Info CPNS resmi di www.menpan.go.id,www. bkn.go.id, www.sscn.bkn.go.id.

Tiga Instansi Pemerintah Gelar SKB CPNS Serentak di Kantor Pusat BKN

Sahabat pembaca info seleksi cpns 2018, sudah tahukah anda bahwa Senin (13/11/2017), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertahanan dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir mulai menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Pusat BKN.

Pantauan Humas BKN, total peserta yang mengikuti SKB untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berjumlah 1.503 orang, dan dilaksanakan di 8 lokasi tes. Sebanyak 120 peserta pada Kementerian Pertahanan dan 30 peserta pada Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi Seleksi, Bayu Yudhantoro menjelaskan jika SKB merupakan tes untuk menguji kemampuan kompetensi bidang peserta tes, disesuaikan dengan formasi yang dilamar.

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Respati Yuwono mengatakan jika SKB kali ini terdiri dari 6 jenis bidang Jabatan yakni, Teknik Pengairan(S1), Teknik Jalan Jembatan (S1), Teknik Tata Bangunan (S1), Teknik Penyehatan Lingkungan Pemukiman (S1), Teknik Pembinaan Jasa Konstruksi (S1) dan Teknik Jalan Jembatan Terampil (D3). Respati menambahkan, “Untuk mengantisipasi kecurangan, dalam melakukan tes SKB pihaknya melakukan body check,” tutupnya. 

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Penerimaan CPNS daerah dibuka secara nasional 2018

Sahabat pembaca Info Seleksi CPNS 2018, sudah tahukah anda bahwa Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) daerah akan dibuka secara nasional tahun depan, kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur. 

"Tahun depan kita buka, tahun 2018, untuk daerah, per kabupaten dan provinsi," kata Asman yang ditemui seusai acara Sosialisasi dan Konsultasi Pembentukan Jaringan Inovasi Pelayanan Publik Sulawesi Selatan dan Implementasi LAPOR! SP4N di Sulawesi Selatan, di Makassar, Jumat.

Penerimaan CPNS, kata dia, akan disesuaikan dengan usulan bupati dan gubernur sesuai dengan kompetensi bidang apa saja yang ingin dikembangkan di daerah.

"Jangan bidang pertanian misalnya yang ingin kita kembangkan, tetapi tidak punya pegawai di bidang pertanian," ujarnya.  

Asman berharap Pemda dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) benar-benar mengkaji kebutuhan pegawainya dengan baik sebelum mengusulkan formasi yang dibutuhkan.

Sementara terkait jumlah CPNS yang akan diterima, Asman mengatakan sedang memperhitungkan jumlah penerimaan yang sesuai dengan kemampuan keuangan negara.

"Termasuk salah satu syarat, pemerintah daerah belanja pegawainya tidak boleh lebih dari 50 persen," katanya. 

Ia juga berharap perekrutan CPNS daerah ini dapat dilakukan secepatnya.

"Lebih cepat lebih bagus," pungkasnya.

Berita ini bersumber dari Antaranews.
Share:

SKB CPNS Kementerian PANRB 2017, Mulai dari Psikotes

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi  Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2017. Seleksi ini akan dilaksanakan tiga hari, Rabu (08/11) hingga Jumat (08/11).

Pada hari pertama, peserta melakukan psikotes, yang dilanjutjkan dengan menuliskan pengalaman berharga yang pernah terjadi selama hidupnya. “Sorenya, peserta diminta menceritakan pengalaman berharga tersebut," ujar Kepala Biro SDM Umum Edy Syah Putra, saat memberi arahan kepada para peserta.

Edy menambahkan, pengalaman yang ditulis itu juga akan dijadikan bahan wawancara oleh user. Wawancara itu rencananya akan dilakukan esok hari, 9 November 2017. Kemudian, pada Jumat (10/11), peserta melaksanakan tes kompetensi bidang berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang diadakan di kantor BKN Pusat.

Edy memberikan gambaran tentang pekerjaan yang harus dilakukan pegawai Kementerian PANRB. Menurutnya, bekerja di kementerian ini akan sangat berguna bagi bangsa Indonesia. "Di Kementerian PANRB ini saudara dapat bekerja lebih banyak untuk negara. Karena kita lebih banyak membuat regulasi," jelasnya.

Berdasarkan pantauan, dari 59 peserta yang dipanggil untuk mengikuti SKB, ada empat orang yang tidak hadir. Kepada para peserta yang hadir, Edy berpesan agar tidak terlalu tegang dalam mengikuti tes ini. "Selamat berjuang, jangan terlalu tegang," imbuhnya memberi semangat.

Berdasarkan Permen PANRB No. 20/2017 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2017, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) memiliki bobot 40 persen sedangkan bobot SKB adalah 60 persen.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Mulai 8 November 2017, BKN Gelar SKB CPNS 2017

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai 8 November hingga 15 November 2017 akan menggelar Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi peserta rekrutmen CPNS BKN tahun ini.

SKB digelar di Kantor Pusat BKN dan 12 Kantor Regional BKN yang ada di Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makasssar, Medan, Palembang, Banjarmasin, Jayapura, Denpasar , Manado, Pekanbaru dan Banda Aceh.

Dalam Pengumuman yang tertuang pada surat Nomor : 05/PENG.1/PANPEL.BKN/XI/2017 dan ditandatangani oleh Sekretaris Utama BKN, Usman Gumanti dijelaskan bahwa SKB BKN terdiri dari tes substansi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara. Jadwal SKB, baik tes substansi maupun wawancara dilaksanakan pada hari yang sama kecuali SKB yang dilaksanakan di Kantor Pusat BKN akan diumumkan setelah pelaksanaan tes substansi.

Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan Senin (6/11/2017) menjelaskan ada sejumlah ketentuan dan tata tertib yang perlu diperhatikan para peserta SKB di antaranya para peserta tes wajib hadir 60 menit sebelum jadwal yang ditentukan, peserta wajib membawa KTP asli/asli surat keterangan telah melakukan perekaman e-KTP serta kartu peserta ujian untuk diperiksa oleh panitia. “Pelanggaran atas segala ketentuan dan tata tertib akan membawa konsekuensi diberikannya sanksi berupa teguran lisan sampai dibatalkannya kepesertaan dalam SKB oleh panitia. Karena itu baca isi pengumuman dengan seksama, agar jangan sampai peserta SKB gagal bukan karena tak mampu menjalani tes dengan baik tapi harus pulang tanpa hasil karena melanggar aturan,” jelas Ridwan. dep

Informasi selengkapnya jadwal SKB serta berbagai Ketentuan dan tata tertib bagi peserta dapat diunduh pada link berikut : http://www.bkn.go.id/pengumuman/jadwal-skb-cpns-bkn-tahun-2017

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Tanggapan Peserta SKD CPNS 2017 dari Berbagai Daerah, Bukan Keluarga PNS pun Punya Harapan Sama

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa saat ini beberapa instansi pemerintah sedang melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada berbagai kisah dan apresiasi dari para peserta SKD tahun ini yang menekankan nilai transparansi.

Kevin Fernando, peserta SKD di Jambi yang ditemui Tim Monitoring SKD Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) di Jambi, merasa perekrutan tahun ini cukup adil karena yang lolos adalah hasil dari kemampuan diri sendiri meski persiapannya cukup panjang. “Selama saya ikuti dari awal memang cukup panjang. Saya merasa fair dan adil, karena sesuai dengan kemampuan diri sendiri,” katanya usai mengikuti tes kesamaptaan di Jambi, Kamis (26/10).

Kevin sendiri mengikuti tes untuk lowongan di Kementerian Hukum dan HAM. Saat fitemui, dia tengah mengikuti tes kesamaptaan di Gelanggang Olah Seni (GOS) Kota Baru, Jambi. Ia merasa bersyukur bisa sampai tahap kesamaptaan ini. Kedepannya, ia berharap sistem rekrutmen ini semakin meningkat. Terutama pada website yang sempat tidak dapat diakses.

Masih di Jambi, seorang peserta SKD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut sistem ini sangat baik karena bisa mengurangi KKN. Sistem CAT ini adalah harapan bagi peserta yang tidak memiliki sanak saudara dari kalangan PNS. “Dengan adanya tes menggunakan sistem CAT ini sangat bagus, bahkan kami yang tidak mempunyai saudara PNS bisa mempunyai harapan karena CAT ini menurut saya transparan, bersih dan akuntabel,” jelas peserta yang enggan menyebut namanya itu.

Bukan hanya belajar, ia membeberkan persiapannya menjelang tes ini adalah mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. “Belajar dengan sungguh-sungguh dan mengetahui kelemahan dan kelebihan saya,” imbuhnya.

Seperti Kevin, seorang peserta SKD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kalimantan Barat bernama Cindy Claudia, juga menyebut sistem CAT ini bisa mereduksi kecurangan. “Pelaksanaannya fair ya. Sulit ada kecurangan, seperti gosip yangvsempat muncul pada tahun sebelumnya. Kalau seperti ini kan lebih adil kan,” jelas Cindy.

Meski ia mengatakan kesempatan lolos SKD cukup kecil, ia mampu lolos dengan nilai yang cukup memuaskan. Pada soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Cindy mendapat nilai 85. Untuk Tes Intelijensi Umum (TIU) ia memperoleh nilai 100, dan untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ia berhasil mendapat nilai 164. Total, Cindy memperoleh nilai 344.

Wanita yang mengambil jurusan pendidikan Bahasa Inggris saat kuliah ini merasa adanya perekrutan CPNS ini merupakan peluang besar saat ia baru saja menyelesaikan kuliahnya. Soal persiapan, ia hanya menyebut cukup belajar dengan baik menjelang tes.

“Menurut saya ini peluang besar, setelah saya selesai kuliah ada kesempatan ini. Walaupun kesempatannya kecil, karena yang dicari sedikit pastinya saya persiapkan belajar dengan baik,” ujarnya.

Selain mengapresiasi sistem SKD, Cindy juga merasa nyaman saat dilayani oleh panitia SKD. Pelayanan yang baik itu menjadikan Cindy dapat mengerjakan soal-soal dengan tenang. “Pelayanan baik, jadi saya bisa mengerjakan tes dengan tenang,” pungkasnya.

Sementara itu, di D.I. Yogyakarta, seorang peserta asal Kebumen bernama Akhmad Faiq Nashrullah juga sangat mengapresiasi sistem yang real time ini. Pria lulusan Fakultas Teknik ini menjalani SKD untuk formasi Auditor ahli pertama inspektorat Kementerian Perindustrian.

Kepada tim monitoring Kementerian PANRB, ia menilai perekrutan tahun ini bebas dari KKN. “Saya melihat sudah akuntabel, tansparan. Dan yang pasti penting bebas dari KKN,” katanya. 

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share:

Irianto: Sistem CAT Sangat Tepat untuk Dapatkan PNS Berkualitas

Sahabat pembaca info seleksi CPNS, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara saat ini sedang melaksanakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berlangsung hingga 28 Oktober 2017 nanti.

Pada tes SKD, ada 12.132 peserta yang dinyatakan lolos berkas. Namun, selama pelaksanaan tes CAT SKD ini ribuan pelamar juga dinyatakan tidak lolos untuk mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kendati demikian, menurut Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, secara umum pelaksanaan ujian seleksi CPNS di daerahnya relatif aman dan lancar.

"Pada intinya, pelaksanaan tes CPNS di Kaltara ini tetap aman dan lancar," ujar dia di Tanjung Selor, Rabu (25/10/2017).

Namun, dia berjanji akan terus memantau dan memonitor pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang sedang berlangsung itu.

Kemudian. Irianto membandingkan pelaksanaan tes CPNS 2014 di daerahnya dengan Pelaksanaan tes CPNS 2017. Ia menilai, saat ini tes lebih ketat dan teratur serta terkoordinir utamanya dalam penggunaan sistem Computer Assisted Tes (CAT).

"Penerimaan CPNS yang memberlakukan sistem CAT ini sangat tepat untuk mendapatkan PNS yang benar-benar berkualitas karena kelulusannya ditentukan oleh hasil tes yang sangat ketat," ujarnya.

Pelaksanaan tes CPNS 2017 ini, lanjutnya, sangat sulit akibat ketatnya persaingan karena dibuka secara umum yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sehingga harus dilalui oleh peserta dengan beberapa tahapan dan kemampuan yang dimiliki.

Gubernur Kaltara sangat yakin, tidak akan terjadi kecurangan-kecurangan selama pelaksanaan tes CAT ini. Oleh karena itu, kelulusan ditentukan sendiri oleh kompetensi yang dimiliki para peserta.

Tak lupa pula mengapresiasi kinerja panitia seleksi nasional dan lokal yang telah berjuang keras demi kelancaran dan keamanan selama ini mulai dari pendaftaran hingga sekarang.

Berita ini bersumber dari KORPRI ONLINE.
Share:

Atmosfir Persaingan Ketat, Peserta SKD Optimalkan Persiapan

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa atmosfir persaingan yang ketat dalam proses seleksi CPNS 2017 mendorong peserta mempersiapkan diri sematang mungkin saat akan menghadapi ujian. Salah satu peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari Kementerian ESDM Ryan Edi Cahyanto menuturkan “Seleksi di Kementerian ESDM itu sangat ketat. Pelamarnya banyak padahal yang diambil nantinya hanya sedikit. Untuk itu saya berusaha semaksimal mungkin menghadapi SKD ini. Beberapa persiapan yang saya lakukan antara lain membeli buku, membaca dari internet dan mencari info gambaran pelaksanaan SKD dari temen-teman yang sudah menjalani lebih dulu,” tuturnya saat ditemui Tim Humas BKN, Jumat (20/10/2017), selepas menjalani SKD di Kantor Pusat BKN.

Di bagian lain, salah satu peserta SKD dari Kementrian BPOM Yulianti mengapresiasi digunakannya CAT dalam SKD gelombang dua ini. “Menurut saya sistem CAT ini dapat menghindari kecurangan. Selain itu, sistem tidak tertulis ini sangat memudahkan peserta karena jawaban tidak harus dibulatkan seperti menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK),” tuturnya.

 Sementara itu Ritia peserta SKD dari Kementerian BMKG menuturkan “Menurut saya dengan adanya sistem CAT BKN pelaksanaan tes jadi lebih terstruktur dan dapat menghindari kecurangan. Selain itu sistem ini sangat transparan, habis tes langsung bisa lihat nilai,” ujarnya.

 Senada dengan para peserta, Kepala Bagian Administrasi Kepegawaian BPOM Ida Farida menyampaikan bahwa pelaksanaan rekrutmen CPNS kali ini sangat transparan, siapa yang lulus passing grade dan siapa yang tidak, jelas terpampang nilainya pada monitor sehingga tak ada satu pihak pun yang bisa memanipulasi. “Kami juga berterima kasih kepada BKN karena sudah memberi fasilitas yang memadai untuk penyelenggaraan ujian CPNS tahun ini,” tuturnya.

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Ketika Menteri Asman Membaca Garis Tangan Peserta SKB CPNS KemenkumHAM

Sahabat pembaca info seleksi cpns, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengunjungi peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM, di Kantor Wilayah KemenkumHAM, di Jakarta, Rabu (18/10). Ada perbincangan unik saat Menteri Asman mengunjungi salah seorang peserta, yaitu saat sang Menteri membaca garis tangan satu orang peserta yang sedang registrasi.

Kejadian itu bermula saat Menteri Asman mendatangi seorang peserta yang sedang melakukan registrasi sebelum wawancara SKB. “Kenapa kamu minat kerja menjadi petugas imigrasi?” tanya Menteri Asman.

“Mau melayani pembuatan paspor, pembuatan visa. Karena saya minat pak,” jawab peserta yang tidak menyebutkan namanya itu.

Dia mengatakan dirinya merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dari jurusan  Teknologi Informatika. Pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebelumnya, ia mendapat nilai 360.

“Cukup tinggi ya. Jadi ahli IT imigrasi kamu nanti,” kata Menteri Asman.

Setelah perbincangan itu, kemudiah Menteri Asman memegang tangan peserta tersebut dan melihat garis tangannya. “Coba lihat tangannya. Lulus kamu,” ucap Menteri Asman sambil tersenyum kepada peserta.

Mendengar ucapan tersebut dari seorang Menteri, peserta tersebut tersenyum secara spontan. Tidak lama, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menghampiri Menteri Asman dan peserta itu. Menkumham Yasonna menyebut instansinya memang membutuhkan tenaga IT.

“Kamu IT, ya? Kita butuh itu, asal kamu lulus,” ujar Menteri Yasonna.

Kemudian Menteri Asman pun menunujukkan garis tangan si peserta kepada Menteri Yasonna. Menanggapi Menteri Asman yang seakan ‘membaca’ garis tangan si peserta, sambil tersenyum Menteri Yasonna menganggap itu sudah tanda zaman. Namun ia tetap memberi nasihat kepada peserta tersebut agar tetap berusaha saat SKB nanti.

“Sudah ada tanda-tanda zaman itu. Tinggal kamu betul-betul bagus, karena semua transparan. Kamu lihat saja nanti,” kata Menteri Yasonna.

Setelah perbincangan mengenai garis tangan, Menteri Asman kemudian bertanya bagaimana pandangan peserta mengenai sistem perekrutan CPNS tahun ini yang berbasis pada teknologi. Peserta itu mengaku sangat puas dan menganggap sistem tahun ini luar biasa. Dia juga berharap ada peningkatan sistem si tahun-tahun berikutnya.

“Bagus pak, tidak molor. Jadi saya sangat puas dengan itu. Perbaikannya luar biasa. Pertahankan, pak. Kalau bisa tahun depan tingkatkan,” ujarnya kepada Menteri Asman.

Mendengar jawaban itu, sontak Menteri Asman dan Yasonna tertawa puas. “Berarti mantap ya,” imbuh Menteri Asman sambil tersenyum, dan kemudian meninggalkan ruang registrasi.

Berita ini bersumber dari KEMENPANRB.
Share: