jabatan fungsional tertentu terbatas pada jenjang ahli pertama, jenjang terampil, dan jenjang pemula.

Semua proses tersebut disampaikan secara resmi kepada Menteri PANRB paling lambat harus diterima pada akhir Januari 2018. Sementara soft copy disampaikan melalui surat elektronik kepada ke alamat email : asdep2.sdma@menpan.go.id.

Diingatkan kembali, semua pihak harus berhati-hati terhadap penipuan mengenai rekrutmen PNS. Untuk perkembangan lebih jauh dan informasi resmi mengenai hal-hal di atas, harap memantau pada laman www.menpan.go.id.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Rabu, 13 Desember 2017

Pada tahun 2018 pembukaan CPNS akan didominasi untuk pemerintah daerah.

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa bagi masyarakat yang belum lolos dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017, jangan berkecil hati. Pada 2018, pemerintah akan kembali membuka seleksi CPNS.

Jika tahun ini mayoritas pendafataran CPNS mayoritas untuk Kementerian/Lembaga di pemerintahan pusat, pada tahun depan pembukaan CPNS akan didominasi untuk pemerintah daerah.

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Kementerian PANRB telah mengusulkan jumlah pembukaan CPNS 2018 ke Kementerian Keuangan.

"Yang jelas pada 2018 itu yang akan pensiun itu sebanyak 250 ribu orang, d imana 38 ribu itu di pemerintah pusat dan sisanya di daerah. Posisi terakhir baru itu yang kami sampaikan ke Kementerian Keuangan untuk 2018," kata dia dalam Media Gathering di Bogor, Rabu (13/12/2017).

pemerintah tetap melakukan seleksi CPNS 2018 dengan sistem zero growth, mengingat moratorium sampai saat ini belum dicabut oleh Menteri PANRB. Artinya, tambahan CPNS tidak akan melebihi jumlah PNS yang pensiun.

Mengenai jadwal seleksi CPNS 2018, Setiawan mengaku masih belum bisa memastikan bulan apa akan diadakan. Hanya saja dirinya memiliki tenggat waktu yang diharapkan.

"Biasanya kami kalau sudah usulkan, nanti akan menunggu usulan dari instansi pemerintahan. Baru nanti kita validasi, itu akan kita lakukan di Februari-Maret 2018. Baru kalau sudah selesai nanti kita persiapan untuk buka lagi," tanbah dia.

Usulan posisi yang dilakukan isntansi pemerintahan, saat ini Kementerian PANRB sudah menerapkan model e-formasi. Dengan ini maka akan mempersingkat waktu validasi.

Posisi-posisi yang akan disetujui oleh Kementerian PANRB ini nantinya akan disesuaikan dengan visi misi masing-masing pemerintahan baik pusat dan daerah.

Berita ini bersumber dari Liputan6.

Kamis, 30 November 2017

Siap-siap, Penerimaan CPNS 2018 Diharapkan Dapat Dimulai pada Awal Tahun

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menargetkan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Saat ini kementerian masih menunggu jumlah formasi CPNS yang diajukan oleh pemerintah daerah (pemda).

Menteri PANRB Asman Abnur mengatakan, para kepala daerah telah diperbolehkan untuk mengajukan formasi yang dibutuhkan. Menurut dia, semakin cepat formasi tersebut diusulkan akan semakin baik. Sebab dengan demikian proses rekrutmen CPNS 2018 bisa dibuka sejak awal tahun.

"Kalau mau mengajukan enggak apa-apa, dari sekarang boleh. Ya mudah-mudahan kalau saya berharap cepat. Biar nanti tahun 2018 ini bisa kita laksanakan di awal tahun," ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Asman menjelaskan, alokasi jumlah formasi PNS yang akan dibuka pada tahun depan salah satunya akan mengikuti besaran jumlah PNS yang pensiun.‎ Namun, jumlahnya tidak akan sebesar PNS yang akan memasuki masa purna bakti tersebut.

"Meman‎g mau tidak mau kita harus mengisi PNS yang sudah pensiun. Nah kita targetkan pertumbuhannya tidak plus, tapi minus. Jadi kalau mungkin yang pensiun 100 ribu, kita terima separuhnya," dia menjelaskan.

Selain itu, alokasi jumlah CPNS tersebut juga akan bergantung pada kemampuan keuangan negara. Sebab itu, saat ini Kementerian PANBR tengah berkoordinasi dengan Kemenkeu terkait hal ini.

"Tapi keputusannya nanti sangat tergantung pada kemampuan keuangan. Jadi nanti dengan Bu Menkeu akan menghitung dulu kemampuan APBN kita," tandas dia.

Berita ini bersumber dari Liputan6.

Selasa, 28 November 2017

Menpan-RB Jelaskan Kebutuhan dan Persiapan CPNS 2018

Sahabat pembaca info seleksi cpns 2018, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abrur mengatakan bahwa kementeriannya tengah mengevaluasi kebutuhan CPNS 2018 mendatang.

"Karena di 2018 ini kurang lebih ada 220 ribu PNS yang pensiun, untuk mengisi ini, kita mencoba membuat secara detail unit-unit mana saja yang membutuhkan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil)," ujar Asman di The Westin Hotel Jakarta, Senin, November 2017.

Asman mengatakan, dirinya belum bisa menyampaikan secara detail tentang instansi-instansi pemerintah mana yang tengah membutuhkan CPNS di 2018 mendatang.

Namun Asman berujar, jabatan CPNS yang rencananya akan ditawarkan pada tahun depan harus betul-betul diisi oleh tenaga kerja yang menguasai bidang-bidang khusus, untuk mendorong percepatan pembangunan di masing-masing instansi terkait. "Jadi bukan tenaga administratif," ujarnya.

Asman mencontohkan, tenaga-tenaga khusus yang dibutuhkan tersebut mencakup bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan bidang-bidang lain. "Seperi LIPI yang membutuhkan peneliti, BNN yang membutuhkan pelatih untuk anjing pelacak, dan lain sebagainya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah akan kembali membuka seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2018 mendatang. Asman mengatakan, bulan depan, kementeriannya akan mengajukan terkait dengan rencana tersebut kepada presiden. “Jika semuanya lancar, awal 2018, kami buka rekrutmen,” kata Asman di kantornya, pekan lalu.

Terkait jumlah CPNS yang akan diterima, Asman mengatakan bahwa kementeriannya tidak akan menerima CPNS sejumlah dengan PNS yang pensiun di 2018. "Kita hanya menerima 50 persen dari jumlah yang pensiun, atau lebih sedikit,” ucap Asman.
 
Berita ini bersumber dari Tempo.

Minggu, 26 November 2017

MenPAN-RB: 500 Pemkot dan Pemkab Minta Tambahan PNS

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menyatakan sebanyak 34 pemerintah provinsi dan sekitar 500 pemerintah kabupaten dan kota mengajukan penambahan aparatur sipil negara (ASN) atau lebih dikenal dengan PNS.

"Hingga saat ini lebih kurang 500 kabupaten dan kota mengajukan untuk kebutuhan ASN, serta 34 provinsi dan termasuk kementerian, lembaga yang ikut mengajukan kebutuhan ASN," kata Menteri PAN-RB Asman Abnur di Tanjungpinang, seperti dikutip dari Antara, Minggu (26/11/2017).

Dia menjelaskan sampai sekarang Kemenpan-RB belum memutuskan mengenai penerimaan ASN tersebut dan keputusan akan disampaikan setelah dilakukan analisis dari permohonan penambahan ASN masing-masing daerah.

KemenPAN-RB akan menganalis kebutuhan dan kemampuan keuangan negara. Penambahan ASN disebutnya harus memberi dampak positif pada pemerintahan dan masyarakat, jangan sampai malah menjadi beban negara.

"Yang jelas kami sesuaikan kebutuhan utamanya, misalnya bidang pendidikan, bidang kesehatan itu utama," ujarnya.

Tahun ini, Kemenpan-RB membuka formasi untuk sekitar 37 ribu Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Pemerintah mengutamakan penerimaan CASN di setiap kementerian dan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.

"Seperti misalnya hakim, imigrasi, Kementerian Keuangan, di-61 kementerian," ujarnya.

Asman mengemukakan seleksi penerimaan CASN dilaksanakan secara terbuka, penilaian berdasarkan nilai yang paling tinggi dan mengacu pada sistem ambang batas nilai.

"Jadi enggak bisa main main lagi soal tes PNS," ujarnya.

Menurutnya, penerimaan CASN tidak bisa lagi berdasarkan rekomendasi pejabat, berdasarkan rekomendasi menteri, akan tetapi yang bisa membantu untuk kelulusan tes CASN ke depan berdasarkan kemampuan.

"Nah itu yang menjadi ukuran kami. Jadi ASN yang masuk itu nanti orang-orang pintar, orang-orang pilihan," ujarnya.

Berita ini bersumber dari Liputan6.

Kamis, 23 November 2017

Ini Syarat Baru Pemda Boleh Rekrutmen CPNS Guru 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Arizal menjelaskan tahun depan tidak menutup kemungkinan dibuka rekrutmen CPNS daerah.

Termasuk diantaranya untuk formasi guru. ’’Kalau mau dapat kuota CPNS baru, pemda harus jalankan redistribusi guru,’’ katanya, di Jakarta kemarin (22/11)

Selama pemda tidak menjalankan pendistribusian ulang itu, Kementerian PAN-RB tidak akan memberikan kuota CPNS baru.

Data yang dihimpun Kementerian PAN-RB kelebihan guru terjadi di jenjang TK dan SMA sederajat. Untuk jenjang SMA kebutuhan guru PNS berdasarkan jumlah rombongan belajar (rombel) adalah 146.129 orang.

Ternyata di lapangan jumlah PNS guru jenjang SMA ada 167.021 orang. Sehingga terjadi kelebihan guru di jenjang SMA sebanyak 20 ribu orang lebih.

Sedangkan di jenjang SD dan SMP kekurangan karena kebutuhan lebih banyak dibanding ketersediaan. Untuk jenjang SD misalnya, kebutuhannya mencapai 1.0889.555 orang.

Sedangkan jumlah guru PNS di SD saat ini 817.489 orang. Sehingga terjadi kekurangan sebanyak 272.057 orang.

Arizal mengungkapkan sejatinya tahun ini juga dibuka lowongan CPNS baru untuk daerah. Tetapi kewajiban redistribusi PNS di daerah tidak jalan.

Sehingga pemerintah menetapkan tidak ada lowongan CPNS baru untuk pemda tahun ini. Lowongan CPNS baru untuk pemda hanya dibuka di Kalimantan Utara karena sebagai provinsi baru yang butuh pegawai.

Arizal berharap bupati, walikota, atau gubernur tegas dalam menata kepegawaiannya. Jangan sampai tersandera dengan kepentingan politik.

Arizal mengungkapkan banyak sekali permintaan mutasi PNS guru yang didasari oleh kepentingan politik.

’’Karena kerabat politisi, guru di desa diminta untuk dipindah ke kota. Padahal di kota sekolahannya kelebihan guru,’’ jelasnya.

Dia menuturkan rekrutmen CPNS untuk daerah tidak ada pengkhususan bagi para tenaga honorer. Guru honorer maupun pelamar baru, harus sama-sama ikut seleksi berbasis komputer.

Arizal menuturkan ketetapan kuota CPNS baru untuk daerah menunggu ketetapan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Arizal berharap para guru honorer tidak menuntut untuk bisa diangkat menjadi CPNS baru. Sebab alokasi CPNS baru tentu terbatas.

Jalan lain yang bisa diupayakan pemerintah adalah menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Dia mengatakan saat ini rancangan peraturan pemerintah tentang P3K sudah masuk ke meja presiden untuk ditetapkan.

Dia menegaskan guru P3K memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan guru PNS. Termasuk untuk mendapatkan tunjangan kinerja atau tunjangan profesi guru (TPG).

Hanya saja guru P3K sangat mudah diputus ikatan kerja jika performa mengajarnya kurang baik. ’’Sehingga diharapkan bisa terjadi peningkatan kompetensi secara berkala,’’ jelasnya.

Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Hamid Muhammad sudah melakukan pendataan seluruh guru honorer di Indonesia.

Pendataan itu diantaranya terkait dengan persyaratan untuk menjadi CPNS. Hasilnya ada sekitar 252 ribu guru honorer yang layak untuk mendaftar CPNS.

Diantaranya usia mereka masih di bawah 33 tahun. Kemudian memiliki ijazah minimal S1 dan telah lulus sertifikasi guru.

’’Syarat untuk jadi guru CPNS maupun P3K sama. Usia, ijazah S1, dan harus lulus sertifikasi guru,’’ paparnya.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB Herman Suryatman menuturkan pendataan guru honorer oleh Kemendikbud itu bukan berarti bakal ada rekrutmen CPNS khusus untuk honorer. Dia mengatakan pendataan itu penting jika suatu saat nanti dibuka pendaftaran CPNS guru baru.

’’Para guru honorer yang memenuhi kriteria itu tinggal mendaftar secara online kemudian ikuti ujian,’’ jelasnya. Herman menuturkan memang ada wacana membuka rekturmen CPNS daerah tahun depan. Tetapi sampai saat ini kuotanya belum ditetapkan.

Berita ini bersumber dari JPNN.

Selasa, 14 November 2017

Tiga Instansi Pemerintah Gelar SKB CPNS Serentak di Kantor Pusat BKN

Sahabat pembaca info seleksi cpns 2018, sudah tahukah anda bahwa Senin (13/11/2017), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertahanan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir mulai menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Pusat BKN.

Pantauan Humas BKN, total peserta yang mengikuti SKB untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berjumlah 1.503 orang, dan dilaksanakan di 8 lokasi tes. Sebanyak 120 peserta pada Kementerian Pertahanan dan 30 peserta pada Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi Seleksi, Bayu Yudhantoro menjelaskan jika SKB merupakan tes untuk menguji kemampuan kompetensi bidang peserta tes, disesuaikan dengan formasi yang dilamar.

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Respati Yuwono mengatakan jika SKB kali ini terdiri dari 6 jenis bidang Jabatan yakni, Teknik Pengairan(S1), Teknik Jalan Jembatan (S1), Teknik Tata Bangunan (S1), Teknik Penyehatan Lingkungan Pemukiman (S1), Teknik Pembinaan Jasa Konstruksi (S1) dan Teknik Jalan Jembatan Terampil (D3). Respati menambahkan, “Untuk mengantisipasi kecurangan, dalam melakukan tes SKB pihaknya melakukan body check,” tutupnya. 

Berita ini bersumber dari BKN.

Minggu, 12 November 2017

Penerimaan CPNS daerah dibuka secara nasional 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) daerah akan dibuka secara nasional tahun depan, kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur. 

"Tahun depan kita buka, tahun 2018, untuk daerah, per kabupaten dan provinsi," kata Asman yang ditemui seusai acara Sosialisasi dan Konsultasi Pembentukan Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Sulawesi Selatan dan Implementasi LAPOR! SP4N di Sulawesi Selatan, di Makassar, Jumat.

Penerimaan CPNS, kata dia, akan disesuaikan dengan usulan bupati dan gubernur sesuai dengan kompetensi bidang apa saja yang ingin dikembangkan di daerah.

"Jangan bidang pertanian misalnya yang ingin kita kembangkan, tetapi tidak punya pegawai di bidang pertanian," ujarnya.  

Asman berharap Pemda dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) benar-benar mengkaji kebutuhan pegawainya dengan baik sebelum mengusulkan formasi yang dibutuhkan.

Sementara terkait jumlah CPNS yang akan diterima, Asman mengatakan sedang memperhitungkan jumlah penerimaan yang sesuai dengan kemampuan keuangan negara.

"Termasuk salah satu syarat, pemerintah daerah belanja pegawainya tidak boleh lebih dari 50 persen," katanya. 

Ia juga berharap perekrutan CPNS daerah ini dapat dilakukan secepatnya.

"Lebih cepat lebih bagus," pungkasnya.

Berita ini bersumber dari Antaranews.

Rabu, 08 November 2017

SKB CPNS Kementerian PANRB 2017, Mulai dari Psikotes

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi  Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017. Seleksi ini akan dilaksanakan tiga hari, Rabu (08/11) hingga Jumat (08/11).

Pada hari pertama, peserta melakukan psikotes, yang dilanjutjkan dengan menuliskan pengalaman berharga yang pernah terjadi selama hidupnya. “Sorenya, peserta diminta menceritakan pengalaman berharga tersebut," ujar Kepala Biro SDM Umum Edy Syah Putra, saat memberi arahan kepada para peserta.

Edy menambahkan, pengalaman yang ditulis itu juga akan dijadikan bahan wawancara oleh user. Wawancara itu rencananya akan dilakukan esok hari, 9 November 2017. Kemudian, pada Jumat (10/11), peserta melaksanakan tes kompetensi bidang berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang diadakan di kantor BKN Pusat.

Edy memberikan gambaran tentang pekerjaan yang harus dilakukan pegawai Kementerian PANRB. Menurutnya, bekerja di kementerian ini akan sangat berguna bagi bangsa Indonesia. "Di Kementerian PANRB ini saudara dapat bekerja lebih banyak untuk negara. Karena kita lebih banyak membuat regulasi," jelasnya.

Berdasarkan pantauan, dari 59 peserta yang dipanggil untuk mengikuti SKB, ada empat orang yang tidak hadir. Kepada para peserta yang hadir, Edy berpesan agar tidak terlalu tegang dalam mengikuti tes ini. "Selamat berjuang, jangan terlalu tegang," imbuhnya memberi semangat.

Berdasarkan Permen PANRB No. 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) memiliki bobot 40 persen sedangkan bobot SKB adalah 60 persen.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Selasa, 07 November 2017

Mulai 8 November 2017, BKN Gelar SKB CPNS 2017

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai 8 November hingga 15 November 2017 akan menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi peserta rekrutmen CPNS BKN tahun ini.

SKB digelar di Kantor Pusat BKN dan 12 Kantor Regional BKN yang ada di Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makasssar, Medan, Palembang, Banjarmasin, Jayapura, Denpasar , Manado, Pekanbaru dan Banda Aceh.

Dalam Pengumuman yang tertuang pada surat Nomor : 05/PENG.1/PANPEL.BKN/XI/2017 dan ditandatangani oleh Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti dijelaskan bahwa SKB BKN terdiri dari tes substansi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara. Jadwal SKB, baik tes substansi maupun wawancara dilaksanakan pada hari yang sama kecuali SKB yang dilaksanakan di Kantor Pusat BKN akan diumumkan setelah pelaksanaan tes substansi.

Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan Senin (6/11/2017) menjelaskan ada sejumlah ketentuan dan tata tertib yang perlu diperhatikan para peserta SKB di antaranya para peserta tes wajib hadir 60 menit sebelum jadwal yang ditentukan, peserta wajib membawa KTP asli/asli surat keterangan telah melakukan perekaman e-KTP serta kartu peserta ujian untuk diperiksa oleh panitia. “Pelanggaran atas segala ketentuan dan tata tertib akan membawa konsekuensi diberikannya sanksi berupa teguran lisan sampai dibatalkannya kepesertaan dalam SKB oleh panitia. Karena itu baca isi pengumuman dengan seksama, agar jangan sampai peserta SKB gagal bukan karena tak mampu menjalani tes dengan baik tapi harus pulang tanpa hasil karena melanggar aturan,” jelas Ridwan. dep

Informasi selengkapnya jadwal SKB serta berbagai Ketentuan dan tata tertib bagi peserta dapat diunduh pada link berikut : http://www.bkn.go.id/pengumuman/jadwal-skb-cpns-bkn-tahun-2017

Berita ini bersumber dari BKN.

Kamis, 26 Oktober 2017

Tanggapan Peserta SKD CPNS 2017 dari Berbagai Daerah, Bukan Keluarga PNS pun Punya Harapan Sama

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa saat ini beberapa instansi pemerintah sedang melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada berbagai kisah dan apresiasi dari para peserta SKD tahun ini yang menekankan nilai transparansi.

Kevin Fernando, peserta SKD di Jambi yang ditemui Tim Monitoring SKD Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Jambi, merasa perekrutan tahun ini cukup adil karena yang lolos adalah hasil dari kemampuan diri sendiri meski persiapannya cukup panjang. “Selama saya ikuti dari awal memang cukup panjang. Saya merasa fair dan adil, karena sesuai dengan kemampuan diri sendiri,” katanya usai mengikuti tes kesamaptaan di Jambi, Kamis (26/10).

Kevin sendiri mengikuti tes untuk lowongan di Kementerian Hukum dan HAM. Saat fitemui, dia tengah mengikuti tes kesamaptaan di Gelanggang Olah Seni (GOS) Kota Baru, Jambi. Ia merasa bersyukur bisa sampai tahap kesamaptaan ini. Kedepannya, ia berharap sistem rekrutmen ini semakin meningkat. Terutama pada website yang sempat tidak dapat diakses.

Masih di Jambi, seorang peserta SKD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut sistem ini sangat baik karena bisa mengurangi KKN. Sistem CAT ini adalah harapan bagi peserta yang tidak memiliki sanak saudara dari kalangan PNS. “Dengan adanya tes menggunakan sistem CAT ini sangat bagus, bahkan kami yang tidak mempunyai saudara PNS bisa mempunyai harapan karena CAT ini menurut saya transparan, bersih dan akuntabel,” jelas peserta yang enggan menyebut namanya itu.

Bukan hanya belajar, ia membeberkan persiapannya menjelang tes ini adalah mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. “Belajar dengan sungguh-sungguh dan mengetahui kelemahan dan kelebihan saya,” imbuhnya.

Seperti Kevin, seorang peserta SKD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kalimantan Barat bernama Cindy Claudia, juga menyebut sistem CAT ini bisa mereduksi kecurangan. “Pelaksanaannya fair ya. Sulit ada kecurangan, seperti gosip yangvsempat muncul pada tahun sebelumnya. Kalau seperti ini kan lebih adil kan,” jelas Cindy.

Meski ia mengatakan kesempatan lolos SKD cukup kecil, ia mampu lolos dengan nilai yang cukup memuaskan. Pada soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Cindy mendapat nilai 85. Untuk Tes Intelijensi Umum (TIU) ia memperoleh nilai 100, dan untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ia berhasil mendapat nilai 164. Total, Cindy memperoleh nilai 344.

Wanita yang mengambil jurusan pendidikan Bahasa Inggris saat kuliah ini merasa adanya perekrutan CPNS ini merupakan peluang besar saat ia baru saja menyelesaikan kuliahnya. Soal persiapan, ia hanya menyebut cukup belajar dengan baik menjelang tes.

“Menurut saya ini peluang besar, setelah saya selesai kuliah ada kesempatan ini. Walaupun kesempatannya kecil, karena yang dicari sedikit pastinya saya persiapkan belajar dengan baik,” ujarnya.

Selain mengapresiasi sistem SKD, Cindy juga merasa nyaman saat dilayani oleh panitia SKD. Pelayanan yang baik itu menjadikan Cindy dapat mengerjakan soal-soal dengan tenang. “Pelayanan baik, jadi saya bisa mengerjakan tes dengan tenang,” pungkasnya.

Sementara itu, di D.I. Yogyakarta, seorang peserta asal Kebumen bernama Akhmad Faiq Nashrullah juga sangat mengapresiasi sistem yang real time ini. Pria lulusan Fakultas Teknik ini menjalani SKD untuk formasi Auditor ahli pertama inspektorat Kementerian Perindustrian.

Kepada tim monitoring Kementerian PANRB, ia menilai perekrutan tahun ini bebas dari KKN. “Saya melihat sudah akuntabel, tansparan. Dan yang pasti penting bebas dari KKN,” katanya. 

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Rabu, 25 Oktober 2017

Irianto: Sistem CAT Sangat Tepat untuk Dapatkan PNS Berkualitas

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara saat ini sedang melaksanakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berlangsung hingga 28 Oktober 2017 nanti.

Pada tes SKD, ada 12.132 peserta yang dinyatakan lolos berkas. Namun, selama pelaksanaan tes CAT SKD ini ribuan pelamar juga dinyatakan tidak lolos untuk mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kendati demikian, menurut Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, secara umum pelaksanaan ujian seleksi CPNS di daerahnya relatif aman dan lancar.

"Pada intinya, pelaksanaan tes CPNS di Kaltara ini tetap aman dan lancar," ujar dia di Tanjung Selor, Rabu (25/10/2017).

Namun, dia berjanji akan terus memantau dan memonitor pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang sedang berlangsung itu.

Kemudian. Irianto membandingkan pelaksanaan tes CPNS 2014 di daerahnya dengan Pelaksanaan tes CPNS 2017. Ia menilai, saat ini tes lebih ketat dan teratur serta terkoordinir utamanya dalam penggunaan sistem Computer Assisted Tes (CAT).

"Penerimaan CPNS yang memberlakukan sistem CAT ini sangat tepat untuk mendapatkan PNS yang benar-benar berkualitas karena kelulusannya ditentukan oleh hasil tes yang sangat ketat," ujarnya.

Pelaksanaan tes CPNS 2017 ini, lanjutnya, sangat sulit akibat ketatnya persaingan karena dibuka secara umum yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sehingga harus dilalui oleh peserta dengan beberapa tahapan dan kemampuan yang dimiliki.

Gubernur Kaltara sangat yakin, tidak akan terjadi kecurangan-kecurangan selama pelaksanaan tes CAT ini. Oleh karena itu, kelulusan ditentukan sendiri oleh kompetensi yang dimiliki para peserta.

Tak lupa pula mengapresiasi kinerja panitia seleksi nasional dan lokal yang telah berjuang keras demi kelancaran dan keamanan selama ini mulai dari pendaftaran hingga sekarang.

Berita ini bersumber dari KORPRI ONLINE.

Sabtu, 21 Oktober 2017

Atmosfir Persaingan Ketat, Peserta SKD Optimalkan Persiapan

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa atmosfir persaingan yang ketat dalam proses seleksi CPNS 2017 mendorong peserta mempersiapkan diri sematang mungkin saat akan menghadapi ujian. Salah satu peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari Kementerian ESDM Ryan Edi Cahyanto menuturkan “Seleksi di Kementerian ESDM itu sangat ketat. Pelamarnya banyak padahal yang diambil nantinya hanya sedikit. Untuk itu saya berusaha semaksimal mungkin menghadapi SKD ini. Beberapa persiapan yang saya lakukan antara lain membeli buku, membaca dari internet dan mencari info gambaran pelaksanaan SKD dari temen-teman yang sudah menjalani lebih dulu,” tuturnya saat ditemui Tim Humas BKN, Jumat (20/10/2017), selepas menjalani SKD di Kantor Pusat BKN.

Di bagian lain, salah satu peserta SKD dari Kementrian BPOM Yulianti mengapresiasi digunakannya CAT dalam SKD gelombang dua ini. “Menurut saya sistem CAT ini dapat menghindari kecurangan. Selain itu, sistem tidak tertulis ini sangat memudahkan peserta karena jawaban tidak harus dibulatkan seperti menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK),” tuturnya.

 Sementara itu Ritia peserta SKD dari Kementerian BMKG menuturkan “Menurut saya dengan adanya sistem CAT BKN pelaksanaan tes jadi lebih terstruktur dan dapat menghindari kecurangan. Selain itu sistem ini sangat transparan, habis tes langsung bisa lihat nilai,” ujarnya.

 Senada dengan para peserta, Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian BPOM Ida Farida menyampaikan bahwa pelaksanaan rekrutmen CPNS kali ini sangat transparan, siapa yang lulus passing grade dan siapa yang tidak, jelas terpampang nilainya pada monitor sehingga tak ada satu pihak pun yang bisa memanipulasi. “Kami juga berterima kasih kepada BKN karena sudah memberi fasilitas yang memadai untuk penyelenggaraan ujian CPNS tahun ini,” tuturnya.

Berita ini bersumber dari BKN.

Rabu, 18 Oktober 2017

Ketika Menteri Asman Membaca Garis Tangan Peserta SKB CPNS KemenkumHAM

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengunjungi peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM, di Kantor Wilayah KemenkumHAM, di Jakarta, Rabu (18/10). Ada perbincangan unik saat Menteri Asman mengunjungi salah seorang peserta, yaitu saat sang Menteri membaca garis tangan satu orang peserta yang sedang registrasi.

Kejadian itu bermula saat Menteri Asman mendatangi seorang peserta yang sedang melakukan registrasi sebelum wawancara SKB. “Kenapa kamu minat kerja menjadi petugas imigrasi?” tanya Menteri Asman.

“Mau melayani pembuatan paspor, pembuatan visa. Karena saya minat pak,” jawab peserta yang tidak menyebutkan namanya itu.

Dia mengatakan dirinya merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dari jurusan  Teknologi Informatika. Pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebelumnya, ia mendapat nilai 360.

“Cukup tinggi ya. Jadi ahli IT imigrasi kamu nanti,” kata Menteri Asman.

Setelah perbincangan itu, kemudiah Menteri Asman memegang tangan peserta tersebut dan melihat garis tangannya. “Coba lihat tangannya. Lulus kamu,” ucap Menteri Asman sambil tersenyum kepada peserta.

Mendengar ucapan tersebut dari seorang Menteri, peserta tersebut tersenyum secara spontan. Tidak lama, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menghampiri Menteri Asman dan peserta itu. Menkumham Yasonna menyebut instansinya memang membutuhkan tenaga IT.

“Kamu IT, ya? Kita butuh itu, asal kamu lulus,” ujar Menteri Yasonna.

Kemudian Menteri Asman pun menunujukkan garis tangan si peserta kepada Menteri Yasonna. Menanggapi Menteri Asman yang seakan ‘membaca’ garis tangan si peserta, sambil tersenyum Menteri Yasonna menganggap itu sudah tanda zaman. Namun ia tetap memberi nasihat kepada peserta tersebut agar tetap berusaha saat SKB nanti.

“Sudah ada tanda-tanda zaman itu. Tinggal kamu betul-betul bagus, karena semua transparan. Kamu lihat saja nanti,” kata Menteri Yasonna.

Setelah perbincangan mengenai garis tangan, Menteri Asman kemudian bertanya bagaimana pandangan peserta mengenai sistem perekrutan CPNS tahun ini yang berbasis pada teknologi. Peserta itu mengaku sangat puas dan menganggap sistem tahun ini luar biasa. Dia juga berharap ada peningkatan sistem si tahun-tahun berikutnya.

“Bagus pak, tidak molor. Jadi saya sangat puas dengan itu. Perbaikannya luar biasa. Pertahankan, pak. Kalau bisa tahun depan tingkatkan,” ujarnya kepada Menteri Asman.

Mendengar jawaban itu, sontak Menteri Asman dan Yasonna tertawa puas. “Berarti mantap ya,” imbuh Menteri Asman sambil tersenyum, dan kemudian meninggalkan ruang registrasi.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Tes SKB Kemenkumham Jamin Objektif dan Transparansi

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa saat ini Kementerian Hukum dan HAM sedang melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan sistem yang berbasis teknologi digital atau IT. Sistem ini bahkan tidak memungkinkan pewawancara mengetahui pertanyaan apa saja yang akan diajukan pada peserta. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, mengatakan sistem ini akan dijadikan model bagi 61 kementerian atau lembaga yang sedang membuka lowongan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Khusus hari ini, saya melihat yang dilaksanakan oleh Kemenkumham soal tes wawancara. Tadi sudah dijelaskan secara transparan, tidak mungkin lagi ini ada sesuatu yang dimainkan. Maka dari itu saya sudah ambil kesimpulan, di 61 kementerian atau lembaga akan kita replikasi,” ujar Menteri Asman saat meninjau SKB CPNS KemenkumHAM di Kantor Wilayah KemenkumHAM, Jakarta, Rabu (18/10).

Menteri Asman pun telah meminta izin kepada MenkumHAM Yasonna Laoly untuk menggunakan sistem ini secara nasional. Harapannya, dengan sistem modern seperti ini penerimaan PNS akan lebih obyektif dan transparan. Sistem yang digunakan ini tidak kalah oleh sistem rekurtmen yang dilakukan korporasi swasta.

Menteri Asman menjelaskan, CPNS yang lolos nantinya adalah orang-orang pilihan yang memang memiliki kompetensi, bukan hasil dari ‘titipan’. “Jadi kita berharap orang-orang pilihan lah yang masuk PNS. Bukan orang titipan. Yang sesuai dengan kemampuan tesnya, bukan kemampuan bekingnya,” tegasnya.

Sebelumnya, dijelaskan Menteri Yasonna, sistem ini akan sangat transparan dan mereduksi penilaian subyektif. Hal itu disebabkan karena penguji sendiri tidak tahu pertanyaan dan siapa yang akan diwawancara. “Jadi mereka daftar, lalu masuk di tempat wawancara diketik nomor registrasi dan muncul namanya, riwayat hidupnya, di komputer itu. Dan pewawancara tidak tahu siapa yang diwawancara, karena random, pertanyaannya juga,” jelas Menteri Yasonna.

Untuk sistem penilaian, ia menjelaskan komputer sudah diprogram sedemikian rupa sehingga nilai dapat muncul secara otomatis sesuai bobot jawaban peserta SKB. Nilai itu tergantung dari clue jawaban yang juga sudah diprogram. “Langsung komputer memberikan pertanyaan dan clue jawaban. Dan kalau begini jawabannya nilainya tinggi, kalau begini sedang, kalau begini rendah,” sambungnya menjelaskan.

Meski pertanyaan sudah ditentukan, penguji tetap bisa memberikan pertanyaan tambahan jika dibutuhkan. Dia juga menjelaskan, pertanyaan-pertanyaan ini dibuat oleh tim yang terdiri dari psikolog, ahli dalam bidang tertentu, dan tim khusus dari AURI.

Setelah nilai dari jawaban peserta muncul, maka sudah bisa diganti lagi. Karena menjunjung tinggi transparansi, peserta pun bisa menghitung sendiri nilai gabungan selama ia mengikuti seleksi CPNS.

“Setiap pertanyaan masuk angka. Setelah selesai masuk nilai, tidak bisa diubah lagi, by system. Nanti digabung dengan CAT dan tes bidang yang lalu. Dia bisa hitung sendiri nanti,” imbuhnya.

Ditegaskan, pada rekrutmen PNS tahun ini, tidak ada ruang untuk calo. Menteri Yasonna kembali mengimbau kepada semua peserta untuk tidak percaya pada seseorang yang menjanjikan kelulusan. Bahkan seorang menteri pun tidak bisa mengintervensi proses rekrutmen ini. Kelulusan ditentukan oleh kemampuan dan prestasi peserta.

“Bahkan saya sebagai menteri untuk mengintervensi. Sekarang seluruh indonesia berlangsung seperti itu. Dengan sistem ini kita sampaikan kepada mereka tidak memungkinkan ada calo. Kemampuan anda, prestasi anda, itu yang menentukan lulus atau tidak,” pungkasnya.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Selasa, 17 Oktober 2017

Seleksi Ketat CPNS Kemenpora, Yang Diterima Adalah The Best Among The Best

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraraga Gatot S Dewa Broto bersama Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan Adiati Noerdin, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Samsudin, Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad dan Deputi Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aris Windiyanto membuka Tes Kompetensi Dasar (TKD) Seleksi Penerimaan CPNS Kemenpora 2017 di Gedung Pusat Olahraga Persahabatan Korea Indonesia (POPKI) Cibubur Jakarta Timur, Senin (18/10).

Saat membuka kegiatan seleksi CPNS, Gatot S Dewa Broto menyampaikan bahwa proses rekrutmen dan seleksi CPNS yang berdasarkan sistem meritokrasi merupakan langkah yang strategis. Memilih orang yang terbaik diantara yang terbaik (the best among the best) sebagai CPNS diharapkan mampu menunjang kinerja birokrasi pemerintah.

Sesmenpora juga menyatakan bahwa kompetensi untuk menjadi CPNS di Kemenpora sangatlah tinggi. Dari sekitar 2636 peserta yang mendaftaryang akan diterima hanya berjumlah 27 orang. Untuk itu, Sesmenpora meminta kepada semua peserta untuk benar-benar memanfaatkan tes seleksi dengan sebaik-baiknya.

Lebih lanjut lagi, Gatot S Dewa Broto mengartikulasikan bahwa birokrasi pemerintah bergantung pada kualitas dan kuantitas PNS. “Birokrasi yang baik membutuhkan pegawai yang profesional, disiplin, akuntabel, dan menyadari tanggung jawabnya dengan baik sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Sesmenpora menuturkan agar para pelamar yang lulus pada setiap tahapan dan diangkat menjadi CPNS hendaknya memiliki semangat guna mewujudkan good governance dan responsif terhadap tantangan yang ada. “PNS perlu juga berwawasan jauh ke depan dan melakukan terobosan positif untuk kepentingan organisasi,”pungkasnya.

"Saya juga menegaskan beberapa poin penting bahwa para peserta harus menjauhkan pikiran bahwa tes ini tidak murni. Saya tekankan sekali lagi bahwa tes ini adalah murni, tidak ada titipan-titipan beberapa pejabat yang ada di Kemenpora, dan saya jamin itu. Sebab zaman sekarang sudah tidak musim titipan-titipan, semua murni berdasarkan kualitas dan kemampuan kalian semua," ujar Gatot S Dewa Broto.

"Pesan saya, Kemenpora dalam waktu dekat ini akan menghadapi beberapa even besar seperti Asian Games dan Asian Para Games 2018 serta banyak even internasional lainnya. Jika kalian semua nanti bisa masuk di Kemenpora, maka kalian semua harus siap dengan kondisi yang kalian harus hadapi. Jadi selamat melakukan tes, tetap tersenyum dan nikmati apa yang kalian hadapi sekarang," tutup Sesmenpora.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Alamat Lokasi Mandiri Pelaksanaan SKD CPNS Periode II Tahun 2017

Sesuai jadwal pengumuman yang disampaikan sebelumnya di http://www.bkn.go.id/berita/jadwal-dan-lokasi-skd-cpns-periode-ii-2017, berikut dipublikasikan alamat lokasi mandiri pelaksanaan SKD CPNS Periode II Tahun 2017 di Ibu Kota Provinsi. File alamat lokasi dapat juga diakses di sini
No.
Wilayah
Venue
 JAWA
1.Bandung
AULA BUMI KITRI PRAMUKA HOTEL Jl. CIKUTRA NO. 276 A BANDUNG – JAWA BARAT, (RALAT)
2.Semarang
GOR PATRIOT
JL.PERINTIS KEMERDEKAAN, PUDAK PAYUNG, BANYUMANIK KOTA SEMARANG
JAWA TENGAH 50265
3.Yogyakarta
PRIMA SR HOTEL & CONVENTION
JL. MAGELANG KM 11 YOGYAKARTA
4.Surabaya
GOR BRAWIJAYA
JALAN HAYAM WURUK, NO.17-42 SAWUNGGALING
WONOKROMO, KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR 60242
5.Jakarta
MARIA CONVENTION HALL
JL. PERINTIS KEMERDEKAAN, RT.5/RW.4, KAYU PUTIH,
PULO GADUNG, KOTA JAKARTA TIMUR
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA 13210
KALIMANTAN
6.Pontianak
AULA ZIDAM
MAZIDAM XII/TPR
JL. ADIS SUCIPTO KM 5
PONTIANAK-KALIMANTAN BARAT
KODE POS 78124
7.Samarinda
AULA KODIM 0901
JL GAJAHMADA NO 13 SAMARINDA
KALIMANTAN TIMUR
8.Palangkaraya
AULA KOREM 102/PJG
JL.IMAM BONJOL , PALANGKA, JEKAN,
KOTA PALANGKARAYA KALIMANTAN TENGAH – 74874
SULAWESI
9.Mamuju
AULA KOREM MAMUJU
MAKOREM, JL.ABDUL MALIK PATTANA ENDENG
RANGAS, KEC.SIMBORO DAN KEPULAUAN, KAB.MAMUJU, SULAWESI BARAT – 91512
10.Makassar
AULA MAKODAM X1V/ HASANUDDIN
JL.URIP SUMOHARJO, PANAIKANG, PANAKKUKANG
KOTA MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – 90233
SUMATERA
11.AcehWISMA ISKANDAR MUDA
JL NYAK ADAM KAMIL IV NO. 01 PEUNITI
BAITURRAHMAN, KOTA BANDA ACEH 23116
12.MedanAULA KODAM BUKIT BARISAN
JL GATOT SUBROTO KM 7,5, CINTA DAMAI, MEDAN
HELVETIA, KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA 20122
13.PalembangGEDUNG BALAI PRAJURIT JL. SEKANAK BELAKANG KANTOR WALIKOTA PALEMBANG (Ralat)
14.BengkuluAULA KOREM 041/GARUDA MAS.
JLN. PEMBANGUNAN PADANG HARAPAN, KOTA BENGKULU, BENGKULU 38225
15.PekanbaruAULA KODIM 0301/PEKANBARU.
JLN. AHMAD YANI NO. 138 PEKANBARU (RIAU)
16.Pangkal PinangAULA KODIM 04/13
JL SOLIHIN GP PANGKAL PINANG BANGKA, ASAM, RANGKUI
PANGKAL PINANG CITY, BANGKA BELITUNG
17.BatamAULA MAKODIM 0316/BATAM
JL SERAYA ATAS, KEC BATU AMPAR
KOTA BATAM, KEPULAUAN RIAU 29444
18.LampungAULA MAKOREM 043/GATAM
JL TEUKU UMAR NO. 85, PENENGAHAN, TJ KARANG PUSAT
KOTA BANDAR LAMPUNG 35112
19.PadangAULA KOREM 032/WIRA BRAJA
JL SUDIRMANNO.26 KEC. PADANG PASIR, PADANG BARAT
KOTA PADANG SUMATERA BARAT
NUSA TENGGARA TIMUR
20.KupangKANTOR PELATIHAN UPT DEPARTEMEN SOSIAL
JLN. RAMBUTAN NO. 10 OEPURA KOTA KUPANG NTT
PAPUA / PAPUA BARAT
21.ManokwariAULA KODAM XVIII/KASUARI
JL TRIKORA KAMPUNG ARFAI I KELURAHAN ANDAY, DISTRIK MANOKWARI SELATAN
KABUPATEN MANOKWARI – PAPUA BARAT
PAPUA / PAPUA BARAT
22.TernateAULA KOREM 152 BABULLAH
JL SALAHUDDIN, TERNATE TENGAH
KOTA TERNATE, MALUKU UTARA
Peserta SKD diharapkan melihat dengan cermat pengumuman ini dan mengecek secara berkala web, media sosial K/L yang bersangkutan, dan web SSCN untuk menghindari kesalahan jadwal. Peserta SKD diharapkan datang 60 menit sebelum sesi pelaksanaan SKD. Mereka yang tidak hadir pada waktu yang telah ditentukan, dinyatakan gugur.
Peserta diwajibkan membawa KTP, kartu tanda peserta ujian SKD, dan/atau persyaratan lain yang ditentukan dalam pengumuman K/L.
Berita ini bersumber dari BKN.