Info CPNS dan PPPK resmi di www.menpan.go.id,www. bkn.go.id, www.sscn.bkn.go.id, Info SSCASN (Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara), Info SSCN (Sistem Seleksi Calon Pegawai negeri Sipil), Info SSP3K (Sistem seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja), Info SSCN Dikdin (Sistem Seleksi Calon Pegawai negeri Sipil Melalui Pendidikan Kedinasan)

Antisipasi Membludaknya Pendaftar CPNS, Bandwidth SSCN Diperbesar

Sahabat pembaca info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa untuk membantu masyarakat mengakses portal sscn.bkn.go.id,bandwidth sudah diperbesar beberapa kali lipat. Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang sebelumnya hanya 2 MB/second dinaikkan menjadi 10 MB/second, sementara di portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) diperbesar menjadi 4 GB/second,  dari sebelumnya 2 GB/second. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pelamar CPNS 2018 yang pendaftarannya dilakukan secara online terintegrasi.

Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana usai menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Polri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan BKN, terkait Persiapan, Pelaksanaan, Pengamanan, dan Penegakan hukum dalam rangka Seleksi CPNS 2018, di Jakarta, Jumat (28/09).

Dengan penambahan bandwidth tersebut, Bima berharap tidak terjadi lagi kendala teknis saat pendaftaran online. “Bandwidth sudah diperbesar, jadi mudah-mudahan tidak ada masalah. Karena jaringan sudah bekerjasama dengan Telkom,” ujarnya.

Pendaftaran di portal sscn.bkn.go.id sudah dibuka sejak tanggal 26 September lalu. Namun, karena beberapa kendala, masih ada sejumlah pemerintah daerah yang belum bisa menerima pendaftaran. Namun saat ini, setiap kabupaten/kota sudah siap untuk melaksanakan rekrutmen dengan sistem digital ini.  Menurutnya, besok semua pemda sudah selesai menginput data dan bisa dilakukan pendaftaran. “Saya harap kalau tidak hari ini ya besok sudah semua,” ucap Bima.

Rekrutmen CPNS tahun ini akan membuka lowongan untuk 238.015 formasi. Sebanyak 51.271 formasi untuk instansi pusat (76 K/L), dan 186.744 formasi untuk pemda (525 pemda). Selain jalur umum, penetapan formasi khusus pengadaan CPNS 2018 ini terdiri dari putra/putri lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra/putri Papua dan Papua Barat, diaspora, atlet berprestasi, serta tenada pendidikan san kesehatan dari eks honorer kategori II.

Karena alasan itu pula, penandatanganan MoU empat instansi ini dilaksanakan. Ruang lingkup MoU ini meliputi perturkaran data atau informasi, bantuan pengamanan, penegakan hukum, penyesuaian aplikasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan juga koordinasi teknis dan pelatihan bagi proktor dan pengawas provinsi serta kabupaten/kota. Selain itu, juga dalam hal penyiapan infrastruktur  dan peralatan pendukung UNBK, persiapan dan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan SKD dan SKB.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Pastikan Seleksi CPNS Aman, Kementerian PANRB, Kemendikbud, BKN, dan Polri Teken MoU

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait Persiapan, Pelaksanaan, Pengamanan, dan Penegakan Hukum dalam rangka Seleksi CPNS 2018. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan seleksi CPNS tahun 2018 yang aman, transparan, dan bersih dari KKN.

“Penandatanganan ini untuk menjamin pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018 berlangsung aman, kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan tidak dipungut biaya,” ujar Menteri PANRB Syafruddin usai acara penandantanganan MoU di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat (28/09).

MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, Sekretaris Utama BKN Supranawa Yusuf, dan Asisten Polri Bidang Operasi Irjen Pol. Deden Juhara. Acara tersebut disaksikan oleh Menteri PANRB Syafruddin, Mendikbud Muhadjir Effendy, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, dan Kapolri Tito Karnavian. 

Syafruddin menegaskan, dengan MoU ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan kualitas sistem seleksi CPNS saja, tetapi juga dapat menjamin adanya penegakan hukum bilamana terjadi cyber crime. “Kami berharap adanya dukungan pengawasan eksternal, penyelidikan apabila terjadi kecurangan terutama yang mengarah kepada tindak pidana, serta antisipasi pengamanan terhadap aksi unjuk rasa dari pihak yang terdampak dengan adanya seleksi CPNS tahun 2018 ini,” ujarnya.

Menteri juga apresiasi jajaran Polri yang bersedia mendukung upaya pengawalan proses seleksi CPNS tahun 2018. “Seleksi CPNS tahun ini akan kita laksanakan dengan sebaik-baiknya dengan berlandaskan kaidah sistem merit sebagaimana diatur dalam UU ASN guna menghasilkan ASN yang lebih berkualitas, profesional, kompeten, dan akuntabel, yang pada gilirannya dapat menyokong pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memacu daya saing bangsa,” imbuh mantan Wakapolri ini.

Dijelaskan, pelaksanaan seleksi CPNS menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kemendikbud dengan Computer Assisted Test (CAT) BKN. “Ini dilakukan agar lebih mendekatkan peserta dengan lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di beberapa kabupaten/kota,” jelasnya.

Ruang lingkup kerjasama tersebut meliputi pertukaran data dan/atau informasi, bantuan pengamanan, penegakan hukum, penyesuaian aplikasi UNBK, koordinasi teknis dan pelatihan bagi proktor dan pengawas provinsi, koordinasi teknis dan pelatihan bagi proktor dan pengawas kabupaten/kota oleh proktor dan pengawas yang telah mendapat pelatihan. Selain itu, juga dalam penyiapan infrastruktur dan peralatan pendukung UNBK, persiapan dan pelaksanaan SKD dan SKB, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan SKD dan SKB.

Kementerian PANRB akan menetapkan kabupaten/kota yang akan menggunakan CAT BKN dan UNBK. Menteri PANRB juga akan membuat Surat Edaran kepada Gubernur, Bupati, serta Walikota tentang tugas dan tangung jawab serta pemanfaatan sarana laboratorium komputer di sekolah untuk pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018 dengan UNBK. 

Sedangkan Kemendikbud yang selaku pihak kedua, mempunyai beberapa tugas dan tanggung jawab. Antara lain, membuat pengaturan tentang pengorganisasian pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 menggunakan UNBK. Tugas lain adalah membuat Prosedur Operasional Standar dan Pakta Integritas pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 menggunakan UNBK yang diselaraskan dengan Prosedur Operasional Standar BKN. 

Kemendikbud juga akan membentuk tim untuk berkoordinasi secara intensif dengan BKN, menyesuaikan aplikasi UNBK terkait manajemen data peserta, bank soal, pengolahan hasil seleksi dengan CAT BKN, membuat penjadwalan pelaksanaan SKD dan SKB menggunakan UNBK. Kemendikbud juga bertanggungjawab untuk menyampaikan hasil ujian keseluruhan SKD dan SKB kepada BKN dan Kementerian PANRB, menyampaikan bahan pelatihan aplikasi UNBK bagi koordinator, proktor dan teknisi di kabupaten/kota kepada BKN, dan tentunya melakukan pemantauan dan pengendalian atas pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 dengan UNBK.

Sementara tugas dan tanggung jawab BKN antara lain mengkoordinasikan pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 dengan Kemendikbud dan Polri, merekomendasikan kepada Kementerian PANRB tentang lokasi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018.  

Kemendikbud juga berkoordinasi dengan BKD kabupaten/kota yang menggunakan UNBK, melakukan pelatihan aplikasi UNBK bagi proktor tingkat provinsi yang dilaksanakan di Jakarta, pelatihan aplikasi UNBK bagi petugas tingkat kabupaten/kota, memfasilitasi penyediaan Pusat Kontrol Tabulasi Nasional UNBK dan peralatan pendukungnya di Jakarta, menyediakan pengawas BKN di setiap kabupaten/kota yang menggunakan UNBK, serta melakukan evaluasi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018 dengan UNBK.

Sementara pihak keempat, yakni Polri, mempunyai tugas dan tanggung jawab melakukan pertukaran data dan/atau informasi yang diperlukan kepada para pihak, memberikan bantuan pengamanan dalam pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018, melaksanakan penegakan hukum apabila terjadi pelanggaran hukum dalam pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018, menyiapkan Pakta Integritas bagi petugas dari Polri dalam rangka pengamanan pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2018.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan HAM

Share:

Hari Kedua Pendaftaran CPNS, 10 Instansi Diserbu Pelamar


Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa hari kedua pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, ada 10 instansi yang menjadi sasaran terbanyak para pelamar. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Humas Badan kepegawaian Negara (BKN), hingga pukul 17.07 tercatat ada 10.113 pelamar yang sudah selesai pilih instansi dan formasi dan 1.261 diantaranya sudah diverifikasi oleh instansi masing-masing.

Lima instansi paling banyak menerima lamaran adalah Kementerian Hukum dan HAM (5.312 pelamar), Kejaksaan Agung (926 pelamar), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (854 pelamar), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (655 pelamar), serta Pemerintah Kota Bandung (509 pelamar). Selanjutnya, menyusul Kementerian Kesehatan (430 pelamar), Kementerian Sosial (417 pelamar), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) 406 pelamar, Pemprov DKI Jakarta (393 pelamar), dan Mahkamah Agung (379 pelamar).

Kepala Biro Humas BKN M. Ridwan menambahkan, hingga Kamis (27/09) sore, pelamar sudah dapat melakukan registrasi ke 372 kementerian/lembaga/daerah, atau sejumlah 62 persen dari jumlah keseluruhan instansi yang membuka formasi.  Adapun input  data selama proses pendaftaran dilakukan secara bertahap sampai waktu penutupan pendaftaran yang telah ditentukan.

Dihubungi secara terpisah, Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmadja mengimbau pelamar untuk mencermati pengisian data agar tidak terjadi kesalahan, karena data yang sudah masuk tidak bisa diperbaiki setelah mengklik kolom Akhiri dan Proses Pendaftaran. “Tidak perlu buru-buru saat melakukan pendaftaran,” ujarnya, Kamis (27/09).

Diingatkan juga agar para pelamar CPNS melengkapi syarat administrasi seperti ijazah, KTP, foto, Kartu Keluarga, dan syarat lain sesuai kebutuhan instansi tujuan. Setelah nantinya proses seleksi administrasi selesai, peserta akan menjalankan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).  Seperti tahun lalu, SKD juga dilaksanakan dengan Computer Assisted Test (CAT) untuk menekan kecurangan. Kelulusan juga menggunakan nilai ambang batas (passing grade). Nilai SKD memiliki bobot 40 persen.

Setiap peserta harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal. Dengan sistem modern  ini, dipastikan tidak lagi ada ‘titipan’. “Kalau ada oknum yang bisa memastikan lulus tahap ini, dipastikan itu penipuan. Harap lapor ke pihak yang berwenang,” tegas Setiawan.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.

Share:

Pengumuman Seleksi dan Rincian Formasi CPNS Kementerian Agama Tahun 2018


Pengumuman Seleksi dan Rincian Formasi CPNS Kementerian Agama Tahun 2018

Pengumuman Seleksi dan Rincian Formasi CPNS Kementerian Agama Tahun 2018

Sumber : Kementerian Agama RI
Share:

Wujudkan Smart ASN 2024, Kementerian PANRB Buka 151 Formasi CPNS

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa target untuk mewujudkan Smart Aparatur Sipil Negara (ASN) 2024 yang profesional butuh percepatan. Untuk itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) membuka 151 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), termasuk formasi CPNS untuk Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebanyak 50 formasi.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PANRB n. 37/2018 tentang Kebutuhan ASN di Lingkungan Kementerian PANRB, formasi itu untuk 34 jabatan terdiri dari 130 formasi umum, 15 untuk cumlaude, 3 formasi untuk disabilitas, serta 3 formasi dikhususkan untuk putra/putri Papua dan Papua Barat.

Kepala Biro SDM dan Umum Kementerian PANRB, Sri Rejeki Nawangsasih menjelaskan, formasi yang dibuka itu untuk kualifikasi pendidikan D-III, S1, dan S2. Ia berharap banyak warga masyarakat yang mendaftar agar tercipta persaingan yang sehat, sehingga menghasilkan SDM  berkualitas yang akan dibina untuk mencapai target Smart ASN 2024. “Kami mencari pengembangannya ke arah Smart ASN yang mendunia di tahun 2024. Kita ingin lulusan CPNS ini punya kualitas yang baik,” ujar Sri, di Jakarta, Senin (24/09).

Dijelaskan, sebagian besar formasi untuk jabatan Analis Kebijakan Ahli Pertama, dengan jumlah 67 formasi. Hal itu, sesuai tugas utama Kementerian PANRB yang tugas dan fungsinya membuat kebijakan. Ditambahkan, pelamar dari jalur umum baik D-III, S1 maupun S2, harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 dari skala 4,00 yang berasal dari perguruan tinggi terakreditasi BAN-PT. Selain itu, pelamar juga harus memiliki nilai TOEFL minimal 450 yang diperoleh dua tahun terakhir. “Kini kita tidak batasi akreditasi A atau B, yang jelas harus terakreditasi berdasarkan BAN-PT,” tegas Sri.

Bagi pelamar dengan jalur khusus cumlaude, harus dari perguruan tinggi terakreditasi A dan dibuktikan dengan surat keterangan cumlaude. Sementara untuk lulusan dari perguruan tinggi di luar negeri, harus melampirkan bukti penyetaraan ijazah dan surat keterangan yang menyatakan predikat kelulusannya cumlaude. Kementerian PANRB juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Bagi putra/putri Papua dan Papua Barat yang akan melamar di Kementerian PANRB, dibuktikan dengan akta kelahiran, fotokopi KTP ayah atau ibu kandung, dan surat keterangan hubungan keluarga dari kelurahan atau desa.

IPK pelamar dari jalur ini, minimal memiliki IPK 2,75 dan memiliki nilai TOEFL minimal 400 atau nilai IELTS minimal 4,5. “Pelamar tak harus tinggal di Papua, yang penting dia punya garis keturunan orang tua ayah atau ibu Papua asli,” tegas Sri.

Semua pelamar, harus mendaftarkan diri secara online melalui laman sscn.bkn.go.id, saat pendaftaran sudah dibuka. Setelah seleksi administrasi, pelamar harus melalui tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT), yang memiliki bobot 40 persen. Setelah tahap SKD, pelamar yang lolos passing grade akan diambil tiga yang nilainya terbaik untuk mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang memiliki bobot 60 persen.

Sri menegaskan, dengan sistem digital pada tahap seleksi ini akan menekan angka kecurangan. Sebab, peserta bisa mengetahui nilai mereka secara real time. “Pelaksanaan rekrutmen ini sudah sangat transparan. Kami yakinkan, tidak ada orang mendaftar dengan bertatap muka,” pungkasnya.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Pengumuman Rekrutmen CPNS Kementerian Perindustrian 2018

Download File

PengumumanRekrutmen2018
 Pengumuman_Penerimaan_CPNS_Kementerian_Perindustrian_TA_2018.pdf
 Tanggal unggah : 19 September 2018

Sumber : Kementerian Perindustrian
Share:

“Pemerintah Apresiasi Pengabdian Tenaga Honorer”

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah mengapresiasi para tenaga honorer yang telah mengabdi pada sejumlah bidang dan memperhatikan permintaan untuk diangkat menjadi CPNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Saat ini Pemerintah masih berproses merampungkan pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang P3K. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat Konferensi Pers di Kantor Staf Kepresiden (KSP) di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

"RPP tentang P3K sedang dalam proses penyelesaian dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera ditandatangani Presiden,” ujar Moeldoko. Namun demikian penyelesaian permasalahan tenaga honorer tersebut, menurut Moeldoko tetap harus mengutamakan unsur kualitas tanpa mengabaikan aspek psikologis dari para tenaga honorer.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyampaikan bahwa RPP P3K yang segera digarap Pemerintah salah satunya berfokus pada manajemen P3K dan dari sisi kualitas pengisi jabatan P3K. “Dan jika nantinya tenaga honorer manjadi P3K, kualitas SDM dari eks honorer KII ini sangat diperlukan untuk menjamin dunia pendidikan dan kesehatan memiliki SDM yang dapat memberikan pelayanan yang baik,” ujar Kepala BKN.

Dalam RPP P3K terdapat beberapa unsur penting, di antaranya: diawali perhitungan kebutuhan pengisi jabatan P3K, seleksi untuk menjadi P3K, dan perihal kontrak kerja yang rencananya bisa mencapai usia 1 tahun sebelum masa pensiun atau dengan kata lain masa kerja P3K bisa sama dengan PNS. “Untuk seleksi P3K dari jalur tenaga honorer, yang dapat mengikuti seleksi nantinya adalah eks KII yang tidak dapat mengikuti seleksi CPNS 2018 ini karena terhalang usia. Nah di P3K nantinya batasan usia peserta dapat diikuti oleh tenaga honorer dengan usia 35 tahun ke atas”.

Konferensi Pers juga dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendy yang menyambut baik rencana tersebut. Pihaknya meminta guru honorer untuk kembali mengajar dengan baik dan membina anak didik di sekolah. “RPP tentang P3K merupakan bentuk perhatian Pemerintah terhadap para guru honorer dan dunia pendidikan. Diharapkan PP tersebut nantinya dapat menjadi solusi permasalahan guru honorer yang ada selama ini” kata Muhadjir.

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

PPK Instansi Pembuka Rekrutmen CPNS 2018 Diimbau Umumkan Penerimaan CPNS

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau kepada seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah untuk dapat mengumumkan penerimaan CPNS tahun 2018 di instansi masing-masing pada tanggal 19 September 2018. Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan di ruang kerjanya, Rabu (19/9/2018).

Ridwan melanjutkan, imbauan tersebut sudah diinformasikan kepada PPK di instansi masing-masing melalui surat Kepala BKN Nomor K26-30/V 134-2/00 perihal Pengumuman Penerimaan CPNS Tahun 2018 sejak Senin (17/9/2018). “BKN meminta dukungan seluruh instansi agar memberikan informasi yang mudah, cepat dan tepat kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, Ridwan mengatakan jika di dalam surat yang ditandatangani Kepala BKN Bima Haria Wibisana tersebut juga tercantum tanggal dibukanya pendaftaran dan alamat laman pendaftaran. “Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman sscn.bkn.go.id secepat-cepatnya pada 26 September 2018 dan pendaftaran dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS,” tutupnya.

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Jadwal Pendaftaran CPNS Tahun 2018 di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Sehubungan dengan surat Kepala Badan Kepegawaian Negara tanggal 17 September 2018 Nomor K26-30/V.134-2/99 hal Pengumuman Penerimaan CPNS Tahun 2018, bahwa Badan Kepegawaian Negara membuka pendaftaran CPNS Tahun 2018 melalui portal SSCN BKN (https://sscn.bkn.go.id) paling cepat pada tanggal 26 September 2018.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, diberitahukan kepada seluruh masyarakat pelamar CPNS Tahun 2018 di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahwa pendaftaran dibuka melalui portal SSCN BKN (https://sscn.bkn.go.id) paling cepat pada tanggal 26 September 2018. Dokumen Pengumuman Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 03 Tahun 2018 dapat diunduh pada laman UNDUHAN atau pada tautan di bawah ini:
NODOKUMENKETERANGAN
1Pengumuman Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 03 Tahun 2018Jadwal Pendaftaran CPNS Tahun 2018 di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Sumber : BKD Provinsi DKI Jakarta
Share:

Rincian Formasi CPNS Kemenag Diumumkan Sebelum 26 September

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Kementerian  Agama telah mengumumkan adanya seleksi pendaftaran CPNS pada 19 September 2018. Total ada 17.175 alokasi formasi yang tersebar pada 11 jabatan, mulai dari guru, dosen, penyuluh agama, serta fungsional tertentu dan pelaksana.

Namun, Kementerian Agama belum mengumumkan rincian satuan kerja sebaran formasinya. Plt Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan mengatakan rincian formasi pada setiap satuan kerja akan segera diumumkan.

“Pendaftaran CPNS kan dibuka mulai 26 September. Rincian formasi per satuan kerja akan kami umumkan sebelum tanggal itu,” terang M. Nur Kholis Setiawan di Jakarta, Kamis (20/09).

M. Nur Kholis berharap para calon pendaftar untuk mempersiapkan kelengkapan persiapan administrasinya terlebih dahulu sebagaimana dijelaskan dalam pengumuman. Selain melalui website Kementerian Agama, rincian formasi juga akan diumumkan oleh tiap satuan kerja yang membuka pendaftaran CPNS.

“Di samping upload secara nasional melalui website Kemenag,  juga akan diumumkan oleh semua satkernya,” tuturnya.

Ditambahkan M Nur Kholis Setiawan bahwa saat ini pihaknya telah menyelesaikan proses memasukkan rincian formasi yang berjumlah 17.175 ke aplikasi SSCN  (Sistem Seleksi CPNS Nasional)  BKN. Bersamaan dengan itu, pihaknya meminta kepada tim di 134 satuan kerja yang menjadi sebaran formasi CPNS Kementerian Agama untuk meneliti rincian formasi dimaksud untuk memastikan semua sesuai dengan rencana dan kebutuhan.  

“Jelang tanggal 26 September, nanti baru rincian itu kita upload di portal Kemenag,” tandasnya.

Berita ini bersumber dari KEMENAG
Share:

Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemendikbud Tahun 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2018 Tanggal 29 Agustus 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tahun Anggaran 2018, maka Kemendikbud memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kemendikbud.

Berita ini bersumber dari KEMDIKBUD
Share:

Alur Pendaftaran CPNS Tahun 2018


Sumber : SSCN BKN
Share:

Pertanyaan Umum (FAQ - Frequently Asked Questions) Seleksi CPNS 2018

  • PERBAIKAN DATA

  • Apakah boleh memperbaiki data yang sudah dikirim?
    Anda TIDAK DAPAT memperbaiki data yang sudah di kirim, sehingga Anda harus BERHATI-HATI dalam mengisi data. Apabila ternyata masih ada data yang perlu diperbaiki setelah dikirim maka data tersebut hanya dapat diperbaiki pada saat setelah lulus ujian dan akan diproses pada pemberkasan penetapan NIP
  • Bagaimana cara mengubah pilihan instansi pendaftaran?
    Jika Anda belum menekan tombol "simpan" pada pendaftaran maka Anda masih dapat merubah pilihan instansi yang dilamar, namun jika Anda telah selesai melakukan pendaftaran maka Anda TIDAK DAPAT MELAKUKAN PERUBAHAN pilihan instansi yg dilamar.
Share:

Pesan Sponsor

Arsip Blog

Recent Posts

Statistik Blog