Info CPNS dan PPPK resmi di www.menpan.go.id,www. bkn.go.id, www.sscn.bkn.go.id, Info SSCASN (Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara), Info SSCN (Sistem Seleksi Calon Pegawai negeri Sipil), Info SSP3K (Sistem seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja), Info SSCN Dikdin (Sistem Seleksi Calon Pegawai negeri Sipil Melalui Pendidikan Kedinasan)

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berencana akan membuka lowongan pekerjaan bagi lulusan sekolah kedinasan menjadi Aparatur Sipil Negara.

 
 
Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS Tahun 2018, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berencana akan membuka lowongan pekerjaan bagi lulusan sekolah kedinasan menjadi Aparatur Sipil Negara.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengatakan kementerian saat ini sedang melakukan perbaikan sistem dalam merekrut pegawai yang menjadi PNS terutama secara langsung baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Menurutnya selama ini ada kekurangan dalam proses pencarian pegawai. Dengan sistem komputerisasi, diharapkan membuat tahapan seleksi PNS menjadi tidak mudah. “Sekarang proses seleksi dilakukan dengan sistem terbuka,” katanya, Sabtu (27/1/2018).

Kementerian saat ini juga sedang memaksimalkan sumber PNS dari sekolah kedianasan. Ada beberapa sekolah yang sedang disorot Menteri Asman seperti di Kementerian Perhubungan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Siswa yang lulus dari sekolah-sekolah tersebut diproyeksikan langsung menjadi PNS. Melalui persetujuan Menteri Perhubungan, Asman akan mengevaluasi jurusan mana saja yang akan jadi sekolah kedinasan dan diputuskan dalam waktu dekat.

Menteri Asman kini sedang fokus mengisi pegawai di daerah. Dia melihat banyak dinas yang membutuhkan tamatan dari sekolah kedinasan Menhub. Sementara itu Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia akan diperluas lagi kapasitasnya.

Saat ini banyak sekali PNS diisi oleh lulusan yang bukan dari latar belakang perhubungan. “Banyak dari guru. Malah guru agama. Ini tidak boleh [terjadi] lagi,” tutupnya.
 
Berita ini bersumber dari Bisnis.
Share:

Finalisasi lowongan CPNS akan diputuskan sekitar April 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akan membuka lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2018. Menteri PAN-RB Asman Abnur menyebutkan, saat ini Kementerian Keuangan sudah memberikan lampu hijau terkait penerimaan tersebut.

"Dan untuk 2018 ini sedang dihitung kemampuan keuangan negara," kata Asman di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin (15/1/2018). Mengenai jumlah lowongan CPNS tersebut, menurutnya, akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap Kementerian atau Lembaga yang membutuhkan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kementerian PAN-RB saat ini sedang minta ke Kementerian/Lembaga, mengenai apa saja yang dibutuhkan. Tentu saja, dalam hal ini menyangkut kompetensinya seperti apa karena orientasinya memang betul-betul orang yang punya kompetensi, bukan administratif kemampuannya.

"Untuk itu, nantinya proses CPNS ini akan diseleksi secara ketat," kata Asman seraya menambahkan, hal itu seperti proses tahun 2017. Setiap kementerian yang ada di Indonesia, sudah mengajukan permohonan penambahan ASN baru.

Lebih jauh diungkapkan, lowongan CPNS ini selain di pusat juga dibuka untuk daerah. Ini karena, Pemerintah Daerah juga mengajukan penambahan ASN untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan seperti dokter, bidan kemudian tenaga pengajar di daerah terpencil.

"Finalisasi lowongan CPNS ini akan diputuskan sekitar April 2018, kemudian setelah itu akan diinformasikan teknis pendaftarannya," kata Asman.

Sebelumnya, Kepala Bro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengungkapkan, pemerintah belum secara resmi mengumumkan penerimaan CPNS TA 2018. Karena itu, masyarakat diimbau untuk selektif dan berhati-hati dengan banyaknya informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses pengumuman resmi pemerintah melalui situs bkn.go.id dan menpan.go.id.

Ridwan menuturkan, secara normatif setiap instansi pusat dan daerah memang wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS sesuai prioritas kebutuhan instansinya masing-masing.

"Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS Pasal 5 Ayat (1) dan (2) dan hasil perhitungan kebutuhan diserahkan pada Menteri PAN RB dan Kepala BKN," kata Ridwan.

Berita ini bersumber dari KRJogja.
Share:

Waspadai Hoax Kumpulan Soal Tes CPNS 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa masyarakat diminta untuk mewaspadai dan tidak mempercayai kabar bohong yang berisi kumpulan soal tes CPNS yang saat ini beredar di media sosial, khususnya WhatsApp. "Kami pastikan itu adalah khabar bohong atau hoax. Untuk itu kami minta masyarakat lebih waspada dan tidak mempercayainya," ucap Herman Suryatman, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian PANRB di Jakarta, Sabtu (13/1).

Untuk mengecoh pembaca agar mempercayai isinya, hoax tersebut diawali dengan kutipan pernyataan Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, seolah-olah pada bulan Februari 2018 akan dibuka pendaftaran CPNS 2018. Kemudian diinformasikan jumlah formasi yang akan dibuka dan rencana penempatannya.

"Pernyataan itu sama sekali tidak benar. Memang Pak Menpan sudah memberikan sinyal bahwa tahun 2018 ada rencana membuka kembali penerimaan CPNS, baik pusat maupun daerah. Namun untuk waktu dan jumlah formasinya belum ditetapkkan," ungkap Herman.

Dijelaskan lebih jauh, bahwa saat ini Kementerian PANRB masih menunggu validasi usulan formasi dari instansi, termasuk dari Pemerintah Daerah. Validasi tersebut, diminta disampaikan secara online melalui aplikasi e-Formasi dan diharapkan sudah masuk semua akhir bulan Januari ini.

Selanjutnya Kementerian PANRB akan melakukan pembahasan setelah validasi usulan formasi tersebut masuk. "Setelah validasi selesai, kami akan melakukan pembahasan yang mendalam dan komprehensif, termasuk melihat kapasitas fiscal. Adapun formasi yang diprioritaskan antara lain guru, tenaga kesehatan, serta formasi jabatan yang spesifik sesuai core business instansi dalam rangka membidik Nawacita," tegasnya.

Herman menghimbau warga masyarakat untuk lebih jeli dalam menerima dan mengakses informasi terkait CPNS. "Apabila ingin mengetahui informasi seputar CPNS, agar mengakses portal menpan.go.id bkn.go.id serta portal instansi pemerintah terkait dengan domain go.id. Jangan percaya informasi yang sumbernya tidak jelas," ucapnya.

Herman menduga, beredarnya khabar bohong tersebut ujung-ujungnya penipuan atau penawaran jasa latihan soal CPNS. "Berdasarkan pengalaman, patut diduga beredarnya hoax tersebut muaranya ke penipuan atau motif bisnis menawarkan jasa latihan soal CPNS. Untuk langkah antisipatif, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak Kepolisian," ujar Herman.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Belanja Pegawai Lebih 50% APBD Dilarang Rekrut CPNS

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) hingga saat ini belum mengumumkan penerimaan CPNS 2018.

Pengumumannya dilakukan setelah proses perhitungan kebutuhan pegawai selesai dilaksanakan.

"Saat ini prosesnya sedang berjalan, jadi pemerintah belum mengeluarkan pengumuman penerimaan CPNS secara resmi," kata Karo Humas BKN Mohammad Ridwan menanggapi informasi penerimaan CPNS 2018 yang marak beredar lewat media sosial, Rabu (10/1).

Dia meminta masyarakat untuk selektif dalam menerima informasi terkait penerimaan CPNS 2019 dan diminta melihat pengumuman resmi hanya melalui situs bkn.go.id dan menpan.go.id.

Secara normatif setiap instansi pusat dan daerah memang wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS sesuai prioritas kebutuhan instansinya masing-masing.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS Pasal 5 ayat (1) dan (2) dan hasil perhitungan kebutuhan diserahkan pada MenPAN'RB dan Kepala BKN.

"Dengan sistem merit, jumlah kebutuhan PNS dihitung dari berbagai variabel termasuk alokasi APBN/D untuk belanja pegawai. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan belanja pegawai melebihi 50 persen dari APBD tentu akan sulit mendapatkan tambahan pegawai baru. Formasi CPNS 2018 dihitung dan disusun berdasarkan kebutuhan pada bidang-bidang yang mendukung Nawacita," bebernya.

Berita ini bersumber dari JPNN.
Share:

BKN Bantah Telah Keluarkan Pengumuman CPNS 2018. Masyarakat Dihimbau Waspada 'Hoax'!

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah dikabarkan akan membuka kembali lowongan bagi Calon pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018.

Menurut isu yang beredar, pendaftaran CPNS ini akan dibuka pada Februari hingga Maret mendatang.

Bahkan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengusulkan sejumlah formasi CPNS 2018.

Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan kepada Tribunnews.

Tribun Jabar melansir Tribunnews, pemerintah tegaskan belum pernah mengeluarkan pengumuman penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2018.

Keterangan resmi pemerintah tersebut terlampir dalam siaran pers yang diunggah oleh situs resmi BKN, bkn.go.id.

"Melalui siaran pers ini kami sampaikan bahwa Pemerintah belum mengeluarkan pengumuman penerimaan CPNS secara resmi," tegas Ridwan dalam keterangannya pada siaran pers tersebut.

Untuk kuota masing-masing kementerian dan lembaga, pemerintah mengaku masih menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS sesuai prioritas yang dibutuhkan masing-masing instansi.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS Pasal 5 ayat (1) dan (2) dan hasil perhitungan kebutuhan diserahkan pada Menteri PAN RB dan Kepala BKN.

Jumlah PNS ini pun dihitung dari berbagai variabel termasuk alokasi APBN/D untuk belanja pegawai.

Pemerintah Provinsi/Kab/Kota dengan belanja pegawai melebihi 50% dari APBD tentu akan sulit mendapatkan tambahan pegawai baru.

Formasi CPNS Tahun Anggaran 2018 dihitung dan disusun berdasarkan kebutuhan pada bidang-bidang yang mendukung Nawacita.

Dalam siaran pers itu, pihak BKN mengimbau masyarakat agar selektif dalam menerima informasi.

Masyarakat juga diminta untuk melihat pengumuman resmi mengenai CPNS hanya melalui situs bkn.go.id dan menpan.go.id.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak percaya jika ada pihak/oknum manapun yang menyatakan dapat membantu kelulusan dalam seleksi CPNS," tegas Ridwan.

Sementara, BKN kini telah fokus mengevaluasi seleksi CPNS 2017 dan berkomitmen untuk melakukan sejumlah perbaikan, di antaranya:

1. Perbaikan SOP pelaksanaan SKD dengan Computer Assisted Test (CAT) termausk peningkatan kualitas perangkat lunak sistem CAT BKN;

2. Ekstensifikasi lokasi SKD CAT BKN dengan penambahan 5 (lima) UPT BKN yakni Ambon, Pontianak, Bengkulu, Sorong, dan Palu;

3. Upgrading kapasitas website Sistem Seleksi CPNS Nasional sscn.bkn.go.id,

4. Menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan pihak lain jika jumlah peserta SKD melebihi kapasitas yang dapat dikelola BKN Pusat, Kantor Regional (Kanreg), dan UPT BKN;

5. Penyebarluasan informasi dan interaksi publik melalui berbagai kanal, web, media sosial (FB, TW, IG, youtube), email, Help Desk dll.

Berita ini bersumber dari Tribunnews.
Share:

Pemerintah Umumkan Atlet Berprestasi yang Jadi PNS pada 17 Januari 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, akan segera mengumumkan nama-nama atlet berprestasi yang diangkat menjadi pegawai negeri sipil atau PNS. Rencananya, nama-nama itu diumumkan pada 17 Januari 2018.

"Insya Allah, nanti tepat tanggal 17 Januari, kita akan umumkan atlet yang diberikan formasi khusus untuk jadi PNS," kata Menteri PANRB Asman Abnur dalam keterangan resmi, Senin, 8 Januari 2018.

Hari ini, Asman kedatangan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di kantornya. Keduanya membahas wacana pengangkatan atlet berprestasi menjadi PNS. Asman menegaskan wacana ini telah masuk dalam pembahasan tahap akhir.

Saat ini, kedua kementerian masih terus menggodok beberapa persyaratan untuk menentukan kriteria atlet yang layak mendapatkan hal tersebut.

"Masalah kriterianya nanti akan kita legalkan dalam bentuk peraturan menteri sehingga ke depan atlet ini memiliki masa depan untuk menjadi PNS, yang nantinya bisa dia gunakan masing-masing di unit kerjanya," kata Asman.

Nantinya, atlet yang akan dijadikan PNS bisa didistribusikan ke provinsi atau daerah serta bergantung pada tingkat pendidikannya. "Untuk atlet yang masih aktif, nanti kita lihat dulu akan ditempatkan di mana. Nanti kita akan melakukan MOU (nota kesepahaman) dengan daerah untuk penempatan atlet," ucap Imam.

Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet berprestasi agar mampu menunjukkan performa terbaiknya. "Ini bisa memacu semangat atlet untuk berlomba-lomba memberikan prestasi terbaik bagi negara. Ini juga bisa menjadi bekal untuk menghadapi Asian Games 2018 ini, momentum tidak boleh disia-siakan oleh atlet Indonesia," tutur Imam.

Berita ini bersumber dari Tempo.
Share:

Penerimaan CPNS 2018 difokuskan bagi tenaga kesehatan dan pengajar

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pemerintahan Jokowi-Jk berencana membuka kembali pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2018. Rencananya, pendaftaran CPNS akan dimulai pada Februari mendatang.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PAN-RB, Herman Suryatman mengatakan, penerimaan CPNS 2018 sedikit berbeda dengan penerimaan CPNS 2017. Di mana, 2018 akan diutamakan untuk tenaga kesehatan dan pengajar.

"Iya memang rencananya titik beratnya lebih ke kesehatan, tenaga pengajar formasi spesifik, yang bukan ke formasi administrasi," kata Herman saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (6/1).

Herman mengatakan, hingga kini pihaknya belum menentukan jumlah kuota yang dibutuhkan dalam penerimaan tersebut. Kementerian/Lembaga serta pemerintah daerah pun masih terus melakukan pembahasan.

Proses seleksi dan tes masih sama seperti tahun 2017. Di mana para peserta yang mendaftar lebih dulu akan mengikuti seleksi administrasi. Setelah itu peserta akan melalui seleksi kompetensi dasar (SKD).

"Pada SKD, peserta CPNS dites wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), serta tes karakteristik pribadi (TKP). Tes-tes tersebut menggunakan sistem berbasis komputer atau computer assisted tes (CAT)," jelasnya.

Herman mengingatkan, masyarakat tidak percaya terhadap oknum yang menawarkan bisa membantu lolos tes dengan meminta sejumlah uang. Sebab, penerimaan CPNS tahun ini bersih dan jauh dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Masyarakat khususnya putra putri terbaik bangsa yang berminat untuk ikut CPNS jangan sampai percaya dengan orang yang meminta sejumlah uang untuk penerimaan CPNS, karena seleksi PNS kami pastikan bersih dan jauh dari KKN. Hanya dengan berusaha, belajar berdoa dan latihan yang bisa lolos CPNS," tandasnya.

Berita ini bersumber dari Merdeka.
Share:

Rekrutmen CPNS 2018 di Bawah Angka Pensiun

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 dipastikan di bawah angka pensiun. Sementara angka pensiun sampai tahun depan disebutkan 250.000 pegawai negeri sipil (PNS). 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur mengatakan, Presiden dan Wakil Presiden menginginkan agar rekrutmen di bawah yang pensiun. "Presiden inginnya minus growth jadi tidak lebih dari 200 ribuan," kata dia di Jakarta, Sabtu (30/12/2017). 

Meski begitu, dia berharap setidaknya formasi untuk tahun depan minimal setengah dari jumlah pensiun. Dia juga mengakui hal ini harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. "Kita berharap minimal 50%. Ini terdiri atas pegawai pusat dan daerah. Porsinya ditentukan nanti berapa kemampuan negara," ucap dia. 

Lebih lanjut Asman mengingatkan ada beberapa jabatan yang diprioritaskan yaitu tenaga pendidikan dan kesehatan. Selain itu, dia juga akan melihat program-program prioritas di masing-masing daerah sehingga formasi yang diberikan harus dapat menunjang program tersebut. "Pegawai-pegawai yang menunjang pembangunan daerah misalnya daerah dengan konsentrasi pertambangan jangan sampai tidak punya ahli tambang. Kita akan berikan formasi sesuai dengan konsentrasi setiap daerah," ujar dia. 

Dia mengatakan, daerah yang belanja pegawainya lebih dari 50% dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tidak akan mendapatkan formasi. Daerah harus cermat agar belanja pegawai tidak membebani APBD. "Jadi kepala daerah perlu diperhatikan apa yang menjadi kebutuhannya. Kita akan lakukan pengawalan secara ketat terkait rekrutmen yang baru ini," kata Asman. 

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemenpan-RB Setiawan Wang saat maja mengatakan, usulan tersebut didasarkan pada jumlah PNS yang pensiun sampai 2018. "Sebenarnya kami belum tahu berapa yang sudah disetujui berkaitan dengan keuangan negara 2018. Jadi yang pensiun 250.000, 38.000 PNS pusat dan sisanya daerah. Baru itu yang disampaikan ke Kemenkeu, tapi belum ada jawabannya," kata dia.

Berita ini bersumber dari Sindonews.
Share:

Pesan Sponsor

Recent Posts

Statistik Blog